Drama di balik pertarungan Tyson Fury vs Anthony Joshua semakin runyam, setelah Dana White dan Eddie Hearn saling memberikan pandangan berbeda mengenai lokasi pertarungan, sekarang giliran orang penting dari kubu Anthony Joshua yang buka suara.
CEO Matchroom Boxing Frank Smith menegaskan bahwa pihak nya masih berpegang pada kesepakatan awal yaitu Fury vs Joshua seharus nya berlangsung di Inggris.
Di tengah muncul nya kabar Madison Square Garden New York sebagai kandidat lokasi pertarungan yang semakin kuat membuat persoalan venue tidak lagi masalah biasa tetapi sudah menjadi bagian dari tarik menarik kepentingan bisnis di balik duel besar ini.
Sebelum nya Frank Warren buka suara soal lokasi juga mengakui bahwa diri nya lebih ingin pertarungan berlangsung di Wembley, tapi dia juga memahami bahwa keputusan akhir akan sangat di pengaruhi nilai bisnis yang di tawarkan.
Sedangkan Eddie Hearn mati matian mempertahankan Inggris karena kesepakatan awal yang di buat untuk pertarungan tersebut memang mencantumkan nya sebagai lokasi.
Kini Frank Smith memberikan sudut pandang dari dalam Matchroom, dia menjelaskan bahwa dari perspektif mereka tidak ada kewajiban untuk mengubah kesepakatan yang sudah di buat, pihak Joshua telah menandatangani kontrak dengan kesepakatan bahwa pertarungan berlangsung di Inggris, sebab itu Matchroom merasa sudah menjalankan apa yang menjadi bagian nya.
Kalau ada pihak lain yang ingin membawa pertarungan ke Amerika Serikat, Smith tidak menutup kemungkinan untuk membicarakan nya tapi perubahan tersebut tidak bisa otomatis terjadi.
“Kami menandatangani kontrak untuk pertarungan ini berlangsung tahun ini di Inggris, jadi dari sudut pandang kami sudag memenuhi semua yang kami katakan dan di lakukan, bukan kami yang berada dalam posisi mengubah sesuatu, kalau ingin membicarakan perubahan, tentu itu pembicaraan yang bisa di lakukan tetapi tidak ada yang berubah, ucap Smith sama Dazn”
Posisi Matchroom sudah jelas, mereka tidak mengatakan Fury vs Joshua pasti akan tetap di gelar di Inggris, Smith bilang bahwa apabila ada tawaran atau kepentingan bisnis yang membuat pihak terkait ingin mengubah venue pembicaraan tetap terbuka, tapi sampai ada kesepakatan baru Matchroom tetap mengacu kepada kontrak awal.
Tak lama pembicaraan beralih kepada Dana White, bos UFC itu sebelum nya memberikan penjelasan mengenai keterlibatan nya dalam Fury vs Joshua menangani urusan venue dan televisi sementara persoalan kontrak pertarungan bukan berada di tangan nya.
Smith kemudian mempertanyakan bagaimana posisi White sebenar nya dalam proyek tersebut, dia menyoroti yang sebelum nya berbicara seolah olah melakukan deal untuk pertarungan tetapi kemudian menjelaskan bahwa hanya mengurus kesepakatan venue.
Menurut nya melakukan kesepakatan dengan sebuah venue tidak otomatis seseorang menjadi promotor pertarungan.
Dia membandingkan nya dengan pengalaman Matchroom ketika melakukan kesepakatan venue untuk pertarungan Shakur Stevenson vs Teofimo Lopez di Madison Square Garden, smith mengatakan bahwa meskipun melakukan deal dengan pihak venue tidak ada yang kemudian menyebut nya sebagai promotor utama pertarungan.
Smith merasa klaim mengenai peran White perlu di lihat secara lebih kritis.
“Kami adalah promotor eksklusif Anthony Joshua sepanjang sisa karir nya, kami sudah bekerja dengan nya sejak hari pertama, menurut saya kebohongan Dana White mulai terbongkar di depan diri nya sendiri, dalam wawancara itu dia mengatakan, ‘Saya tidak melakukan deal, tunggu dulu, seminggu sebelum nya kamu mengatakan bahwa kamu melakukan deal tersebut, sekarang kamu mengatakan tidak melakukan nya, jadi sebenar nya apa yang kamu lakukan? kamu hanya memesan venue?”
Serangan ini menjadi yang paling keras dari kubu Matchroom, Smith pada dasar nya ingin menegaskan bahwa mereka tetap memiliki posisi kuat karena merupakan pihak yang selama ini menangani karir nya Joshua.
Meski mempertahankan posisi Inggris, Smith juga memahami mengapa pembicaraan mengenai Amerika Serikat terus di angkat karena pertarungan Fury vs Joshua di proyeksikan menjadi salah satu duel terbesar dalam sejarah tinju Inggris.
Secara kontraktual Matchroom memiliki dasar untuk mempertahankan Inggris, dari bisnis pihak-pihak yang terlibat masih bisa melihat apakah ada keuntungan yang lebih besar apabila pertarungan di pindahkan.
Smith sendiri mengakui bahwa dalam bisnis, ketika salah satu pihak meminta perubahan tidak mungkin langsung di tolak tanpa pembicaraan tapi bukan berarti perubahan sudah di setujui.
Baca juga:
#FrankSmith #DanaWhite #EddieHearn









