Headline

Ben Shalom Khawatir Monopoli Ancam Sistem Tinju Inggris

Ben Shalom khawatir monopoli ancam tinju inggris

Ben Shalom khawatir mengenai masa depan tinju Inggris, promotor Boxxer itu menilai masuk nya kekuatan bisnis dari Amerika berpotensi mengubah sistem yang selama ini sudah berkembang.

Dia menyampaikan kegelisahan nya ketika membahas persaingan promotor dan perubahan yang tengah terjadi dalam industri tinju, Inggris memiliki ekosistem yang sudah berjalan selama bertahun tahun dengan melibatkan banyak promotor, badan tinju juga sistem perebutan gelar yang memungkinkan seorang petinju meniti karir dari level bawah hingga ke panggung dunia.

Shalom melihat persaingan antar promotor sebagai salah satu alasan kenapa tinju Inggris mampu menghasilkan begitu banyak pertandingan besar walaupun sistem ini memang tidak sempurna karena promotor terkadang harus menghadapi mandatory yang tidak menguntungkan secara komersial atau terpaksa mempertemukan petinju mereka dengan lawan yang sebenar nya ingin di hindari, akan tetapi semua pihak tetap bermain dalam aturan yang sama.

Kemudian dia mengarahkan kritik nya kepada apa yang di sebut sebagai investasi Amerika, Shalom menilai ada kepentingan bisnis yang berusaha masuk lebih jauh ke dalam olahraga dan pada akhir nya mengarah pada monopoli.

Shalom menggambarkan langkah itu sebagai upaya untuk mengambil alih struktur yang sudah ada demi kepentingan pemegang saham.

Dalam wawancara itu bersama DAZN, Shalom tidak menyebut secara langsung nama pihak yang menjadi sasasaran Kritik, dia hanya berbicara mengenai masuk nya modal Amerika dan kekhawatiran terhadap upaya menguasai olahraga.

Bila melihat konteks perkembangan tinju saat ini, arah pembicaraan nya cukup mudah di tebak dengan kemunculan Zuffa Boxing yang di pimpin Dana White, mereka memang membawa model promosi baru dengan dukungan kekuatan bisnis dan media yang besar.

Tetapi perlu digaris bawahi, menghubungkan ucapan Shalom dengan Zuffa Boxing merupakan pembacaan terhadap konteks bukan pengakuan langsung dari sang promotor karena Zuffa tidak di sebut oleh Shalom dalam wawancara tersebut.

“Olahraga ini tidak membutuhkan investasi Amerika, saya sudah mengatakan nya tidak membutuhkan mereka yang datang tanpa memahami tinju Inggris, kemudian mencoba menghancurkan nya demi keuntungan mereka sendiri, semua ini hanyalah permainan pemegang saham untuk mencoba memonopoli olahraga ini, mengambilnya dari kita, menguasainya, lalu memindahkannya ke tempat lain, bagi siapa pun yang terlibat di dalam nya, menurut saya mereka tidak memiliki kecintaan terhadap olahraga ini yang mereka pedulikan hanyalah apa yang menguntungkan mereka kata Shalom “.

Yang menjadi inti kekhawatiran nya adalah perubahan struktur tinju Inggris, Shalom merasa olahraga tersebut tidak membutuhkan satu kekuatan dominan yang mengendalikan terlalu banyak bagian dari ekosistem.

Shalom juga meminta British Boxing Board of Control tidak tinggal diam, dia menilai regulator memiliki peran penting untuk memastikan pihak yang masuk ke dalam olahraga tetap mengikuti aturan yang berlaku, lebih jauh ada kemungkinan perlu nya campur tangan pemerintah apabila tidak mampu menyelesaikan persoalan.

Persoalan ini tidak hanya pertarungan kepentingan antar promotor, dia mengaku berbicara dari sudut pandang seorang penggemar yang melihat sistem yang ada sebagai sesuatu yang memberi nya kesempatan untuk masuk ke olahraga.

