Kemenangan Ryan Garcia atas Conor Benn ternyata tidak berhenti pada hasil pertarungan di atas ring, setelah menyaksikan di layar kaca, mantan juara dunia sekaligus analis tinju Timothy Bradley memberikan penilaian nya mengenai penampilan yang luar biasa itu.
Bradley memuji kecepatan, kekuatan, akurasi, gerakan lateral sampai kemampuan counter punch nya, tekanan yang diberikan Benn malah menjadi bumerang karena dilakukan secara sembrono membuat dirinya terus masuk ke dalam jebakan sang juara, sebelum nya dia memang sudah memprediksi gaya bertarung akan menentukan sebuah hasil akhir.
Garcia sekarang terlihat jauh lebih matang dibandingkan sebelum nya kata Bradley, dia merasa sudah menemukan kenyamanan dalam dirinya sendiri setelah melewati berbagai rintangan.
Pembahasan Bradley kemudian melebar ketika dia menyinggung sejumlah nama lain di kelas 140 dan 147 pound, salah satu yang menjadi sasaran kritik nya adalah Shakur Stevenson.
Bradley mempertanyakan posisi Shakur dalam daftar pound-for-pound dan menyindir keberadaan nya di bawah payung Zuffa Boxing, dia kemudian menyerang ambisi nya untuk bertarung melawan Garcia dan menyebut belum berada dalam percakapan tersebut.
Bradley juga menilai Devin Haney sebagai petinju terbaik di kelas welter saat ini bukan Garcia maupun Shakur.
“Shakur, saya melihatmu di televisi tadi malam, bicara soal kamu dan Ryan Garcia sebagai dua pertarungan terbaik di 140, diamlah, kamu tidak akan naik ke 147, kamu bahkan tidak mau melawan Haney di 144 dan kamu tidak ada dalam pembicaraan ketika mengatakan dirimu yang terbaik, Devin Haney adalah petinju 147 pound terbaik saat ini. Itulah petinju 147 pound terbaik yang baru, Devin ‘The Dream’ Haney bukan Ryan Garcia,”.
Isi vdeo YouTube milik nya itu ternyata sampai ke telinga Shakur dan langsung memberikan respons keras kepada Bradley.
Shakur tidak hanya membantah penilaian Bradley tetapi juga menyerang kredibilitas nya sebagai mantan petinju dan analis, ada ancaman yang menjadi bagian paling panas dari perseteruan itu, dia ingin mengambil pekerjaan nya.
“Tim, Tim ‘Desert’, ‘Bum Storm’ atau apa pun sialnya namamu, kamu itu pecundang, kamu adalah salah satu petarung terburuk yang pernah masuk Hall of Fame, bro..saya tidak tahu kenapa kamu bicara tentang para petarung dengan begitu sembarangan? Kalau kamu bicara, seharus nya kamu berbicara dengan cara yang jauh berbeda dari caramu sekarang, saya benar-benar tidak memahami kamu bro, kamu sendiri sudah mengakui betapa hebatnya saya, begitu saya mengatakan sesuatu untuk membalas bokongmu yang sial itu, sekarang kamu malah memancing klik dengan semua hal negatif tentang nama saya, kamu bukan orang yang benar-benar tulus, kamu adalah pemburu popularitas melakukan semua ini hanya demi popularitas, klik, dan like.”
Serangan Shakur berubah jadi lebih personal karena menilai Bradley sengaja membangun kontroversi demi mendapatkan perhatian, membandingkan sikap dengan diri nya setelah kemenangan Garcia.
Dia sebenarnya bisa saja ikut menyerang Garcia demi mendapatkan lebih banyak perhatian tetapi memilih memberikan penilaian yang menurut nya jujur.
“Selanjutnya bro, saya akan mengambil pekerjaanmunkarena saya lebih baik daripada kamu dalam segala hal, bukan hanya dalam tinju, saya punya lebih banyak uang daripada kamu, saya orang yang benar-benar bisa bersikap apa adanya. Saya tahu bagaimana menjadi orang yang jujur, saya sebenarnya bisa saja tampil di siaran dan menghujat Ryan, melakukan semua hal murahan yang akan dilakukan orang payah sepertimu hanya demi mendapatkan lebih banyak penonton dari masalah tersebut dan memanfaatkan nya, tapi saya tetap jujur, saya akan tetap mempertahankan prinsip baik di depan maupun di belakang kamera, sekali lagi bro, saya akan mengambil pekerjaanmu itulah yang akan saya lakukan berikut nya”.
Ini menjadi balasan langsung terhadap posisi Bradley yang kini dikenal sebagai analis setelah menjalani karir panjang di olahraga adu jotos ini.
Shakur kemudian kembali menyerang kondisi finansial Bradley sebelum menutup dengan hinaan pribadi, mengatakan Bradley pernah berada dalam situasi tanpa pekerjaan dan menuding mantan petinju tersebut kini memanfaatkan kontroversi untuk mendapatkan perhatian.









