Headline

Shakur Stevenson Di Tekan WBO Sisa Waktu 60 Hari

WBO beri waktu Stevenson 60 hari

Situasi dan kondisi Shakur Stevenson di kelas ringan super mulai memasuki tahap serius, setelah sebelum nya Raymond Muratalla muncul sebagai kandidat kuat penantang wajib, sekarang WBO telah memberi Stevenson pemberitahuan tertulis bahwa waktu nya untuk memenuhi kewajiban pertahanan gelar semakin menipis.

Presiden WBO Gustavo Olivieri mengungkap perkembangan ini dalam wawancara dengan Modo Boxeo Podcast, menurut keterangan yang kemudian disampaikan Carlos Linares, Stevenson telah diberi tahu secara tertulis bahwa dia memiliki kurang dari 60 hari untuk memenuhi kewajiban mandatory defense sabuk WBO milik nya.

Masalah ini tidak lagi sebatas pembicaraan mengenai siapa yang pantas menjadi penantang berikut nya karena Muratalla sudah berada di posisi terdepan nama yang paling kuat untuk mendapatkan kesempatan tersebut.

Mantan juara IBF kelas ringan itu kini berada di posisi No. 1 ranking WBO kelas 140 pound juga baru saja mengosongkan sabuk IBF kelas ringan setelah mempertahankan gelar lawan Robson Conceicao lalu memutuskan naik ke ringan super .

Langkah ini semakin memperkuat dugaan bahwa Muratalla memang sedang diarahkan menuju pertarungan melawan Stevenson, sebelum nya Olivieri sendiri telah membuka kemungkinan Muratalla menjadi mandatory challenger Stevenson pada sekitar Oktober atau November, tapi perkembangan terbaru ini membuat semakin terang.

Kalau sebelumnya Muratalla baru disebut sebagai kandidat, kini WBO sudah memberikan batas waktu kepada Stevenson untuk menjalankan kewajiban nya sebagai juara.

Dari unggahana Linares itu tahap selanjut nya adalah perintah formal dari WBO, ini yang paling penting dari perkembangan terbaru tersebut, sebab selama belum ada perintah resmi pertarungan Stevenson-Muratalla masih berada dalam wilayah kemungkinan, tetapi apabila organisasi mengeluarkan mandatory order posisi kedua petinju akan berubah.

Stevenson tidak lagi bebas menentukan apakah Muratalla akan menjadi lawan dan tidak perlu lagi menunggu kesempatan dari jalur promosi atau negosiasi biasa, dia akan memiliki dasar kuat untuk menuntut pertarungan perebutan atau pertahanan gelar WBO.

Stevenson saat ini merupakan pemegang sabuk WBO kelas 140 pound setelah mengalahkan Teofimo Lopez pada Januari 2026, kemenangan itu mempernjang rekor 25-0-(11 KO).

Dengan begitu, kepingan-kepingan pertarungan mulai tersusun, Stevenson memegang sabuk, Muratalla berada di posisi No. 1 dan WBO mulai menghitung waktu, yang masih belum diketahui adalah kapan tepatnya mengeluarkan perintah resmi tersebut dan bagaimana kedua kubu merespons nya.

Pandangan Penulis, bila duel ini benar terjadi maka Stevenson vs Muratalla berpotensi menjadi semacam Ryan Garcia vs Conor Benn versi WBO karena ada satu kesamaan penting, juara dan calon penantang nya berada di bawah kubu promosi yang berbeda, sedangkan kepentingan badan tinju berada di tengah-tengah nya.

Garcia berada di bawah Golden Boy, sementara Benn merupakan bagian dari Zuffa Boxing, perbedaan promotor sempat menjadi gesekan tetapi ending nya kedua kubu menemukan jalan keluar dan pertarungan tetap bisa di wujudkan.

Situasi Stevenson-Muratalla bisa mengarah kesana, juara WBO ini merupakan satu naungan dengan Conor Benn dan Muratalla berada di jalur Top Rank.

Inilah yang akan menjadi ujian bagi promotor baru yang di pimpin oleh Dana White, Stevenson sudah bergabung dengan dengan harapan dapat membuka jalan menuju pertarungan besar, bila WBO kemudian memaksa pertarungan melawan Muratalla, kita akan melihat apakah Zuffa dan Top Rank bisa melakukan persis seperti Golden Boy dalam kasus Garcia-Benn.

Sekarang Stevenson-Muratalla bukan hanya pertarungan perebutan supremasi di kelas 140 pound tetapi juga pertarungan yang mempertemukan kepentingan WBO, Zuffa Boxing dan Top Rank akan berada dalam satu meja negosiasi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top