Johnny Fisher seharus nya memasuki era baru dalam karir nya bersama Zuffa Boxing dengan sambutan yang meriah, yang terjadi pengumuman lawan pertama nya membuat banyak penggemar kecewa mungkin juga tertawa.
Zuffa memilih Michael Pirotton untuk menjadi lawan dalam pertarungan utama 10 ronde pada 26 September mendatang, duel tersebut akan berlangsung di Copper Box Arena london disiarkan Sky Sports.
Masalah nya bukan pada Fisher yang kembali naik ring tapi pada kualitas lawan yang di berikan kepada nya.
Ketika Zuffa merekrut Fisher bulan lalu, banyak yang memperkirakan petinju kelas berat asal Romford itu bakal langsung mendapat ujian serius, lawan nya berasal dari Belgia itu memang belum pernah mengalami kekalahan KO tetapi nama nya belum memiliki daya tarik besar di level internasional, sebagian besar pertarungan nya berlangsung di kandang sendiri dia juga sempat menjalani periode singkat di Amerika Serikat tercatat 4 kali.
Catatan terbaru nya pun tidak cukup meyakinkan, tahun lalu Pirotton kalah angka setelah enam ronde dari Piotr Lacz di Arab Saudi, kemudian kalah lagi melalui keputusan angka dari Juan Alberts di Afrika Selatan.
Keputusan perusahaan pimpinan Dana White ini menjadikan pertarungan sebagai main event mulai di pertanyakan, bagi Fisher laga ini memang bisa menjadi kesempatan untuk membangun kembali momentum tanpa langsung di yempatkan dalam situasi berbahaya tetapi bagi Zuffa sendiri memilih lawan seperti Pirotton untuk laga utama membuat promosi mereka terlihat kurang ambisius.
Fisher memang membutuhkan lawan yang lebih ringan setelah apa yang terjadi dalam dua pertemuan nya dengan Allen, pertarungan pertama berakhir dengan kemenangan split decision yang kontroversial untuk Fisher, di rematch berakhir lebih buruk dia di hentikan pada ronde ke 5 di Copper Box pada Mei 2025.
Dia kemudian kembali pada Desember dan menghentikan Ivan Balaz di ronde ke 4 tetapi lawan nya hampir tidak memberikan perlawanan berat, dengan Pirotton sebagai lawan berikut nya Fisher kini mendapatkan pertandingan kedua secara beruntun yang relatif aman sejak mengalami kekalahan KO.
Di sinilah masalah nya, Fisher masih memperlihatkan beberapa kekurangan pertahanan yang serius, terlalu mudah terkena pukulan, kesulitan ketika lawan memberikan tekanan dan terkadang tidak mampu menjaga diri dengan baik setelah terkena pukulan keras.
Kalau target akhir nya adalah perebutan gelar dunia, kelemahan ini harus segera di perbaiki, menghadapi lawan yang lebih mudah memang bisa memberikan waktu untuk melakukan pembenahan namun proses itu tidak boleh berlangsung terlalu lama.
Zuffa pada juga harus menentukan kapan Fisher akan di uji, Pirotton setidak nya memiliki satu kelebihan yang bisa membuat pertarungan ini berguna bagi Fisher, dengan tinggi sekitar 6 kaki 5 inci dan jangkauan 82 inci, dia merupakan lawan bertubuh besar yang bisa memaksa nya bekerja menghadapi target dengan ukuran serupa petinju kelas berat papan atas.
Pirotton juga belum pernah di jatuhkan sepanjang karir nya tapi ketahanan itu belum cukup untuk menjelaskan mengapa dia layak menjadi lawan utama.
Fisher sendiri tidak melihat pertarungan ini sebagai sesuatu yang negatif, menganggap kesempatan ini bisa menjadi pintu menuju pertarungan yang lebih besar.
“Ini adalah tiket emas bagi Michael Pirotton, tetapi juga tiket emas bagi saya, kalau menang saya bisa melangkah ke sesuatu yang lebih besar dan lebih baik, saya punya ambisi dalam olahraga ini kata Fisher kepada Sky Sports.
Copper Box Arena ini adalah tempat yang sama ketika Allen menghentikan nya tahun lalu, sekarang di memulai kembali perjalanan nya yang pernah menjadi lokasi salah satu malam terburuk dalam karir profesionalnya.
Mungkin para penggemar tida hanya bertanya apakah Fisher bisa mengalahkan Pirotton, yang lebih penting adalah berapa lama Zuffa akan terus memberi nya pertarungan seperti ini sebelum meminta nya membuktikan bahwa memang pantas berada di antara kelas berat terbaik.
Menurut pengamatan penulis sendiri, tak salah bila fans mencemooh lawan Fisher ini dan kenapa tidak memilih Efe Ajagba yang telah sukses mengalahkan mantan juara IBF Charles Martin pada Februari lalu, di sini ada 2 kemungkinan besar.
1. Zuffa mungkin belum mau mempertemukan dua aset nya terlalu cepat, Ajagba sudah berada pada tahap yang berbeda, kemenangan atas Martin membuat posisi nya semakin kuat sebagai contender sehingga kalau dia mengalahkan Fisher, petinju 27 tahun itu bisa langsung kehilangan momentum, sebalik nya kalau dia menang, Zuffa mungkin kehilangan salah satu petinju heavyweight yang sudah mereka bangun.
2. bisa saja Zuffa memang ingin membangun Fisher terlebih dahulu setelah kekalahan dari David Allen, dia belum membutuhkan pertarungan yang bisa langsung mengancam seluruh proyek mereka, Pirotton memberi ruang bagi nya untuk mendapatkan kembali kepercayaan diri dan mengembangkan beberapa kelemahan nya, inti nya ada harga yang harus di bayar dari strategi ini, pertarungan yang terlalu aman bisa membuat debut besar terasa biasa saja.
Baca juga:
#JohnnyFisher #ZuffaBoxing









