Hamzah Sheeraz akhirnya mengambil keputusan yang sebelum nya sudah sempat dia isyaratkan, petinju Inggris tersebut resmi meninggalkan gelar juara dunia kelas menengah super WBO setelah menolak melanjutkan kewajiban menghadapi penantang wajib Janibek Alimkhanuly.
Keputusan ini sekaligus mengakhiri rangkaian polemik yang dalam beberapa pekan terakhir mengiringi rencana duel Sheeraz kontra Janibek.
Sebelum nya, Sheeraz secara terbuka mempertanyakan keputusan WBO menunjuk Janibek sebagai mandatory challenger menyebut keputusan tersebut sebagai sesuatu yang “corrupt” dan mempertanyakan proses yang membuat petinju Kazakhstan itu mendapatkan kesempatan perebutan gelar di kelas 168 pound.
WBO kemudian memberikan penjelasan dan membantah adanya korupsi ataupun kepentingan pribadi dalam keputusan, presiden WBO Gustavo Olivieri menjelaskan bahwa kasus Janibek memiliki sejumlah pertimbangan tersendiri, termasuk status nya sebagai mantan juara dunia dan fakta bahwa pelanggaran doping itu terjadi sebelum pertarungan yang di rencanakan berlangsung.
Semua perdebatan itu akhirnya masuk ke tahap yang lebih serius, WBO sebelum nya memberikan kesempatan kepada Queensberry Promotions, pihak yang menangani Sheeraz dan Top Rank selaku promotor Janibek untuk mencapai kesepakatan pertarungan.
Negosiasi tersebut tidak menghasilkan kesepakatan sehingga WBO menggelar purse bid pada 16 September, hasilnya Queensberry menjadi pemenang dengan mengajukan tawaran sebesar 1.001.809 dolar AS, mengungguli tawaran Top Rank sebesar 820.000 dolar AS, dengan begitu pihak Sheeraz sebenar nya berhasil mengamankan hak promosi pertarungan.
Pertarungan sudah memiliki jalur resmi untuk dilaksanakan tetapi Sheeraz tetap memilih untuk tidak melanjutkan nya.
Kepastian mengenai keputusan tersebut kemudian datang langsung dari Presiden WBO Gustavo Olivieri, dalam pernyataan resminya, WBO mengonfirmasi bahwa Queensberry telah memberikan pemberitahuan tertulis bahwa Sheeraz memilih untuk tidak menjalankan mandatory defense melawan Janibek dan secara sukarela menyerahkan gelar juara dunia kelas menengah super milik nya.

Pernyataan itu juga menegaskan bahwa WBO menghormati keputusan Sheeraz dan tetap membuka pintu bagi sang petinju serta timnya di masa mendatang, tapi WBO World Championship Committee baru akan menentukan langkah berikut nya pada Senin 21 September 2026, termasuk bagaimana status gelar dan posisi para petinju di divisi ini.
Perjalanan Sheeraz menuju gelar WBO sebenarnya berlangsung cukup cepat, dia merebut sabuk yang sebelum nya ditinggalkan Terence Crawford setelah menghentikan Alem Begic pada ronde ke 2 di Mesir.
Setelah itu Sheeraz menjalani pertahanan pertamanya menghadapi Simon Zachenhuber dan menang melalui majority decision, setelah pertarungan tersebut, WBO memerintahkannya menghadapi Janibek tapi Sheeraz tidak menerima keputusan tersebut, dia sudah mengatakan bahwa melepas sabuk bisa menjadi pilihan nya, sekarang menjadi kenyataan.
Apakah Hamzah Sheeraz takut menghadapi Janibek Alimkhanuly? Kita tentu tidak bisa memastikan karena hanya dia sendiri yang tahu alasan sebenar nya di balik keputusan nya tetapi sulit juga bila tidak melihat fakta bahwa dia akhirnya memilih melepas gelar setelah sebelum nya sangat keras mengkritik keputusan WBO sebagai mandatory challenger.
Terlebih lagi masalah nya bukan siapa yang akan di lawan nya, Sheeraz sudah terlanjur mempertanyakan keputusan WBO sampai menggunakan kata korupsi karena Janibek pernah tersandung kasus tes doping, bisa saja dari pemikiran nya ini tentang prinsip, kenapa harus menghadapi Janibek ketika masih ada banyak petinju lain yang bisa menjadi lawan, intinya menyebut takut jelas terlalu jauh namun keputusan melepas sabuk tentu membuat pertanyaan itu muncul dengan sendiri nya.
Janibek sendiri seperti menyiram bensin ke dalam situasi ini, dalam beberapa unggahannya di X, dia menyindir Sheeraz agar berhenti “merengek” di podcast dan pilih naik ring untuk bertarung, dia juga sempat mengunggah foto mereka berdua dengan pesan bahwa mereka bukan musuh karena yang dia inginkan hanyalah gelar.
Unggahan terbaru nya semakin memperjelas ambisi nya dengan mengatakan “Semua orang tahu saya tidak tertarik pada uang. Saya siap! Saya juga siap untuk melihat berita bahwa dia melepaskan gelar itu. Saya hanya butuh gelar itu. Lalu saya harus bersatu dengan Canelo. Itu saja!”
Kalau melihat seluruh rangkaian ini, penulis lebih melihat masalah nya sebagai benturan antara sikap Sheeraz terhadap keputusan WBO dan ambisi Janibek mengejar sabuk bukan bukti bahwa Sheeraz pasti takut, tetapi pada ending nya memang memilih meninggalkan gelar dari pada menyelesaikan keributan ini di atas ring.
Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Dengan Sheeraz sudah menyerahkan gelar nya, kita hanya menunggu pada keputusan WBO mengenai perebutan sabuk yang kini kosong, komite WBO akan menentukan status kejuaraan, Janibek sudah pasti menjadi salah satu nama yang berada di atas karena sebelum nya dia sudah di tetapkan sebagai mandatory challenger.
Organisasi masih akan memilih siapa yang akhir nya akan mendapatkan kesempatan bertarung untuk sabuk kosong itu, yang pasti saga Sheeraz-Janibek tidak berakhir dengan bel pertandingan di atas ring.









