Ryan Garcia membuat suasana memanas di konferensi pers, sebelum nya dia melewatkan sesi face-off dengan alasan tidak penting menghadiri acara tambahan, kali ini datang dengan aksi sindiran yang ditujukan pada Conor Benn makan telur di hadapan media.
Aksi nya ini membuat orang yang hadir tersenyum, Garcia tidak peduli apakah Benn merasa terganggu atau tidak, dia mengatakan hanya menjalani rutinitas seperti biasa termasuk menyantap telur sambil menikmati suasana jelang pertarungan.
“Saya punya rutinitas yang harus saya ikuti, Saya hanya merasa tidak perlu bagi saya untuk berada di sana (face-off), dan saya melakukan apa yang ingin saya lakukan, Sederhana saja,” kata Garcia.
Mengenai telur yang dimakan nya di Garcia kemudian memberikan sindiran yang lebih jelas kepada Benn, dia sengaja menyantap telur karena lawan nya memiliki banyak pengalaman dengan makanan tersebut.
“Dia punya banyak pengalaman dengan telur, jadi saya pikir cukup adil kalau hari ini saya makan beberapa telur,” ujar Garcia.
Aksi tersebut tidak berdiri sendiri, sebelum nya masalah berat badan Benn memang sudah menjadi salah satu bahan perang psikologis di antara kedua nya, Garcia kembali menyinggung kondisi fisik Benn mengenai persiapan menuju penimbangan resmi.
Benn tidak terpancing terlalu jauh, dia juga tidak peduli apa yang dilakukan Garcia dan hanya berkonsentrasi pada persiapan nya sendiri.
“Saya rasa dia seharusnya mengkhawatirkan diri nya sendiri, dia seperti nya sudah punya cukup banyak masalah, jadi saya hanya fokus pada diri sendiri, saya tidak melihat dia, saya tidak peduli apa yang dia lakukan,” kata Benn.
Benn juga memastikan merasa sangat baik setelah menjalani persiapan panjang untuk memenuhi batas berat 147 pound, dia mengaku tidak mengambil jalan pintas dan menyerahkan hasil akhir nya kepada timbangan.
“Kondisi saya luar biasa, saya tidak mengambil jalan pintas dan sekarang sudah berada di sini, kita lihat siapa yang berhasil mencapai berat badan besok,” ujarnya.
Perang kata-kata bergeser ke identitas Garcia sebagai petarung keturunan Meksiko, Benn sebelum nya mempertanyakan klaim tersebut dan Garcia langsung memberikan respons keras ketika ditanya apakah komentar itu berhasil mengganggu nya.
“Apa yang dia tahu soal itu? dia berasal dari Inggris, dia tidak tahu apa-apa, sabtu malam nanti, ketika darah nya mengalir keluar dari mulutnya, itu akan cukup untuk menunjukkan kepada nya seberapa Meksiko diri saya,” lanjutnya.
Di tengah saling sindir tersebut, Benn tidak merasa terpengaruh oleh Garcia, dia mengatakan membawa keganasan, pengalaman dan agresivitas yang di butuhkan untuk mengendalikan pertarungan sejak ronde pertama.
“Saya membawa kegigihan, keganasan, rasa kesal dan pengalaman, saya sudah pernah berada di situasi seperti ini sebelumnya. Saya sudah bertarung di depan 70.000 penonton tiga kali berturut-turut. Jadi saya datang ke sini untuk benar-benar menetapkan standar sejak ronde pertama, kata Benn.”
Setelah konferensi pers berakhir, Benn masih di wawancarai di luar ruangan, dia menilai lawan nya memang tidak menghormati proses yang seharusnya dijalani menjelang pertarungan besar terutama setelah Garcia tidak hadir dalam sesi face-off.
Benn bahkan mengatakan bahwa ketika melihat Garcia, dia melihat sosok yang bertolak belakang dengan prinsip yang ingin diterapkan nya dalam karir.
“Saya duduk dan melihatnya, lalu saya berpikir, ‘Kamu adalah segala sesuatu yang tidak ingin saya lakukan, saya ingin disiplin, ingin memberikan 110 persen menjadi versi terbaik dari diri saya yang bisa saya capai, berhentilah bermain main, bersikap lah yang profesional.”
Dengan pertarungan semakin dekat, para penggemar sudah tak sabar siapa di antara mereka yang akan terkapar kaku di atas kanvas.









