Headline

Sudah Tahu? Inilah 10 Mantan Juara Dunia yang Memilih Bertarung Di Zuffa Boxing

para mantan juara dunia yang bertarung di Zuffa Boxing

Zuffa Boxing tidak hanya menjadi panggung bagi petinju muda yang ingin meniti karir tapi juga berhasil membawa sejumlah mantan juara dunia untuk bergabung, mereka telah menghadirkan beberapa mantan pemegang gelar dunia dari empat badan tinju utama yaitu WBA, WBC, IBF dan WBO.

Sebagian dari mereka datang setelah kehilangan gelar dunia dan ingin menghidupkan kembali kejayaan nya ada pula yang memilih bergabung setelah melepaskan sabuk juara demi mengejar tantangan baru, inilah daftar para mantan juara dunia yang pernah bertanding di Zuffa Boxing.

1. Jai Opetaia (Australia).

Jai Opetaia menjadi salah satu rekrutan terbesar Zuffa Boxing sekaligus wajah utama promotor besutan Dana White di divisi kelas penjelajah, petinju kidal asal Australia itu sebelum nya adalah juara dunia IBF setelah merebut gelar dari Mairis Briedis dan mempertahankan nya beberapa kali.

Perjalanan Opetaia berubah drastis ketika memutuskan bergabung dia tetap menjalani pertarungan melawan Brandon Glanton yang juga memperebutkan sabuk pertama Zuffa Boxing, keputusan itu membuat IBF mencabut gelar dunia milik nya karena  tidak mengikuti aturan badan tinju.

Meski kehilangan status sebagai juara Opetaia masih memegang sabuk The Ring dan menjadi juara perdana Zuffa Boxing di kelas penjelajah, bahkan dia kini di jadwalkan menghadapi juara dunia WBC Noel Mikaelian dalam event kolaborasi yang di prediksi menjadi salah satu pertarungan terbesar di divisi cruiserweight tahun ini.

2. Jose Rayo Valenzuela (Amerika Serikat).

Jose Rayo Valenzuela pernah menyandang gelar juara dunia WBA kelas welter super setelah mengalahkan Isaac Cruz, sayang nya masa pemerintahan nya tidak berlangsung lama karena harus kehilangan sabuk saat menghadapi Gary Antuanne Russell.

Kekalahan itu tidak menghentikan Valenzuela, dia memulai babak baru bersama dan di percaya tampil sebagai partai utama pada Zuffa Boxing 2.

Kepercayaan tersebut di bayar dengan kemenangan atas Diego Torres yang kemudian membalas kekalahan lama nya dari Edwin De Los Santos melalui kemenangan KO ronde ke 2 di Zuffa Boxing 8.

Petinju kidal asal Amerika Serikat itu kini menjadi salah satu nama penting di divisi ringan Zuffa Boxing, dengan pengalaman sebagai mantan juara dunia Valenzuela masih memiliki peluang besar untuk kembali bersaing memperebutkan gelar dunia pada masa mendatang.

3. Charles Martin (Amerika Serikat).

Charles Martin merupakan mantan juara dunia IBF kelas berat, dia mencapai puncak karir nya pada Januari 2016 setelah merebut gelar yang kosong, meski masa jabatan nya tidak berlangsung lama Martin tetap tercatat sebagai salah satu petinju yang pernah menyandang sabuk juara dunia di divisi paling bergengsi dalam dunia tinju.

Kesempatan mempertahankan gelar nya datang hanya beberapa bulan kemudian saat menghadapi Anthony Joshua, Martin gagal mempertahankan sabuk nya setelah kalah KO pada ronde kedua.

Kekalahan itu mengakhiri status nya sebagai juara sekaligus membuat karir nya mengalami pasang surut, setelah cukup lama berusaha kembali ke papan atas divisi heavyweight, Martin memutuskan bergabung dengan Zuffa Boxing untuk membuka lembaran baru, dia mengaku kesempatan ini menjadi motivasi besar karena masih ingin membuktikan diri mampu bersaing dengan para petinju terbaik meski usia nya tidak lagi muda.

