Daniel Dubois memastikan tidak ada upaya berdamai dengan Fabio Wardley menjelang rematch perebutan gelar WBO yang akan berlangsung pada 17 Oktober di O2 Arena London.
Meski kedua nya sudah melewati pertarungan pertama yang brutal, Dubois menegaskan hubungan mereka tetap sebatas dua petarung yang akan kembali saling berhadapan di atas ring.
Mereka berbincang di studio Sky Sports Boxing, Dubois menolak anggapan bahwa dia dan Wardley kini sudah menjadi teman, saat bertemu di venue, Wardley menyebut dirinya mengira mereka sudah baik baik saja, ternyata jawaban sang juara bikin kuping tak enak.
“Kami bukan teman, saya menganggap ini serius, saya seperti ini sepanjang karir dan sepanjang hidup saya, ketika anda akan bertarung melawan seseorang, anda bukan teman mereka, ketika anda mencoba memenggal kepala mereka dan mereka juga mencoba memenggal kepala anda, kalian bukan teman setelah pertarungan, Ya, terserah.”
Masalah dia menolak jabat tangan waktu di face off duel pertaman Dubois juga memberikan alasan yang berkaitan dengan kode di antara para petarung.
“Ini kode, ini sebuah kode bagi saya, bagi para petarung dan para pejuang seperti itu, Itu adalah kode apa pun itu, saya adalah juara, saya tidak harus berjabat tangan dengan nya, saya akan mempertahankan sabuk dan akan menghancurkan nya, itu sudah saya sampaikan dengan cara yang cukup sopan.”
Sikap tersebut seolah mengatakan Dubois tidak melihat rematch ini menjadi kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan Wardley, ternyata fokusnya hanya satu mempertahankan sabuk dan kembali menghentikan lawannya.
Wardley sendiri tidak menghindari tensi tersebut, dia mengakui bahwa kekalahan pada pertemuan pertama menyisakan penyesalan karena dia sebenarnya memiliki peluang besar untuk mengakhiri pertarungan lebih cepat.
“Ya, ini akan menjadi balas dendam, seperti yang saya katakan, ada dua faktor yang sangat jelas menuju pertarungan ini, bukan berarti saya ingin mengurangi atau mengambil sesuatu dari Daniel, dari penampilannya dan bagaimana dia tampil malam itu, tetapi saya merasa saya kalah dalam pertarungan tersebut bukan berarti dia benar-benar memenangkan nya.”
Petinju berusia 30 tahun itu mengatakan berada hanya beberapa detik dari kemenangan pada dua kesempatan berbeda setelah menjatuhkan Dubois lalu merasa terlalu nyaman dengan situasi tersebut.
“Dalam dua kesempatan, saya benar-benar hanya berjarak beberapa detik dari memenangkan pertarungan, saya bisa memanfaatkan momen nya dengan lebih baik, bisa melakukan lebih banyak, bisa menekan aksi dengan lebih baik, saya rasa saya menjadi korban dari kesuksesan saya sendiri, saya terlalu nyaman karena berhasil menjatuhkan nya dalam 10 detik pertama pertarungan dan kemudian menjatuhkan nya lagi pada ronde ketiga, saya berpikir, ‘Oke, saya cukup nyaman di sini, cepat atau lambat saya akan menjatuhkan nya lagi dan saat itu saya akan menekannya.’ Saya sedikit terbawa oleh proses berpikir tersebut.”
Wardley akhirnya harus membayar mahal karena gagal memanfaatkan dua momen tersebut, Dubois mampu bangkit dari kedua knockdown sebelum membalikkan keadaan dan menghentikan nya pada ronde ke-11.
Sekarang Wardley datang dengan tekad bahwa kesalahan yang sama tidak akan terulang, sedangkan Dubois sudah memberikan penjelasan tidak ada perdamaian atau pertemanan hanya pertarungan untuk mempertahankan gelar dan saling gebuk tanpa banyak alasan.









