Headline

Isaac Cruz Siap Hadapi Ryan Garcia, Tapi Tak Mau Asal Naik Ring

Cruz siap hadapi Garcia tapi tak mau asal bertarung

Isaac Cruz sudah membuka jalan untuk pertarungan melawan Ryan Garcia, tapi setelah ada penawaran duel pada Desember 2026, ada sesuatu yang tidak bisa di lewati begitu saja, apakah dia siap kembali naik ring secepat itu.

Suasana nya memang bergerak cepat, Cruz baru saja menghentikan Nestor Bravo pada ronde ke 6, tidak lama setelah laga berakhir, Ryan Garcia memberikan ucapan selamat di akun pribadinya, juara WBC kelas welter itu menyatakan ingin menghadapi nya pada Desember, tawaran itu sudah berada di atas meja, bila Cruz tidak menerima kesempatan itu dia tidak ingin kembali membicarakan duel mereka.

Dari Cruz sendiri masalah nya bukan soal berani atau tidak menghadapi Ryan, sebelum mengeluarkan tawaran tersebut petinju Meksiko itu sudah mengatakan siap menghadapi nama besar, seusai mengalahkan Bravo dia memanggil nama nya dan tidak mempermasalahkan kapan pertarungan itu berlangsung.

Dalam konferensi pers resmi setelah laga, Cruz dengan bahasa aslinya bilang Desember, Mei, September, tidak masalah keinginan ada, mari kita wujudkan.

Dengan jelas dia menerima tantangan secara prinsip, yang belum bisa di sepakati adalah tanggal nya, saat diarahkan secara khusus kepada kemungkinan bertarung pada Desember, Cruz mengatakan keputusan itu harus di bicarakan lebih dulu dengan tim dan promotor, prioritasnya adalah memastikan dia datang ke pertarungan dalam kondisi optimal, kata saya siap melawan Ryan tidak sama dengan saya pasti siap melawan nya pada Desember.

Cruz baru saja bertarung 19 September, bila duel melawan Ryan digelar pada Desember, dia hanya mempunyai waktu kurang dari tiga bulan untuk memulihkan diri, menjalani persiapan, menyelesaikan urusan kontrak dan menyesuaikan strategi menghadapi lawan yang berbeda jauh karakteristik nya dari Bravo.

Memang Cruz tidak menjalani dengan panjang tapi pendek nya pertandingan bukan berarti persiapan untuk laga berikut nya jadi gampang.

Setelah melihat Cruz menang tanpa bantahan Ryan seperti mempersempit pilihan nya dengan langsung menawarkan duel Desember yang membuat persiapan nya menjadi berat dari keputusan.

Selain itu perbedaan kelas masih sedikit jadi masalah khusus Cruz, bila pertarungan di buat di kelas welter maka dia harus naik tujuh pound untuk menghadapi Ryan.

Bukan berarti Cruz tidak mampu naik kelas tapi semakin tinggi lawan yang dihadapi nya maka waktu untuk mempersiapkan tubuh dan strategi juga butuh waktu, apalagi Ryan memiliki keunggulan fisik dalam hal tinggi dan jangkauan, ditambah kecepatan tangan yang sudah dia buktikan saat membekuk Conor Benn.

Apakah Desember Terlalu Cepat?

Kita bisa melihat kedua kubu mempunyai alasan masing-masing, Ryan baru bertarung seminggu sebelum Cruz, kemenangan cepat nya tidak menerima banyak durasi pertarungan juga sudah menyatakan sebelum bahwa ingin tetap aktif tidak akan menunggu sampai Mei untuk kembali bertanding.

Berarti bulan Desember jadwal yang sesuai dengan rencana Ryan tetapi Cruz juga perlu menyesuaikan diri apabila naik dari 140 ke 147 pound, sebab itu dia meminta waktu untuk berdiskusi dengan tim nya bukan berarti menolak, yang sedang di pertimbangkan adalah bagaimana masuk ke pertarungan sebesar ini tanpa harus di paksakan karena tanggal.

Menurut penulis masalah jadwal Desember memang terlihat sangat mepet tetapi kalau kita mundur ke era 1970-an dan 1980-an, ukuran tentang terlalu cepat kembali naik ring bukan hal tabu.

Thomas Hearns contoh nya, pada 1978 bertarung dua kali di bulan Februari dan kembali dua kali pada Maret, setahun kemudian bertanding pada 11 Januari lalu kembali naik ring hanya 20 hari kemudian, awal 1980 menjalani laga pada 3 Februari, 2 Maret dan 31 Maret, berarti ada periode ketika seorang petinju bisa bertanding lagi hanya dalam hitungan minggu.

Roberto Duran juga memperlihatkan keganasan nya, pada 1973 dia bertanding 20 Januari, 22 Februari dan 17 Maret, jeda antar pertandingan nya hanya sekitar satu bulan, kita tahu dia bukan petinju memilih pertarungan dengan santai tapi membangun karir dengan terus naik ring menghadapi lawan tak kenal batasan.

Sugar Ray Leonard pun pernah melewati 1979 dengan 9 pertandingan mulai dari Januari, Februari, Maret, April, Mei dan Juni secara beruntun sebelum kembali naik ring pada Agustus, September dan November.

Tentu saja penulis tidak akan mengatakan Cruz harus meniru mentah-mentah kebiasaan petinju 40 atau 50 tahun lalu karena kondisi sekarang sudah berubah, kamp latihan lebih terstruktur, pertandingan besar menghasilkan uang lebih besar dan setiap pertarungan memiliki konsekuensi bisnis yang berbeda, apalagi dia sedang mempertimbangkan naik dari 140 ke 147 pound untuk menghadapi Ryan.

Tetapi contoh tersebut memberikan perspektif lain, bertarung kembali dalam waktu kurang dari tiga bulan bukan sesuatu yang secara historis mustahil bagi petinju profesional, kalau Cruz memang merasa tubuh nya sudah pulih dan timnya mampu menyiapkan perpindahan ke 147 dengan baik, Desember tidak harus di hindari dan tidak ada alasan sejarah tinju mengatakan itu terlalu cepat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top