Headline

135 Ribu Penonton! Ini Duel Tinju dengan Massa Terbesar Versi Teddy Atlas

10 penonton terbanyak menurut Teddy Atlas

Tinju pernah berada di masa ketika sebuah pertandingan mampu mengubah stadion menjadi lautan manusia, puluhan ribu penonton datang tidak hanya untuk menyaksikan seorang juara mempertahankan sabuk nya tetapi karena tinju pada masa itu merupakan salah satu hiburan terbesar yang bisa mereka nikmati.

Teddy Atlas kembali mengingatkan betapa besar nya daya tarik tinju pada era tersebut di channel YouTube nya, dalam daftar 10 pertandingan dengan jumlah penonton terbesar yang di bahas beberapa angka bahkan menembus 100 ribu orang, sebelum nya mantan pelatih legendaris ini sudah memberikan pertandingan terhebat yang menurut nya banyak kenangan bersejarah.

Dia menjelaskan bahwa kondisi tinju pada masa lalu sangat berbeda dengan sekarang, di Amerika Serikat pernah menjadi olahraga yang sangat dominan, persaingan dengan olahraga lain belum sebesar sekarang, sementara televisi belum membuat pertandingan besar bisa di saksikan dari rumah.

Faktor lain adalah sistem kejuaraan, pada masa ketika belum ada begitu banyak badan tinju dan gelar dunia seperti sekarang, seorang juara kelas berat lebih mudah dikenali publik sebagai sosok nomor satu.

Dari sana lahirlah beberapa malam tinju dengan jumlah penonton yang tak bisa bayangkan pada era modern.

10. Carl Froch vs George Groves II — 80.000 penonton.

Pertarungan ulang Carl Froch melawan George Groves di Wembley pada 2014 membuka daftar Atlas, sekitar 80.000 penonton memenuhi stadion untuk menyaksikan mereka kembali bertemu setelah kontroversi pada pertemuan pertama mereka.

Froch akhir nya menghentikan Groves pada ronde ke 9, setelah itu dia langsung menggantung sarung tinju nya.

9. Katie Taylor vs Flora Pili— sekitar 80.000 penonton.

Nama Katie Taylor juga masuk dalam pembahasan Atlas melalui pertarungan besar di Irlandia yang menarik puluhan ribu penonton saat melawan Flora Pili pada 5 September 2026 di duel perpisahan nya.

Taylor sukses mempertahankan gelar nya lewat angka mutlak, angka itu lebih menunjukkan bagaimana seorang petinju dapat menjadi magnet besar ketika memiliki hubungan kuat dengan negara nya dan basis penggemar yang besar.

Fenomena seperti ini juga menjadi contoh bahwa era modern masih mampu menghadirkan kerumunan raksasa terutama di Eropa.

8. Len Harvey vs Jock McAvoy — 90.000 penonton.

Jauh sebelum era stadion modern, Len Harvey menghadapi Jock McAvoy pada 1939 di White City London, jumlah penonton yang disebut Atlas mencapai 90.000 orang, menyamai jumlah yang hadir dalam salah satu pertandingan terbesar Anthony Joshua.

7. Tyson Fury vs Dillian Whyte — 94.000 penonton.

Tyson Fury membawa era modern kembali ke daftar ini ketika menghadapi Dillian Whyte di Wembley pada 2022, sebanyak 94.000 penonton hadir untuk menyaksikan pertarungan sesama petinju Inggris tersebut.

Fury kemudian menghentikan Whyte dan mempertahankan gelar nya melalui kemenangan KO.

6. Daniel Dubois vs Anthony Joshua — 98.128 penonton.

Pertarungan Daniel Dubois melawan Anthony Joshua bahkan menembus angka yang lebih besar, tercatat 98.128 penonton memenuhi Wembley.