Martin terlihat dengan menempatkan nya sebagai partai utama Zuffa Boxing 3 menghadapi petinju Nigeria Efe Ajagba tapi harus terhenti setelah kalah TKO pada ronde ke 4.

Walaupun gagal meraih kemenangan, kehadiran mantan juara dunia IBF kelas berat ini semakin memperkuat kualitas daftar petinju yang pernah tampil di bawah bendera Zuffa Boxing.

4. Serhii Bohachuk (Ukraina).

Serhii Bohachuk menjadi salah satu mantan juara dunia yang memperkuat jajaran, dia pernah menyandang status juara dunia interim WBC kelas welter super setelah mengalahkan Brian Mendoza meski akhir nya kehilangan gelar saat menghadapi Vergil Ortiz Jr.

Nama Bohachuk tetap di perhitungkan sebagai salah satu petinju paling berbahaya berkat gaya bertarung yang agresif dan rasio kemenangan KO yang tinggi.

Setelah perjalanan panjang di kelas welter super, Bohachuk memutuskan menerima tantangan baru, bersamaan dengan itu dia juga memilih naik ke kelas menengah karena merasa penurunan berat badan menuju 154 pon semakin sulit di lakukan.

Keputusan tersebut di harapkan dapat membuat performa nya kembali maksimal, debut Bohachuk terjadi pada Zuffa Boxing 2, dia di pertemukan dengan mantan juara dunia WBA Radzhab Butaev dalam duel yang berlangsung sengit selama sepuluh ronde.

Bohachuk keluar sebagai pemenang melalui keputusan terbelah dan membuktikan masih bisa menjadi ancaman serius meski tampil di divisi baru.

Dari kemenangan itu Bohachuk kembali d percaya tampil sebagai partai utama Zuffa Boxing 6, langkah nya terhenti setelah kalah dari Shane Mosley Jr, kehadiran petinju asal Ukraina itu semakin memperlihatkan bahwa mereka mampu menghadirkan mantan juara dunia dengan kualitas tinggi ke dalam setiap gelaran acara nya.

5. Radzhab Butaev (Rusia).

Nama Radzhab Butaev pernah menghiasi jajaran juara dunia setelah berhasil merebut sabuk WBA kelas welter, dia mencapai puncak karir usai menumbangkan Jamal James tetapi tidak mampu mempertahankan gelar dalam laga berikut nya sehingga status nya berubah menjadi mantan juara dunia.

Meski kehilangan sabuk juara, Butaev tidak kehilangan reputasi nya sebagai petinju berpengalaman, rekor nya di level dunia membuat Zuffa Boxing tertarik membawa nya bergabung untuk meramaikan persaingan di divisi welter.

Kehadiran nya menambah daftar mantan juara dunia yang memilih melanjutkan karier di bawah promotor besutan Dana White, perjalanan nya di mulai pada Zuffa Boxing 2 ketika dia di pasangkan melawan Serhii Bohachuk.

Pertemuan dua mantan pemegang gelar itu menjadi salah satu laga yang paling di nantikan karena sama sama memiliki pengalaman bertarung di level elite, Butaev mampu memberikan tekanan sepanjang pertandingan namun akhir nya harus menerima kekalahan melalui keputusan terbelah setelah pertarungan berlangsung selama sepuluh ronde.

Walaupun belum berhasil meraih kemenangan Butaev tetap menjadi salah satu nama besar yang memperkuat kualitas roster Zuffa Boxing.

Pengalaman nya sebagai mantan juara dunia membuat setiap penampilan nya masih layak di tunggu dan membuktikan bahwa Zuffa Boxing tidak hanya di huni petinju muda tetapi juga petarung yang pernah mencapai puncak di panggung tinju dunia.

