Persaingan di atas ring tak lepas dari adu mulut dan saling sindir, tapi kisah yang mengiringi duel Rolly Romero melawan Teofimo Lopez pada 22 Agustus mendatang menghadirkan sesuatu yang mungkin tidak di ketahui orang banyak.
Di balik perebutan gelar juara dunia ini tersimpan cerita persahabatan yang sampai sekarang masih di ingat oleh Rolando Romero.
Dalam sesi Face Off bersama DAZN, Romero secara terbuka mengungkapkan bahwa Lopez pernah membantu nya saat berada di masa susah, momen itu terjadi jauh sebelum kedua nya berada di posisi sekarang, ketika sang juara WBA sedang mengalami kesulitan finansial, bantuan tersebut datang tanpa di minta.
“Aku ingat setelah Teo mengalahkan Masayoshi Nakatani, saat itu kondisiku sedang buruk secara finansial tiba-tiba dia menelepon dan bertanya bagaimana keadaanku, tidak lama kemudian dia mengirimiku US$5.000, uang itu sangat berarti, aku benar-benar tidak bisa mengatakan hal buruk tentang diri nya.”
Pengakuan itu membuat suasana Face Off berubah lebih hangat, walaupun berstatus lawan Romero tidak menutupi rasa terima kasih nya kepada Lopez atas kebaikan yang pernah di terima.
Lopez pun membalas dengan penuh rasa hormat, dia mengaku senang bisa membantu teman nya saat sedang membutuhkan dan melihat Romero telah berkembang menjadi juara dunia.
“Dia sekarang adalah juara dunia WBA super kelas welter, dia memang pantas berada di posisi itu,”
Hubungan kedua nya sudah terjalin sejak masa amatir, mereka pernah beberapa kali berlatih tanding.menghabiskan waktu bersama di luar sasana bahkan saling mengenal keluarga masing masing, tapi mereka sepakat bahwa tinju memiliki aturan, persahabatan tidak boleh menghalangi pertarungan besar apabila kesempatan itu datang.
“Kami bisa saja berteman, tetapi ketika menyangkut tinju dan bisnis, pertarungan harus tetap terjadi.”
Romero memiliki pandangan yang sama, hasil pertarungan sepenuh nya berada di tangan Tuhan.
“Kalau memang kehendak Tuhan Teofimo menjadi juara dunia, maka itu akan terjadi, kalau kehendak-Nya aku tetap menjadi juara, maka aku akan melanjutkan nya”
Laga ini tidak semata-mata perebutan sabuk juara dunia, kedua nya juga datang dengan motivasi besar, Romero ingin membuktikan bahwa kemenangan mengejutkan nya atas Ryan Garcia bukan keberuntungan dan Lopez berusaha bangkit setelah kekalahan dari Shakur Stevenson sekaligus memburu gelar di divisi ketiga dalam karir nya.
Walaupun begitu mereka mengatakan bahwa tidak ada kebencian pribadi di antara mereka bahkan Lopez menyebut pertarungan ini sebagai laga yang penting bagi warisan karir mereka.
“Ini adalah pertarungan warisan (legacy fight) untuk kami berdua.”
Lopez mengakui berharap Romero lebih dulu menjalani penyatuan gelar atau setidak nya sekali mempertahankan sabuk sebelum mereka akhir nya bertemu di atas ring.
“Saya sebenar nya tidak ingin langsung melawan nya, saya ingin Rolly lebih dulu melakukan unifikasi atau mempertahankan gelarnya dengan sukses, baru setelah itu kami bisa membicarakan pertarungan ini,” kata Lopez.
Ucapan itu diamini Romero, ketika bisnis dan tinju berjalan beriringan seorang petinju harus siap menghadapi siapa pun termasuk teman sendiri.
Kedua nya juga mengenang masa masa awal saat sering berlatih bersama, Lopez mengingat Romero sebagai petinju yang keras kepala dan tidak pernah menyerah ketika sparring.
“Dia tidak pernah berhenti dan sikunya benar-benar menyebalkan,” sambil tertawa.
Lalu Romero mengakui Lopez sering tampil lebih baik dalam sesi latihan mereka, ketika ditanya siapa yang lebih unggul saat sparring Romero tanpa ragu memberikan pujian kepada sahabat nya itu.
“Saya rasa Teo yang lebih unggul. Kami berdua sama-sama punya momen bagus, tetapi menurut saya dia mendapatkan hasil yang lebih baik,”.
Lopez pun langsung membalas dengan mengingatkan publik agar tidak meremehkan Romero hanya karena karakter nyeleneh nya di luar ring, biar bagaimanapun dia petinju yang sangat cerdas, saling menghormati itu juga terlihat ketika membahas peluang di laga nanto, tidak ada prediksi berlebihan ataupun perang kata kata yang biasa nya muncul menjelang duel besar.
Romero memilih menyerahkan hasil pertarungan kepada Tuhan dan Lopez menganggap duel melawan Romero tidak hanya mempertahankan reputasi tetapi juga akan memperkuat perjalanan mereka di olahraga ini.
Meski persahabatan mereka telah terjalin lebih dari satu dekade profesionalisme harus di dahulukan, mereka ingin membuktikan kepada dunia bahwa dua sahabat tetap bisa menghadirkan pertarungan besar tanpa harus di penuhi kebencian, ini mengingatkan pada jaman dulu ketika Simon Brown dan Maurice Blocker juga harus bertarung demi gelar IBF tahun 1991.
Baca juga:
#TeofimoLopez #RolandoRomero #WBA









