Hamzah Sheeraz angkat bicara setelah WBO membuat keputusan yang mengubah rencana pertarungan berikut nya, sang juara dunia menengah super itu tidak menyembunyikan kekecewaan nya ketika mengetahui siapa yang di tunjuk sebagai penantang wajib.
Sheeraz seharus nya bisa memilih arah karier yang lebih bagus, salah satu nama yang bersedia di hadapi nya adalah Jacob Bank petinju tak terkalahkan yang sebelum nya berada di posisi teratas dalam daftar penantang WBO setelah Canelo Alvarez.

Rencana tersebut kini tidak lagi menjadi pilihan utama, WBO malah memerintahkan Sheeraz untuk mempertahankan sabuk nya melawan Janibek Alimkhanuly, inilah yang membuat nya mempertanyakan bagaimana badan sanksi tersebut mengambil keputusan.
Dalam wawancara nya bersama iFL TV, Sheeraz menggunakan kata yang sangat keras untuk menggambarkan nya, dia menilai keputusan WBO tidak hanya aneh tetapi juga buruk bagi citra olahraga tinju secara keseluruhan.
“Saya pikir ini lelucon, apa yang di lakukan WBO di sini sangat memalukan bagi olahraga tinju juga,” kata Sheeraz.
Kritik nya ini menjadi semakin sensitif karena nama Janibek tidak datang tanpa kontroversi, petinju dari Kazakhstan tersebut sebelum nya di nyatakan positif meldonium pada November, zat itu termasuk dalam daftar bahan terlarang dalam olahraga.
Meski demikian, Janibek kemudian tidak menjalani hukuman selama satu tahun penuh seperti yang sebelum nya di harapkan, WBO menghentikan masa skorsing dan sekarang kembali menempatkan nya sebagai penantang wajib bagi Sheeraz.
Bagian inilah yang tak bisa di terima oleh Sheeraz karena keputusan itu seperti memberikan keuntungan kepada seorang petinju yang sebelum nya tersandung kasus zat terlarang.
“Yang pada dasar nya mereka lakukan adalah memberikan penghargaan kepada seseorang yang sudah terbukti menggunakan [zat terlarang],” lanjut Sheeraz.
Ini jelas bukan hanya ketidakpuasan karena mendapatkan lawan yang tidak di iginkan, Sheeraz mempertanyakan dasar keputusan WBO dan mengapa Janibek bisa kembali berada dalam posisi seperti ini, dia menduga ada kepentingan lain di balik keputusan tersebut.
“Saya rasa ini berkaitan dengan motif tersembunyi dan korupsi, saya merasa semua nya didasarkan pada hubungan pribadi,” ujar Sheeraz.
Tuduhan tersebut tentu merupakan pernyataan serius dari seorang juara dunia, di sisi lain Sheeraz memang belum lama memegang sabuk 168 pound yang di rebutnya pada Mei lalu.
Saat itu dia menghentikan Alem Begic hanya dalam dua ronde untuk merebut gelar yang masih lowong, Sheeraz juga mencatat kemenangan TKO atas Edgar Berlanga, setelah sebelum nya bermain imbang secara kontroversial dengan Carlos Adames di kelas menengah.
Penampilan terakhir nya tidak membuat publik memuji, pada Juli Sheeraz hanya mampu mengamankan kemenangan majority decision atas Simon Zachenhuber, oleh sebab itu pertarungan berikut nya sebenar nya bisa menjadi kesempatan penting untuk menunjukkan bahwa memang layak berada di jajaran elite.
Sheeraz sendiri tidak takut mengambil tantangan, dia siap menghadapi Jacob Bank sebuah pertarungan yang secara olahraga cukup bagus karena petinju Denmark itu belum terkalahkan dan di gadang gadang penerus Mikkel Kessler.
Tetapi kini semuanya berubah setelah WBO memasukkan Janibek ke dalam jalur nya, situasi tersebut membuat masa depan gelar Sheeraz menjadi salah satu hal yang patut di perhatikan tidak hanya karena siapa lawan nya tetapi juga karena keputusan WBO telah memicu protes terbuka dari sang juara.
Baca juga:
#HamzahSheeraz #WBO #JanibekAlimkhanuly









