Pertarungan wajib Hamzah Sheeraz melawan Janibek Alimkhanuly semakin dekat menuju kenyataan, Queensberry Promotions berhasil memenangkan purse bid WBO mengeluarkan lebih dari US$1 juta untuk mendapatkan hak penyelenggaraan duel perebutan gelar dunia kelas menengah super tersebut.
Kepastian itu disampaikan Gustavo Olivieri melalui laporan yang dia unggah setelah proses purse bid berlangsung, dalam laporan itu presiden WBO menyebut Queensberry berhasil memenangkan penawaran dengan angka US$1.001.809 dengan skema pembagian 75-25 persen yang berlaku, Sheeraz sebagai pemegang gelar WBO akan memperoleh bagian terbesar.

Perhitungan nya mencapai US$751.356,75, sementara Janibek mendapatkan US$250.452,25, angka ini memperjelas nilai finansial yang melekat pada pertarungan yang dari awal sudah diwarnai keruwetan antara Sheeraz dan WBO.
Queensberry bukan satu-satunya pihak yang menginginkan pertarungan ini, Top Rank yang berada di sisi Janibek juga mengajukan tawaran sebesar US$820.000, namun jumlah tersebut masih berada cukup jauh di bawah penawaran promotor milik Frank Warren.
Top Rank mengusulkan pertarungan digelar pada 11 atau 19 Desember di Las Vegas sementara Queensberry mengajukan beberapa kemungkinan lokasi, yakni London, Birmingham atau New York City dengan pilihan tanggal 28 November atau 5 Desember.
Dengan kemenangan dalam purse bid tersebut, kendali penyelenggaraan kini berada di tangan Queensberry, tinggal menunggu keputusan akhir mengenai tanggal dan lokasi yang akan dipilih untuk duel Sheeraz kontra Janibek.
Pertarungan ini sendiri terjadi setelah WBO menetapkan Janibek sebagai penantang wajib Sheeraz, mantan juara dunia kelas menengah bersatu itu naik ke kelas 168 pound dan kemudian mendapatkan posisi mandatory challenger.
Sheeraz sebelum nya merebut sabuk WBO yang kosong setelah menghentikan Alem Begic pada ronde ke 2 Mei lalu, beberapa bulan kemudian dia mempertahankan gelar nya untuk pertama kali dengan mengalahkan Simon Zachenhuber pada Juli.
Janibek datang dengan ambisi merebut gelar dunia di dua kelas, sebelum nya petinju Kazakhstan itu pernah memegang sabuk WBO dan IBF di kelas menengah, status nya sebagai penantang wajib Sheeraz bukan tanpa masalah, sang juara ini pernah secara terbuka mempersoalkan keputusan WBO setelah Janibek dinyatakan positif meldonium pada tahun lalu dan menyebut keputusan untuk memerintahkan nya menghadapi Janibek sebagai korupsi dan memalukan.
Protes itu membuat Sheeraz membuka kemungkinan untuk tidak melanjutkan pertarungan dan memilih mengosongkan sabuk WBO milik nya, pilihan itu tentu mempunyai konsekuensi, bila benar melepas gelar, dia tidak perlu menjalani pertarungan wajib melawan Janibek, pada saat yang sama, status nya sebagai pemegang sabuk dunia akan hilang dan posisi tawar nya untuk mengejar pertarungan besar berikutbnya juga bisa berubah.
Untuk saat ini, Queensberry sudah memenangkan bagian terpenting dari proses, WBO juga melalui Olivieri menyatakan pihak nya menantikan kerja sama dengan nya dan kedua kubu untuk mewujudkan pertarungan perebutan gelar dunia tersebut.
Kita hanya menunggu apakah Hamzah Sheeraz akan mempertahankan sabuk WBO nya melawan Janibek Alimkhanuly atau malah meninggalkan nya.