Sistem itu juga memberikan kesempatan kepada petinju untuk menentukan nasibnya melalui pertandingan, seorang petarung bisa naik peringkat, mendapatkan kesempatan perebutan gelar dan membangun nama tanpa harus bergantung pada kepentingan politik di luar ring.

Shalom memperingatkan dampak nya mungkin tidak langsung tapi baru bisa terlihat dalam jangka panjang sekitar 10 tahun mendatang.

Puncak emosi nya muncul ketika dia mempertanyakan alasan olahraga tersebut harus menerima model yang mengarah pada dominasi satu pihak.

Shalom kemudian bilang tidak semata mata sedang membela kepentingan pribadi sebagai promotor, dia ingin persoalan tersebut dilihat sebagai masalah yang menyangkut masa depan tinju Inggris secara keseluruhan.

Di sini penulis melihat ada bagian dari kekhawatiran Ben Shalom yang layak di perdebatkan apabila memang arah kritik nya di tujukan kepada Zuffa Boxing.

Kekhawatiran mengenai dominasi atau monopoli memang bisa di pahami, Zuffa datang dengan kekuatan finansial dan bisnis yang besar sehingga wajar jika promotor tradisional melihat perkembangan ini sesuatu yang perlu di perhatikan.

Akan tetapi kalau melihat bagaimana promotor yang di pimpin Dana White itu menjalankan sejumlah pertandingan besar, gambaran bahwa mereka ingin berjalan sendirian juga belum terlihat nyata.

Salah satu contoh nya adalah duel Ryan Garcia melawan Conor Benn, King Ry masih berada di bawah Golden Boy Promotions sedangkan Benn merupakan petinju yang berada di bawah naungan Zuffa Boxing, kedua kubu tetap bisa bertemu dalam satu pertandingan besar dengan gelar WBC milik Garcia di pertaruhkan.

Hal serupa terlihat pada duel Jai Opetaia melawan Noel Mikaelian di kelas penjelajah, petunju Australia itu merupakan bagian dari Zuffa dan lawan nya datang dengan status juara WBC kelas penjelajah yang memiliki persoalan tersendiri terkait kewajiban mempertahankan gelar nya.

Pertandingan tersebut juga melibatkan The Ring karena sabuk mereka saat ini berada di tangan Opetaia ikut di perebutkan.

Dengan begitu pertandingan itu tidak hanya mempertemukan petinju dari dua kubu tetapi juga memperlihatkan kerja sama antara beberapa kepentingan dalam satu panggung.

Garcia vs Benn di tempatkan sebagai partai utama, sedangkan Opetaia vs Mikaelian menjadi co-main event, dua pertandingan itu menunjukkan bahwa ekosistem yang di bangun Zuffa tidak selalu harus berdiri sendiri tanpa melibatkan pihak lain.

Dari sudut pandang penulis, fakta seperti ini membuat tudingan mengenai monopoli perlu di lihat lebih hati hati, monopoli tentu bukan sesuatu yang bisa di nilai hanya dari satu atau dua pertandingan, yang lebih penting adalah bagaimana promotor menggunakan kekuatan finansial nya dalam jangka panjang, apakah mereka menutup pintu bagi promotor lain, memaksa petinju keluar dari sistem yang sudah ada.

Dari contoh yang terlihat di atas mereka masih bersedia bekerja sama ketika di butuhkan, bukan berarti kekhawatiran Shalom otomatis salah, sebab Zuffa masih pemain baru dalam peta tinju dan kekuatan mereka bisa berkembang jauh lebih besar pada masa mendatang.

Perdebatan ini masih berada pada tahap melihat arah ke mana tinju akan bergerak, Shalom sudah mengingatkan bahaya nya dari sekarang tapi Zuffa masih memiliki kesempatan untuk membuktikan lewat tindakan nya apakah kekhawatiran itu beralasan atau tidak.

#BenShalom #BOXXER

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top