6. Oleksandr Gvozdyk (Ukraina).

Oleksandr Gvozdyk menjadi salah satu mantan juara dunia yang menambah kualitas persaingan di Zuffa Boxing, dia pernah berdiri di puncak divisi kelas berat ringan setelah berhasil merebut sabuk juara dunia WBC.

Prestasi itu membuat nama nya di kenal sebagai salah satu petinju terbaik di sebelum kehilangan gelar dalam laga penyatuan sabuk melawan Artur Beterbiev.

Usai mengalami kekalahan perjalanan karir Gvozdyk sempat terhenti, dia memutuskan meninggalkan untuk beberapa waktu, keinginan nya untuk kembali bertanding membuat petinju berpengalaman itu memilih naik ring lagi dan mencari tantangan baru bersama Zuffa Boxing.

Kesempatan pertama Gvozdyk datang pada Zuffa Boxing 2, berbekal pengalaman sebagai mantan juara dunia dia menghadapi Radivoje Kalajdzic dalam salah satu laga yang menyita perhatian.

Gvozdyk sempat menunjukkan kualitas nya dengan menjatuhkan lawan di awal pertarungan, tetapi momentum perlahan berubah sampai harus menerima kekalahan TKO pada ronde ke 7.

Walau hasil debut nya tidak sesuai harapan, kehadiran Gvozdyk tetap menjadi nilai tambah, sebagai mantan juara dunia WBC membuktikan bahwa promotor ini mampu menghadirkan petinju yang pernah mencapai puncak prestasi di level internasional dan memberikan warna tersendiri dalam persaingan divisi berat ringan.

7. Mark Magsayo (Filipina).

Mark Magsayo menjadi salah satu petinju Asia yang berhasil menorehkan prestasi di panggung dunia sebelum bergabung dengan Zuffa Boxing, dia pernah menyandang gelar juara dunia WBC kelas bulu setelah mengalahkan Gary Russell Jr.

Kemenangan itu membuat nama nya masuk dalam daftar juara dunia asal Filipina dan di gadang-gadang sebagai penerus para legenda di negara nya.

Tetapi perjalanan Magsayo sebagai juara tidak berlangsung lama, dia kehilangan sabuk WBC saat menghadapi Rey Vargas kemudian gagal merebut kembali gelar interim saat berhadapan dengan Brandon Figueroa.

Kesempatan baru datang ketika Magsayo memutuskan bergabung di sini, bersamaan dengan itu dia mengambil keputusan besar dengan naik ke kelas ringan (135 pon) demi mencari tantangan baru sekaligus mengejar peluang menjadi juara dunia di divisi yang berbeda.

Langkah ini menjadi awal baru dalam karir profesional nya setelah beberapa tahun berkutat di kelas bulu, debut Magsayo bersama Zuffa Boxing berlangsung pada Zuffa Boxing 5 menghadapi petinju Irlandia Feargal McCrory, penampilan nya langsung menggebrak panggung karena mampu mendominasi jalan nya pertarungan sebelum menghentikan McCrory melalui TKO pada ronde ke 5.

Kemenangan itu memberikan bukti bahwa mantan juara dunia WBC itu masih memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi dan menjadi salah satu petinju yang patut di perhitungkan dalam persaingan kelas ringan.

8. Chris Billam-Smith (Inggris).

Chris Billam-Smith menjadi salah satu nama besar yang memperkuat divisi kelas penjelajah setelah resmi bergabung, sebelum nya dia telah membuktikan kemampuan nya dengan meraih gelar juara dunia WBO yang mengukuhkan diri sebagai salah satu petinju terbaik di negara nya.

Selama menyandang status juara dunia, Billam-Smith mampu mempertahankan gelar nya sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan Gilberto Ramirez dalam pertarungan unifikasi.

