Tidak semua pertarungan berakhir ketika wasit masuk melerai, ada yang meninggalkan luka lebih dalam dari pada kekalahan bahkan terus membayangi kehidupan para petarung bertahun tahun kemudian, kisah Michael Watson, Nigel Benn, Chris Eubank dan Gerald McClellan memperlihatkan bagaimana sebuah pertandingan bisa mengubah hidup seseorang.
Semua nya berawal tahun 1989 ketika Watson melakukan sesuatu yang sebelum nya belum pernah di lakukan siapa pun terhadap Nigel Benn, mengalahkan petinju yang saat itu memiliki rekor 22-0-(22 KO).
Dua tahun kemudian, Watson mengalami cidera otak yang hampir merenggut nyawa nya saat menghadapi Chris Eubank.
Lalu empat tahun setelah tragedi tersebut, Benn kembali berdiri di atas ring dalam salah satu pertarungan paling brutal dalam sejarah tinju Inggris melawan Gerald McClellan, sekali lagi seorang petinju berakhir dengan cidera otak parah.
Ada satu perbedaan penting antara dua tragedi itu, apa yang terjadi pada Michael Watson pada 1991 ternyata ikut mengubah cara dunia tinju Inggris menangani keadaan darurat di sisi ring.
Watson Menghentikan Benn yang Tak Terkalahkan.
Pada 21 Mei 1989, Michael Watson menghadapi Nigel Benn di Majestic Ballroom London untuk memperebutkan gelar Commonwealth kelas menengah.
Watson datang sebagai penantang yang tidak terlalu di unggulkan tetapi pertarungan tersebut menjadi titik balik besar dalam karir kedua nya.
Benn mengandalkan kekuatan nya sejak awal dan Watson masih membaca arah serangan, memasuki ronde ke 5 tenaga Benn mulai terkuras karena bernafsu ingin menyelesaikan seperti duel sebelum nya.
Memasuki ronde ke 6 Watson mendapatkan momen yang di tunggu nya, Benn yang menyerang nya di dekat tali terkena pukulan tajam dari jarak dekat membuat nya jatuh seperti pohon di tebang, dia baru berdiri saat wasit sudah melambaikan tangan, dia kalah untuk pertama kali dalam karir profesional nya.
Saat itu tidak ada yang mengetahui bahwa beberapa tahun kemudian, nama kedua petinju ini akan kembali terhubung oleh sebuah tragedi.
Setelah mengalahkan Benn, Watson terus mengejar kesempatan menjadi juara dunia, pada 1991 jalan nya membawa dia kepada Chris Eubank, pertemuan pertama itu memperebutkan gelar WBO kelas menengah yang di pegang Eubank dan sang juara sukses mempertahankan nya melalui keputusan mayoritas.
Watson kemudian mendapatkan kesempatan untuk membalas kekalahan hanya 3 bulan di tahun yang sama, beda nya mereka sudah sama sama naik kelas ke menengah super untuk memperebutkan gelar WBO yang kosong.
Pertarungan kedua itu berubah menjadi salah satu malam paling kelam dalam sejarah tinju Inggris, Watson sebenar nya tampil sangat baik, memasuki ronde ke-11 dia berada di posisi yang menguntungkan dan kemudian berhasil menjatuhkan Eubank.
Hanya beberapa saat kemudian Eubank bangkit dan melepaskan uppercut keras yang menghantam Watson sampai terguncang, dia kembali ke sudutnya dan melanjutkan pertarungan pada ronde ke-12.
Eubank kemudian melancarkan serangkaian pukulan sebelum wasit menghentikan pertandingan, tak lama Watson ambruk di sudut ring mengalami pendarahan dan cidera otak yang sangat serius.
Watson harus menjalani operasi otak untuk mengeluarkan gumpalan darah yang sudah berada dalam kondisi kritis, tragedi nya semakin besar karena masalah penanganan medis pada malam itu.
