Amanda Serrano masih memegang dua sabuk dunia WBO dan WBA nya, tetapi kemenangan ini tak bisa mencetak sejarah untuk mengumpulkan 33 KO yang di harapkan, sang penantang Lucrecia Manzur bertarung dengan berani dari yang di perkirakan orang akan mudah di hentikan, ternyata dugaan mereka salah dan membuat sang juara harus mati matian selama 12 ronde untuk tetap pulang bersama gelar nya.
Serrano di nyatakan menang melalui majority decision dalam partai utama di Pechanga Resort Casino Temecula California, sua juri memberikan skor 116-112 untuk Serrano, satu juri lain menilai duel berakhir imbang 114-114.
Manzur datang dengan status underdog nyata tetapi label tersebut tidak terlihat dalam pertarungan, petinju Argentina berusia 27 tahun itu mampu menemukan senjata yang efektif untuk mengganggu Serrano.
Setelah tiga ronde awal berlangsung cukup seimbang, Manzur mulai menemukan peluang dan berulang kali mendaratkan pukulan kanan, baik melalui serangan dari atas maupun pukulan lurus, Serrano dibuat tidak leluasa mengembangkan pertarungan nya seperti yang mungkin di harapkan sebelum laga.
Sadar lawan nya tangguh tak mudah di robohkan dia tidak memaksakan diri mencari penyelesaian, Serrano kemudian mengubah strategi nya ketika pertarungan memasuki detik akhir.
Mulai ronde ke 9 Serrano mulai menjaga pertahanan dari Manzur sekaligus meningkatkan volume pukulan dari jarak menengah dan mampu mengamankan ronde ronde terakhir ketika lawan nya mulai kehilangan tenaga.
Pada ronde ke-10, Manzur sudah terlihat kelelahan, tidak mampu memberikan serangan penutup yang cukup kuat untuk membalikkan keadaan sedangkan Serrano memilih bertarung lebih aman dari luar hingga bel terakhir.
Dengan demikian, Serrano memperpanjang rekornya menjadi 50 kemenangan, empat kekalahan dan satu hasil imbang termasuk 32 kemenangan melalui KO.
Manzur kini memiliki rekor 14-5 dengan tujuh kemenangan KO, terlepas dari hasil itu dia berhasil memberikan perlawanan yang jauh lebih berarti di bandingkan seorang penantang yang datang hanya untuk bertahan lalu di hentikan KO seperti Cheyenne Hanson, dia mampu membuat Serrano mengubah rencana pertarungan nya di tengah laga.
Pertarungan ini juga memiliki nilai sejarah tersendiri, lebih dari 3 juta penonton menyaksikan nya secara langsung melalui TikTok saja, tak berhenti di situ, pertarungan Serrano dan Manzur juga menjadi laga perebutan gelar dunia putri pertama yang menggunakan format 12 ronde dengan durasi dua menit setiap ronde.
Setelah pertandingan, Serrano mengaku sudah mengetahui sejak awal bahwa dia menghadapi lawan yang tidak bisa dengan mudah di hentikan.
“Saya sangat bahagia dan merasa terhormat, ini adalah pertarungan utama perebutan gelar pertama di TikTok, saya sangat bersemangat ujar Serrano usai laga.”
Dia juga menyadari ada nya perbedaan usia yang cukup jauh di antara mereka.
“Saya tahu gadis ini tangguh, masih muda 27 tahun, dia 10 tahun lebih muda dari saya, sungguh sebuah kehormatan bisa berada di atas ring bersama petarung muda yang tangguh, dia lapar dan saya sudah mengetahuinya sejak masa latihan, saya berlatih sangat keras karena tahu ini adalah kesempatan bagi nya jadi saya harus tampil dalam kondisi terbaik.”
Serrano memang tidak mendapatkan malam yang spektakuler seperti Jahmal Harvey melumat Hammet Keb namun pengalaman sang juara mampu membantu nya melewati tekanan Manzur dan mempertahankan dua sabuk yang di bawanya pulang dari California.
Baca juga:
#AmandaSerrano #Manzur