Kekalahan nya memang mengakhiri masa jabatan sebagai juara dunia, tetapi tidak mengurangi reputasi nya sebagai petinju yang selalu berani menghadapi lawan terbaik.

Setelah membuka lembaran baru bersama Zuffa Boxing, Billam-Smith mengungkapkan ambisi nya untuk kembali berada di puncak, salah satu target yang paling sering di sebut adalah duel melawan Jai Opetaia yang saat ini menjadi penguasa, bergabung nya Billam-Smith tidak hanya mencari pertandingan tapi untuk kembali memburu pertarungan terbesar.

Debut nya nerlangsung pada Zuffa Boxing 7 ketika promotor ini menggelar event untuk pertama kali nya di Inggris melawan mantan juara WBC Bridgerweight Ryan Rozicki, dia berhasil meraih kemenangan lewat penghentian RTD pada ronde ke 7 setelah lawan nya babak belur akibat serangan brutal yang dia lepaskan.

9. Jerwin Ancajas (Filipina).

Jerwin Ancajas menjadi salah satu petinju Filipina yang berhasil mengukir prestasi di level dunia sebelum bergabung dengan Zuffa Boxing, selama beberapa tahun dia sebagai pemegang gelar juara dunia IBF kelas terbang super dan mampu mempertahankan sabuk nya hingga sembilan kali.

Pencapaian itu menempatkan Ancajas sebagai salah satu juara dunia Filipina dengan masa kejayaan yang cukup panjang.

Dominasi Ancajas akhir nya berakhir setelah takluk dari Fernando Martinez, sejak kehilangan gelar dia terus berusaha menemukan kembali performa terbaik nya dengan menjajal tantangan di kelas yang lebih tinggi.

Walaupun hasil yang di raih belum ssesuai harapan Ancajas tetap memiliki tekad untuk kembali bersaing di papan atas, penampilan perdana nya di Zuffa Boxing terjadi pada Zuffa Boxing 8 ketika dia berhadapan dengan Omar Trinidad, pertarungan berlangsung sengit hingga ronde terakhir dan Ancajas harus menerima kekalahan melalui keputusan mutlak.

Meski belum berhasil mencatat kemenangan, kehadiran mantan juara dunia IBF ini menambah daftar petinju berprestasi yang memilih melanjutkan karir bersama Zuffa Boxing.

10. Richardson Hitchins (Amerika Serikat).

Richardson Hitchins menjadi salah satu nama terbaru yang bergabung setelah Shakur Stevenson, dengan membawa status sebagai mantan juara dunia IBF kelas welter super dia berhasil meraih sabuk dunia setelah mengalahkan Liam Paro, kemudian mempertahankan nya dengan kemenangan impresif atas George Kambosos Jr.

Di saat karir nya sedang berada di puncak, Hitchins mengambil keputusan memilih mengosongkan gelar setelah resmi menandatangani kontrak, dia ingin naik ke kelas welter dan membuka peluang menghadapi lawan baru yang lebih menantang.

Perjalanan Hitchins di mulai pada Zuffa Boxing 9, tampil sebagai salah satu petinju unggulan dia langsung menunjukkan kualitas nya dengan mengalahkan Ricardo Salas melalui kemenangan angka mutlak.

Hasil itu memperpanjang catatan positif nya juga menjadi awal yang menjanjikan di divisi baru nya, bergabung nya Richardson Hitchins semakin memperlihatkan daya tarik Zuffa Boxing di mata para petinju elite dunia.

Berbeda dengan sebagian besar mantan juara yang datang setelah kehilangan sabuk Hitchins meninggalkan gelar dunia yang masih berada di tangan nya demi memulai babak baru bersama promotor besutan Dana White, langkah ini menunjukkan besar nya ambisi untuk terus berkembang dan mengejar tantangan yang lebih besar dalam karir nya.

#ZuffaBoxing #JaiOpetaia #JoseValenzuela #RichadsonHitchins

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top