Mimpi besar Murat Gassiev ternyata belum pudar, setelah berhasil mempertahankan sabuk kelas berat WBA nya pada 11 juli kemarin melawan Peter Kadiru, kini mengarahkan fokus nya ke tujuan yang lebih tinggi menjadi juara dunia tak terbantahkan dengan menguasai seluruh sabuk utama di kelas berat.
Tekad nya itu di ungkapkan Gassiev dalam wawancara bersama IFL TV, bagi nya gelar yang saat ini berada di pundaknnya bukanlah garis akhir tapi langkah awal untuk mengejar pencapaian yang dulu gagal.
“Gelar ini adalah satu langkah menuju impian saya menjadi juara dunia tak terbantahkan,”
Impian itu sebenar nya tidak hanya sekarang, petinju berjuluk Iron ketika masih berlaga di kelas penjelajah pernah berada di ambang sejarah, pada 2018 fia melaju ke final World Boxing Super Series dalam duel penyatuan gelar melawan Oleksandr Usyk.
Kala itu, Gassiev datang sebagai pemegang sabuk IBF dan WBA dan Usyk membawa gelar WBC dan WBO, pemenang nya akan keluar sebagai juara dunia tak terbantahkan kelas penjelajah tapi mimpi nya harus tertunda setelah kalah lewat keputusan mutlak, dia tidak melupakan kegagalan itu, malah menjadikan nya sebagai motivasi untuk mencoba nya lagi di divisi ini.
“Dulu saya mencoba menjadi juara tak terbantahkan di kelas penjelajah, sekarang saya mencoba lagi untuk kedua kali nya.”
Gassiev juga tidak akan memilih lawan siapa pun yang memegang sabuk juara atau menjadi jalan menuju duel penyatuan gelar siap di hadapi, nama seperti Daniel Dubois, Agit Kabayel masuk dalam daftar lawan yang akan membawa nya menuju status Undisputed Champion.
Untuk saat ini dia memilih menyerahkan urusan negosiasi kepada tim promotor, tugas nya hanya satu naik ke atas ring dan bertarung.
“Saya akan menerima pertarungan apa pun, tidak peduli siapa lawannya, seberapa tinggi badannya, atau siapa namanya. Kirim lokasi, kirim kontrak, kirim nama lawan dan tanggal pertandingan nya mari kita bertarung.”
Kogan Cassius kemudian membahas para petinju yang belakangan menyebut nama nya termasuk Moses Itauma yang sebentar lagi akan berhadapan dengan Filip Hrgovic, Gassiev tidak menolak menghadapi nya tentu harus menunggu hasil dari pertarungan nya nanti.
“Kenapa tidak? banyak orang di dunia tinju membicarakan pertarungan itu, dia adalah penantang nomor satu di peringkat WBA, masih muda, berbakat, kuat dan cepat, tapi saat ini tim, promotor, dan manajer nya tentu sedang fokus menghadapi Filip Hrgovic, kita belum tahu apa yang akan terjadi di pertarungan itu, setelah selesai baru kita bisa membicarakan kemungkinan bertemu.”
Kemudian Gassiev memuji 2 nama, Agit Kabayel juara WBC saat ini sebagai petarung kuat dan Daniel Dubois yang menurut nya petarung tangguh, jatuh bangun menjadi juara dunia sekarang kembali ke jalur itu setelah merampas nya dari Fabio Wardley.
Biarpun sudah tidak sabar mengejar pertarungan besar berikut nya Gassiev mengaku ingin menikmati waktu istirahat lebih dulu setelah menghabiskan sekitar lima bulan menjalani pemusatan latihan berencana memulihkan kondisi fisik sebelum kembali naik ring.
Dia menargetkan comeback pada akhir tahun 2026, bila tidak mungkin awal 2027, saat hari itu tiba satu tujuan sudah menanti menyelesaikan mimpi yang sempat terhenti di kelas penjelajah.
#MuratGassiev #AgitKabayel #MosesItauma #DanielDubois









