Jose Carlos Ramirez datang ke kelas welter dengan harapan menemukan jalan keluar setelah dua kekalahan beruntun, namun debutnya di 147 pound justru berakhir dengan masalah yang lebih besar.
Alexis Rocha berhasil mengatasi tekanan Ramirez dan merebut kemenangan angka mutlak dalam 10 ronde di T-Mobile Arena Las Vegas, tiga juri memberikan kemenangan untuk Rocha dengan skor 98-91, 98-91, dan 97-92, sebelum nya dia juga membungkam Josep Diaz jr seorang mantan juara dunia dengan keputusan juri.
Hasil tersebut memang terlihat sangat dominan jika hanya melihat kartu skor, pertarungan di dalam ring sebenar nya lebih ketat, Ramirez beberapa kali mampu memaksa Rocha berusaha sekuat tenaga mendaratkan pukulan keras dan memberikan tekanan yang membuat sejumlah ronde berlangsung seimbang.
Sebelum memasuki ronde ke 9 beberapa pencatat skor tidak resmi masih melihat Ramirez memiliki peluang untuk unggul tipis.
Rocha yang bertarung dengan kidal menemukan cara lebih efektif untuk menghadapi tekanan tersebut, jab tangan kirinya terus mengganggu Ramirez dan pergerakan menyamping membuat mantan juara itu kesulitan mendapatkan posisi bagus untuk menyerang.
Masalah Ramirez terlihat ketika dia terlalu sering mengejar hanya mengikuti pergerakan lawan, Rocha memanfaatkan situasi tersebut untuk keluar dari tekanan dan melepaskan kombinasi yang lebih telak.
Petinju berusia 29 tahun itu juga menunjukkan ketenangan ketika Ramirez meningkatkan agresivitas, Rocha tidak membalas ngawur setiap serangan dan mampu memanfaatkan ruang di atas ring.
Rocha, yang kini memiliki rekor 27-2-1 dengan 16 kemenangan KO berhasil menjatuhkan Ramirez, knockdown itu menghasilkan ronde 10-8 dan menjadi tambahan bagi keunggulan nya menjelang bel akhir.
Kartu 98-91 seperti nya sulit dipahami jika melihat keseluruhan jalan nya pertarungan, knockdown di ronde ke 9 memang memperbesar keunggulan Rocha tetapi tidak dengan sendiri nya menggambarkan dominasi tujuh poin seperti yang tercantum pada dua kartu juri.
Perdebatan mengenai penilaian juri mungkin tidak terlalu masalah, tapi bagi Ramirez sebelum nya sudah kalah dari Devin Haney dan Arnold Barboza Jr dalam dua pertarungan terakhir nya di kelas welter ringan, setelah meninggalkan kelas 140 pound dia berharap kenaikan divisi bisa memberi nya peluang untuk menghidupkan kembali karir tanpa harus menjalani proses pemotongan berat badan yang berat.
Ternyata harapan tersebut belum terwujud, Ramirez tetap menunjukkan keberanian dan kemampuan memberikan tekanan, tetapi efektivitas nya tidak seperti ketika dia berada di puncak, di masa kejayaan nya, tekanan nya menjadi salah satu senjata utama yang membawa nya menjadi juara dunia, saat menghadapi Rocha kecerdikan nya seolah tumpul tidak cukup untuk mengendalikan pertarungan.
Pergerakan southpaw Rocha membuat Ramirez terus mencari sasaran sementara beberapa titik lemah pertahanan yang terbuka pada ronde akhir akhirnya harus bisa menerima kenyataan pahit.
Dengan tiga kekalahan beruntun kondisi Ramirez kini berubah drastis, nama besarnya mungkin masih cukup untuk mendapatkan pertarungan televisi tetapi statusnya sebagai calon penantang gelar semakin susah di pertahankan.
Ke depan nya Ramirez mungkin masih bisa mendapatkan kesempatan untuk kembali membangun, namun jalannya saat ini jauh lebih panjang, promotor bisa saja mulai melihat nya lawan berpengalaman untuk menguji petinju welterweight generasi berikut nya bukan lagi sebagai petinju yang sedang menuju perebutan gelar.
Rocha mendapatkan apa yang paling dia butuhkan yaitu kemenangan besar yang bisa mengangkat posisi nya walau masih di bayangi perdebatan mengenai kartu skor, tetapi hasil akhir nya tetap sama tangan nya di angkat oleh wasit, kekalahan ini membuat jalan Ramirez menuju perebutan gelar dunia semakin menjauh, di partai tambahan lain nya menghadirkan para prospek yang berakhir penghentian dan keputusan juri sementara Mark Magsayo yang di unggulkan atas Andres Cortes di paksa kalah selama 10 ronde penuh.









