Headline

Balasan Timothy Bradley Untuk Shakur Stevenson: Saya Masuk 3 Hall of Fame

Bradley balas serangan Shakur

Timothy Bradley akhirnya memberikan balasan langsung kepada Shakur Stevenson setelah petinju muda itu menyerang rekam jejak nya bahkan mengancam akan mengambil pekerjaan nya sebagai komentator tinju.

Perseteruan ini bermula setelah Bradley mengkritik wacana Shakur untuk menghadapi Ryan Garcia di kelas welter setelah sukses pertahankan gelar nya lawan Conor Benn, dia mempertanyakan apakah Shakur siap naik ke 147 pound, mengingat sebelum nya muncul perdebatan mengenai pertarungan melawan Devin Haney di catchweight 144 pound.

Shakur kemudian membalas dengan serangkaian pernyataan keras, termasuk mempertanyakan bagaimana Bradley bisa masuk Hall of Fame, awal nya dia mengatakan sebenar nya tidak tertarik menanggapi serangan tersebut karena sebagian besar ucapan Shakur hanyalah opini, tapi ketika status nya sebagai petinju dan pencapaian nya di pertanyakan dia merasa perlu meluruskan sejumlah hal melalui channel YouTube nya.

Salah satu nya yang paling ditekankan Bradley adalah pengakuan Hall of Fame, perjalanan karir nya tidak bisa di hapus hanya karena Shakur menilai gaya bertarung atau pencapaian nya berbeda.

“Kamu duduk di sana dan mengatakan tidak tahu bagaimana saya bisa masuk Hall of Fame dan segala macam nya, biarkan saya memberi kamu sedikit pelajaran, saya pernah berada di posisi yang sekarang kamu tempati dalam pound-for-pound, kamu berada di nomor tiga. Saya juga pernah berada di nomor tiga. Sekarang mungkin kamu melihat rekaman saya dan berpikir, ‘Dia jelek,’ lalu membayangkan apa yang bisa kamu lakukan kalau berada di ring bersama saya, tapi saya tidak hanya masuk satu kali Hall of Fame tapi 3 kali, itu berarti rekan-rekan saya dan para senior yang menyaksikan generasi demi generasi melihat bagaimana saya bertarung, mereka yang memasukkan saya ke Hall of Fame.”

Bradley juga mengingatkan bahwa dia pernah mendapatkan pengakuan internasional di luar Amerika Serikat yaitu penghargaan Fight of the Year yang diraih nya di Inggris pada 2008 sebagai salah satu bukti bahwa kontribusi nya terhadap olahraga tidak hanya dinilai dari jumlah kemenangan KO.

Dia memang mengakui sesuatu yang terus menjadi bahan kritik adalah bukan petinju yang terkenal karena sering menghentikan lawan dengan pukulan keras sampai KO, tapi gaya bertarung bukan satu-satunya ukuran untuk menilai perjalanan seorang petinju.

“Saya memenangkan penghargaan di Inggris, saya bukan orang Inggris, tahun 2008 silakan cari sendiri, Fight of the Year, kamu mungkin tidak akan pernah melihat hal seperti itu karena gaya bertarung kita berbeda, tidak, saya memang tidak membuat orang tidur, saya tidak melakukan itu tapi saya menghormati tinju. Saya menghormati pertarungan, menghormati semua gaya, saya adalah salah satu petarung terbaik di generasi saya, dan orang-orang yang kamu kagumi, seperti Terence Crawford dan Andre Ward mereka akan mengatakan hal yang sama kepadamu.”

Setelah membela rekam jejaknya, Bradley kembali ke akar yang memicu perselisihan, dia mengatakan Shakur memang sudah memiliki sejumlah pencapaian termasuk gelar dunia di empat kelas, tetapi masih membutuhkan lebih banyak pertarungan beresiko tinggi jika ingin membuktikan sebagai petarung terbaik.

Bradley juga mengakui bahwa Shakur memang memiliki uang lebih banyak dari nya tetapi hal itu tidak ada hubungan nya dengan kritik yang dia sampaikan sebelum nya.

“Ya…kamu mungkin punya uang lebih banyak daripada saya, tetapi itu sama sekali tidak relevan dengan apa yang saya katakan tentang kamu, Ryan Garcia menghasilkan lebih banyak uang dari pada kamu, kamu menghasilkan lebih banyak uang daripada saya, api ini memalukan kawan….Ryan mendapatkan sorotan yang seharus nya menjadi milikmu, kamu seharusnya menjadi orang itu, rencananya adalah kamu melawan Haney dan kamu akan mendapatkan semua sorotan yang dia dapatkan, sekarang kamu seharusnya menjadi wajah Zuffa tetapi kamu bukan, tahu siapa yang menjadi wajahnya? Ryan Garcia.”

Apapun yang di katakan nya Bradley tidak ada niat mundur dari dunia tinju hanya karena Shakur mengatakan akan mengambil pekerjaannya, dia meminta Shakur berhenti mengandalkan perang kata-kata dan mulai mengambil lebih banyak dalam pertarungan.

Pencapaian Shakur memang sudah cukup besar untuk mendapatkan pengakuan tetapi perjalanan menuju posisi teratas masih membutuhkan pembuktian lebih jauh di atas ring.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top