Dalam proses hukum yang kemudian berlangsung, pengadilan mencatat bahwa setelah pertarungan berakhir terjadi jeda sebelum Watson mendapatkan pemeriksaan medis dan kemudian harus di pindahkan ke rumah sakit yang memiliki fasilitas bedah saraf, hasil akhir mengalami kerusakan otak serius yang membuat nya kelumpuhan dan gangguan fisik maupun mental permanen, dia selamat tapi karir tinju nya berakhir malam itu.
Kisah Watson kemudian tidak hanya menjadi cerita tentang seorang petinju yang mengalami cidera parah, tragedi tersebut memicu keselamatan petinju dan kesiapan medis di arena.
Perubahan itu menjadi sangat penting beberapa tahun kemudian karena pada 1995, seorang petinju lain akan mengalami keadaan yang sangat mirip nama nya Gerald McClellan.
6 Tahun Setelah Mengalahkan Benn Watson Menyaksikan Benn Bertarung Lagi.
25 Februari 1995 Nigel Benn juara WBC menengah super yang kelak akan masuk ke Hall of fame menghadapi Gerald McClellan di London arena, sang penantang datang dengan reputasi kelas kakap lewat kekuatan pukulan yang sangat besar dan menjadi ancaman serius bagi Benn.
Pertarungan tersebut berlangsung brutal sejak awal, Benn terjatuh dari ring pada ronde pertama, McClellan kemudian kembali menjatuhkan nya pada ronde ke 8.
Sang juara menolak menyerah, di ronde ke 10 keadaan berbalik, Benn menjatuhkan McClellan tetapi berhasil bangkit, serangan susulan menjatuhkan nya untuk kedua kali pada ronde tersebut.
Kali ini McClellan tidak mampu bangkit sebelum hitungan selesai, Nigel Benn mempertahankan gelar nya.
Seperti yang terjadi pada Watson beberapa tahun sebelum nya, kemenangan itu segera berubah menjadi kekhawatiran, McClellan kembali ke sudut nya tidak lama kemudian dia ambruk.
McClellan segera mendapatkan pertolongan medis, di berikan oksigen, leher nya diamankanbkemudian dibawa ke rumah sakit, setiba nya di sana dokter menemukan ada nya gumpalan darah besar di otak nya, operasi darurat pun di lakukan untuk mengeluarkan gumpalan tersebut.
Kondisi nya sangat kritis, tapi kali ini ada yang berbeda karena tim medis sudah berada di sisi ring, dokter bedah saraf John Sutcliffe kemudian mengatakan bahwa kehadiran mereka dengan pemberian oksigen dengan cepat sangat penting dalam menyelamatkan nyawa McClellan, menurut laporan saat itubtanpa pertolongan cepat kemungkinan besar tidak akan selamat.
Mungkin ada yang tidak tahu bahwa Michael Watson berada di ringside ketika Benn menghadapi McClellan.
Watson yang beberapa tahun sebelum nya mengalami cidera otak parah setelah menghadapi Eubank, kini menyaksikan seorang petinju lain mengalami kondisi yang hampir sama, beda nya sistem medis di sekitar ring sudah lebih siap seolah-olah tragedi nya menjadi pelajaran yang akhir nya di terapkan ketika nyawa McClellan berada dalam bahaya.
Kemenangan Benn atas McClellan seharus nya menjadi salah satu pencapaian terbesar tapi apa yang terjadi setelah bel terakhir membuat hidup nya tak tenang karena mantan lawan nya harus berjuang untuk hidup.
Benn sendiri kemudian di rawat di rumah sakit karena kelelahan dan cidera kecil yang di alami nya dalam pertarungan, dia juga mengaku sangat terpukul melihat kondisi Mcclellan dan sempat mempertimbangkan untuk meninggalkan tinju.
Dalam satu kesempatan Watson sendiri mengatakan bahwa dia merasa pengalaman buruk yang di alami setidak nya membawa perubahan dalam penyediaan layanan medis bagi petinju, meskipun tidak ada yang bisa mengembalikan karir nya atau menghapus penderitaan McClellan ada satu warisan yang lahir dari tragedi tersebut.
Baca juga:
#GeraldMcClellan #NigelBenn #ChrisEubank #MichaelWatson









