Satu pukulan kanan pertama membuat DeAndre Savage mulai kehilangan kendali, pukulan lanjutan menjadi akhir dari perlawanan petinju asal Amerika Serikat itu.
Teremoana Teremoana hanya membutuhkan 1 menit 26 detik pada ronde kedua untuk memastikan pertarungan berakhir, Savage sempat terjatuh dan masih berada di atas lutut ketika wasit menyelesaikan hitungan sampai 10.
Pertarungan yang berlangsung di Gold Coast Australia itu akhir nya menjadi kemenangan cepat lain nya, dia tidak perlu menunggu hingga pertengahan pertandingan untuk menemukan penyelesaian meskipun Savage sebelum nya datang dengan rekor yang juga memiliki kekuatan besar.
Ronde pertama sebenar nya sudah memberikan gambaran mengenai arah pertarungan, Teremoana menggunakan kecepatan dan jangkauan nya untuk menjaga Savage tetap berada dalam tekanan.
Petinju Australia dengan tinggi 6 kaki 6 inci beberapa kali mencari ruang untuk melepaskan pukulan kanan panjang dan Savage tidak banyak memberikan respons.
Memasuki menit terakhir ronde pembuka, petinju dari Michigan itu lebih sering bergerak mundur, Teremoana terlihat jauh lebih cepat dalam melakukan serangan maupun berpindah posisi sehingga Savage kesulitan membangun serangan nya sendiri.
Savage memang berhasil mencapai akhir ronde pertama tetapi masalah nya segera muncul ketika bel ronde kedua berbunyi, Teremoana menemukan peluang dengan tangan kanan nya dan membuat Savage memilih bertahan dengan cara merapatkan tubuh yang berakhir terjatuh.
Dalam posisi berlutut Savage melihat ke arah sudut ring nya seolah masih menunggu kemungkinan instruksi untuk melanjutkan pertandingan, dia tetap tidak mampu bangkit sebelum hitungan wasit mencapai angka 10.
Hasil ini membuat Teremoana kini memiliki rekor 12-0 dengan 12 KO tidak satu pun lawan yang berhasil membawa nya hingga kartu skor juri, sementara itu Savage harus menerima kekalahan kedua dan memiliki rekor 11-2 dengan 11 KO.
Teremoana mulai berbicara mengenai posisi di generasi baru kelas berat, setelah pertandingan dan juga terasa spesial karena merupakan main event pertama nya, dia memberikan pujian kepada Eddie Hearn dan Matchroom Boxing bahwa promotor ini mampu membawa nya menuju level tertinggi.
Saat di wawancara dia mendengar kemungkinan masuk dalam undercard pertarungan Anthony Joshua vs Tyson Fury, bila benar terjadi penampilan tersebut akan menjadi kesempatan besar untuk memperkenalkan nama nya kepada penonton tinju global dan melihat pertarungan itu sebagai pergantian generasi.
Joshua dan Fury dia sebut sebagai bagian dari generasi lama sementara dia ingin menjadi bagian dari generasi baru yang mengambil alih panggung kelas berat.
Eddie Hearn memahami bahwa kemenangan seperti ini tidak akan banyak memberikan manfaat jika Teremoana terus menghadapi lawan yang tidak mampu memberikan perlawanan berarti, sang promotor mengatakan bahwa level lawan nya harus mulai di naikkan.
Kualitas Teremoana sudah terlihat ketika dia mendaratkan pukulan yang mampu mengubah situasi di dalam ring, Hearn juga menyoroti reaksi Savage setelah terkena serangan, dia menilai petinju Amerika itu tidak menunjukkan keinginan untuk bangkit setelah knockdown kedua.
Mengalahkan lawan dalam waktu singkat memang memperpanjang catatan KO tetapi kelas berat akan menuntut pembuktian terhadap petinju yang memiliki pengalaman yang tinggi, pertahanan lebih baik juga kemampuan untuk tetap berdiri setelah menerima pukulan tanpa batas.
Di panggung yang sama Michael Zerafa meraih kemenangan atas Ortiz di ronde ke 8, tapi penampilan nya kali ini dia menilai buruk tidak sesuai dengan harapan.
Baca juga:
#TeremoanaTeremoana #DeandreSavage #KelasBerat









