Abass Baraou berhasil membungkam dukungan publik Frontwave Arena Oceanside California setelah mengalahkan Giovani Santillan dalam pertarungan kelas menengah ringan pada Jumat malam 11 September 2026, dalam duel 10 ronde tersebut petinju 31 tahun itu dinyatakan menang melalui majority decision dengan perolehan angka 95-95, 96-94, dan 97-93, baru sebulan yang lalu dia kembali ke Top Rank sekarang sudah mendapat hasil yang bagus.
Kemenangan ini sekaligus menghadirkan kembali sabuk bagi Baraou, dia merebut sabuk WBO Inter-Continental yang sebelum nya berstatus lowong sekaligus membuka kembali jalan nya menuju pertarungan yang lebih besar di kelas 154 pound.
Laga tidak berjalan seperti pertarungan comeback yang mudah bagi Baraou, Santillan tampil di hadapan pendukung nya sendiri, menggunakan tekanan untuk memaksa nya terlibat dalam pertukaran pukulan yang kuat, perbedaan gaya semakin terasa karena Santillan bertarung dengan kidal juga dukungan penonton Oceanside membuat setiap serangan petinju tuan rumah mendapat respons keras dari arena.
Baraou sendiri datang dengan status favorit kuat dalam bursa taruhan, tapi prediksi tersebut tidak membuat pertarungan menjadi berat sebelah, kedua petinju sama-sama memiliki kecenderungan untuk maju dan mencari peluang pukulan sehingga Baraou tidak bisa menjaga jarak dan mengamankan ronde demi ronde.
Salah satu paling jelas terlihat dari kartu skor 97-93, angka itu menunjukkan bahwa salah satu juri menilai Baraou lebih efektif dalam menghasilkan pekerjaan sebagian besar pertandingan, dua juri lainnya melihat persaingan yang jauh lebih ketat dari skor 95-95 dan 96-94.
Hasil ini sangat berarti dalam perjalanan karir Baraou, dia sebelum nya mengalami kekalahan split decision dari Xander Zayas pada Januari ketika mereka bertemu dalam pertarungan unifikasi WBA dan WBO.
Andai saja dia mengalami kekalahan kedua secara beruntun ini jelas bisa membuat posisi Baraou semakin jauh dari perebutan gelar, setelah kemenangan di kandang Santillan ini kembali berubah, selain membawa pulang sabuk kini memiliki pijakan baru untuk mengejar peluang berikut nya.
Pertarungan di California juga memperlihatkan mengapa Baraou masih layak di perhitungkan di antara para junior middleweight papan atas, nama nya mungkin tidak memiliki daya tarik promosi sebesar Vergil Ortiz jr maupun Sebastian Fundora tetapi kemampuan menjaga tekanan, kondisi fisik dan pengalaman bertanding nya membuat bisa menghadapi lawan dengan gaya berbeda.
Baraou datang ke wilayah lawan nya dan mampu mendapatkan keputusan juri, itu menjadi salah satu hasil yang paling berharga dari penampilan nya kali ini.
Sementara itu, Santillan harus menerima kenyataan bahwa upaya nya membangun kembali karir di kelas 154 pound belum menghasilkan kemenangan yang diharapkan, dia memasuki laga dengan modal tiga kemenangan beruntun setelah mengalami kekalahan penghentian dari Brian Norman Jr pada 2024, duel terakhir nya menjadi Undercard Baraou vs Zayas menang lewat angka atas Courtney Pennington.
Perpindahan fokus ke divisi ini memberi Santillan ruang untuk meninggalkan batas welterweight yang semakin berat bagi nya, tapi kekalahan melalui majority decision ini membuat posisi nya dalam persaingan WBO ikut melemah.
Pada usia 34 tahun, Santillan juga tidak memiliki waktu sebanyak petinju yang lebih muda untuk menjalani proses pembangunan kembali karir, kekalahan ini belum membuat nya tersingkir dari persaingan kelas 154 pound, tetapi jalan yang harus ditempuh nya menuju pertarungan besar kini menjadi lebih panjang.
Baraou berada dalam situasi yang berlawanan, dari pertandingan yang sempat menjadi ujian setelah kekalahan dari Zayas dia keluar dengan kemenangan, sabuk regional WBO dan posisi yang mendekatkan nya kepada pertarungan gelar dunia.
Di partai tambahan mereka juga tak kalah menghentak, salah satu nya Luis Alberto Lopez menghentikan Lugo hanya di ronde ke 3 dan sederet petinju muda lain meramaikan panggung.









