Di antara 4 pertarungan yang di jadwalkan dalam agenda WBO Regional Title Fights pada pertengahan Agustus 2026, duel Ernesto Mercado melawan Emmanuel Tagoe menjadi laga yang paling di tunggu.
Mercado sedang menikmati masa terbaik nya sebagai salah satu prospek paling menjanjikan, saat ini dia berusia 24 tahun itu belum tersentuh kekalahan dengan catatan 19 kemenangan 18 di antaranya di raih lewat KO.
Nama nya semakin di perhitungkan ketika menghadapi lawan yang berkualitas, penampilan terakhir Mercado berhasil melewati mantan juara dunia Jose Pedraza, mantan penantang gelar Jeremia Nakathila sampai Juan Carlos Burgos pada Juni lalu menang KO ronde ke 2.
Rangkaian kemenangan ini perlahan mengangkat posisi nya dalam peringkat, tak sedikit yang mulai melihat nya sebagai salah satu calon penantang gelar dalam waktu dekat, lawan nya Emmanuel Tagoe datang membawa bekal yang tidak ada di Mercado yaitu pengalaman, dia cukup di segani pern berbagi ring dengan Ryan Garcia pada 2022, meski gagal meraih kemenangannTagoe mampu bertahan hingga ronde terakhir melawan petinju yang saat itu sedang berada di puncak popularitas.
Pengalaman ini membuat Tagoe tetap menjadi lawan yang berbahaya, dia mungkin sudah tidak seaktif beberapa tahun lalu tetapi petinju veteran kadang mampu menghancurkan mimpi petinju muda seperti Frank Sanchez meng KO Richard Torrez jr.
Apabila Mercado menang atas Tagoe akan memperkuat posisi nya di jajaran atas WBO dan menjaga jalurnkya menuju perebutan gelar dunia, secara keseluruhan dia memang lebih diunggulkan dari usia, performa dan kekuatan pukulan nya.

2. Jordy Cordina vs Karlo Rodriguez: 15 Agustus 2026.
Di tanggal yang sama perhatian akan tertuju ke duel sesama petinju Puerto Rico Jordy Cardona menghadapi Karlo Rodriguez yang akan memperebutkan sabuk WBO Global Bantamweight yang sedang kosong.
Pertandingan ini menjadi kesempatan emas bagi salah satu dari mereka untuk mulai membangun nama di tingkat internasional, walau belum sepopuler nama besar di divisi bantam Cardona datang dengan modal yang menjanjikan, dia masih menjaga rekor tak terkalahkan 10-0-(9 KO) dan di pandang sebagai salah satu prospek yang layak di perhatikan dari Puerto Rico.
Karlo Rodriguez, petinju yang juga sedang berusaha menembus persaingan meski memiliki satu kekalahan dalam rekor nya dia telah menghadapi lawan dengan level kompetitif dan memiliki pengalaman yang sedikit lebih matang di banding sebagian besar prospek seusia nya.
Sekarang kedua nya sama sama sedang memburu pengakuan, gelar WBO Global menjadi batu loncatan untuk meningkatkan posisi mereka di peringkat organisasi dan membuka peluang menghadapi lawan yang lebih besar di masa mendatang.
Meskipun masih berada di level regional, kemenangan di laga ini bisa menjadi langkah awal menuju panggung yang lebih tinggi apabila pemenang nya mampu menjaga konsistensi dalam beberapa tahun ke depan.
3. Fillemon vs Dorona: 15 Agustus 2026.
Pindah ke Namibia pertarungan dari divisi flyweight, petinju tuan rumah Fillemon Nghutenanye akan menghadapi Nathaniel Dorona dari Filipina untuk memperebutkan sabuk WBO Global Flyweight, ini memang tidak banyak mendapat sorotan di banding laga Mercado vs Tagoe tetapi menyimpan arti penting bagi mereka.
Nghutenanye bukan nama baru di kawasan Afrika, dalam beberapa tahun terakhir dia perlahan membangun reputasi sebagai salah satu petinju terbaik Namibia di kelas flyweight, perjalanan nya menuju perebutan sabuk Global ini juga tidak mudah, WBO sempat mengeluarkan keputusan resmi yang mengakui hak nya untuk kembali memperebutkan gelar setelah sengketa hasil pertandingan sebelum nya sampai akhir nya status sabuk kosong.
Kesempatan itu kini datang di depan mata, bermain di hadapan publik sendiri tentu menjadi keuntungan tersendiri, tapi Nathaniel Dorona 9.-0-(5 KO) tidak bisa cap sebagai pelengkap, petinju asal Filipina itu membawa harapan besar untuk kembali mengangkat nama negara nya di divisi flyweight.
Kemenangan dalam laga menjadi pintu masuk menuju peringkat yang lebih tinggi di WBO sehingga hasil pertandingan ini bisa membuka jalan menuju pertarungan yang lebih besar dalam beberapa tahun ke depan.
4. Takesako vs Kawabuchi: 16 Agustus 2026.
Rangkaian WBO Regional Title Fights akan di tutup dengan duel sesama petinju Jepang, Kazuto Takesako menghadapi Kazusa Kawabuchi yang akan memperebutkan sabuk WBO Asia Pacific Middleweight yang juga sedang kosong pada 16 Agustus 2026 waktu setempat.
Takesako datang sebagai petinju yang lebih berpengalaman, sepanjang karir profesional nya telah menghadapi sejumlah lawan dengan level persaingan yang lebih tinggi dan beberapa kali tampil dalam perebutan gelar regional.
Rekor tersebut membuat nya lebih di unggulkan dari sisi jam terbang terutama saat menghadapi tekanan di pertandingan penting, Kawabuchi masih berada di awal baru menjalani sedikit pertarungan profesional, dia berhasil menjaga rekor nya dan duel melawan Takesako menjadi ujian terbesar nya.
Perbedaan pengalaman menjadi salah satu faktor utama, Takesako tentu ingin memanfaatkan kematangan nya untuk kembali merebut gelar regional dan Kawabuchi memiliki kesempatan membuktikan siap bersaing dengan petinju yang lebih berpengalaman.
Selain memperebutkan sabuk WBO Asia Pacific, kemenangan juga akan memberikan dorongan bagi posisi pemenang di peringkat WBO, selama ini tidak sedikit petinju Asia yang berhasil melangkah ke perebutan gelar dunia setelah lebih dulu menguasai sabuk regional WBO, sebab itu hasil ini bisa menjadi awal dari perjalanan yang lebih besar bagi salah satu di antara mereka.
Baca juga:
#Ernestomercado #EmanuelTagoe #WBO