Angka itu membuat duel tersebut menjadi salah satu kerumunan terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah tinju Inggris pada era pascaperang, Joshua datang sebagai nama besar, tetapi Dubois mengakhiri pertandingan dengan kemenangan KO pada ronde ke 5.

5. Max Schmeling vs Walter Neusel — 102.000 penonton.

Bergerak mundur hampir satu abad, Atlas memasukkan pertarungan Max Schmeling melawan Walter Neusel di Jerman pada 1934.

Jumlah penonton mencapai sekitar 102.000 orang, Schmeling memenangkan pertarungan tersebut melalui TKO ronde ke 9, lebih dari duel dua petinju pertandingan ini memperlihatkan betapa kuat nya posisi tinju sebagai tontonan massal pada masa itu.

4. Jack Dempsey vs Gene Tunney II — 104.943 penonton.

Jack Dempsey dan Gene Tunney kembali bertemu dalam rematch di Soldier Field Chicago pada 1927, sebanyak 104.943 penonton tercatat menyaksikan pertandingan tersebut.

Tunney kembali menang melalui keputusan dan mempertahankan gelarnya, pertarungan ini juga menjadi salah satu pertandingan paling terkenal dalam sejarah karena insiden long count yang terjadi pada pertemuan pertama mereka.

3. Jack Dempsey vs Gene Tunney I — 120.757 penonton.

Setahun sebelum nya, pertemuan pertama Dempsey dan Tunney bahkan menarik jumlah penonton yang lebih besar sekitar 120.757 orang memenuhi arena yang sama.

Satus Dempsey sebagai salah satu penarik terbesar tinju pada zaman nya, Tunney keluar sebagai pemenang melalui keputusan dan berhasil merebut gelar nya.

2. Julio Cesar Chavez vs Greg Haugen — 132.274 penonton.

Jika angka sebelumnya sudah terlihat luar biasa, pertandingan Julio Cesar Chavez melawan Greg Haugen membawa jumlah penonton ke level yang lebih tinggi sebanyak 132.274 orang disebut hadir di Azteca Stadium Mexico City pada 1993.

Chavez saat itu datang dengan rekor luar biasa, yakni 84 kemenangan tanpa kekalahan dan mempertahankan gelar kelas welter junior WBC, pertarungan itu berakhir dengan kemenangan KO Chavez.

Besar nya kerumunan juga memperlihatkan hubungan luar biasa antara Chavez dan publik Meksiko

1. Tony Zale vs Billy Pryor — 135.132 penonton.

Posisi teratas dalam daftar Atlas di tempati pertarungan yang mungkin tidak sepopuler nama-nama besar di atas, Tony Zale menghadapi Billy Pryor pada 1941 dan pertandingan tersebut menarik 135.132 penonton.

Pertarungan ini bukan perebutan gelar dunia, Zale akhir nya menang melalui KO ronde ke 9, sedankan pertandingan itu digelar tanpa tiket masuk karena didukung oleh sponsor Pabst Brewing Company.

Berarti lebih dari 135 ribu orang berada di lokasi untuk menyaksikan pertandingan tinju yang bahkan tidak memperebutkan gelar dunia.

Kenapa rekor seperti ini sulit terulang?

Menurut Atlas, perbedaan terbesar ada pada ekosistem olahraga, dulu penonton tidak mempunyai pilihan untuk menonton pertandingan besar dari rumah melalui televisi, mereka harus datang langsung, tinju juga belum menghadapi persaingan sebesar sekarang dari NFL, NBA, MLB, sepak bola, MMA, streaming dan berbagai hiburan lain nya.

Stadion pun menjadi pilihan promotor untuk menggelar pertarungan besar, Atlas melihat Inggris dan Eropa sebagai wilayah yang masih mampu mempertahankan tradisi itu, hubungan historis dengan tinju, fanatisme terhadap petinju lokal juga jumlah pertandingan besar yang di gelar di stadion beberapa kali mencatat kerumunan luar biasa pada era modern.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top