Headline

Anthony Joshua Mau Di Suap Untuk Duel Lawan Fury Di Amerika Serikat?

Hearn bilang Joshua mau di suap untuk lawan Fury

Setelah Barry Hearn sebelum nya mengungkap betapa keras nya memperjuangkan Joshua vs Fury supaya tetap berlangsung di Wembley, sekarang ada cerita yang lebih ngeri dari Eddie Hearn sendiri.

Di acara TalkSPORTBoxing yang di pandu oleh Simon Jordan membahas keruwetan duel ini, video Eddie Hearn yang di putar mengklaim ada upaya dari pihak TKO melalui Dana White untuk mengubah arah pertarungan dan Anthony Joshua ditawari uang agar bersedia menjalani duel melawan Fury di Amerika.

Pembahasan mengenai lokasi pertarungan seperti nya tak akan habis sebelum di sah kan secara resmi, kubu Joshua bersikeras bahwa mereka menginginkan Inggris sedangkan Amerika menawarkan skala bisnis yang sangat besar untuk pertarungan tersebut.

Promotor Joshua mengaku tidak menerima cara itu karena ada pihak yang ingin mengambil jalan lain dengan menawarkan uang kepada Joshua untuk mengubah pilihan lokasi pertarungan padahal sudah jelas AJ mau bertarung di Inggris.

“Kemarin TKO kembali masuk lewat jalur belakang untuk menawarkan uang kepada Joshua agar pertarungan dilakukan di Amerika, ini permainan yang sangat kotor, terus terang saja, itu justru membuat semua nya semakin sulit bagi mereka karena Joshua mengatakan, ini bukan soal itu(uang), anda punya waktu satu setengah jam untuk mengambil keputusan. maksud saya, apa yang tidak anda mengerti? saya menandatangani kontrak untuk bertarung di Inggris, saya ingin pertarungan ini disana, anda tidak bisa membeli semua orang terutama orang orang yang bagi mereka hal ini memiliki makna.”

Kalau kata Hearn ini benar, masalah nya bukan lagi pihak mana yang menyediakan venue terbaik, ada perbedaan kepentingan antara keinginan petinju dan nilai komersial yang bisa di peroleh dari lokasi lain, tapi dukungan publik terhadap Joshua membuat nya semakin bertekad mempertahankan keinginan nya.

Dia juga mengatakan sudah berbicara dengan Sadiq Khan mengenai kemungkinan London ikut membantu mewujudkan pertarungan ini.

Sebelum video Eddie Hearn diputar, Frank Warren juga memberikan sedikit penjelasan mengenai lokasi pertarungan menjadi ruwet, Tyson Fury sebenar nya sudah menandatangani kesepakatan untuk pertarungan tersebut sejak Desember sebelum nya dan ada perbedaan mengenai klausul lokasi di dalam kontrak.

Kontrak Fury mengarah ke Irlandia sementara kontrak Joshua mencantumkan Inggris, Warren masih yakin kedua akan menemukan jalan keluar.

“Tyson sudah menandatangani kontrak untuk pertarungan ini, saya ulangi lagi, dia menandatangani nya Desember 2025 lalu agar pertarungan berlangsung pada September 2026, pada saat itu di jadwalkan berlangsung di Irlandia, karena bagaimana kontrak nya disusun, AJ memiliki klausul yang menyebut Inggris untuk suatu alasan, jangan tanya saya kenapa tetapi memang seperti itulah yang terjadi, saya mengatakan bahwa mungkin semua orang akan duduk bersama dan menyelesaikan masalah ini, saya yakin ini akan di selesaikan dan pertarungannya akan diumumkan.”

Setelah sebelum nya Fury menantang Usyk untuk trilogi seolah tak ada harapan terjadi, ungkapan Warren ini masih memberi secercah harapan walaupun satu pihak berbicara tentang kontrak yang mengarah ke Inggris dan Irlandia.

Di tengah perbedaan itu, kepentingan komersial Amerika ikut masuk, Simon Jordan kemudian mengambil posisi yang berseberangan dengan Hearn.

Dia tidak membeli begitu saja bahwa Joshua dan Eddie Hearn sedang berdiri sebagai representasi publik Inggris, ada sisi bisnis yang lebih besar di balik perebutan lokasi, pembicaraan mengenai patriotisme berpotensi menutupi masalah sebenar nya, bagaimana kedua belah pihak menyusun kesepakatan agar mendapatkan keuntungan maksimal.

Jordan mengakui bahwa pertarungan itu memang bagus nya berlangsung di Inggris namun uang tetap menjadi faktor utama, dia juga menyoroti keinginan menggelar pertarungan di Dublin yang berkaitan dengan persoalan efisiensi pajak dan struktur bisnis dan mempertanyakan kenapa publik begitu bersemangat terhadap pertarungan yang sudah terlambat beberapa tahun.

Joshua dan Fury sudah melewati masa terbaik mereka dan tidak lagi bertarung untuk gelar dunia, nilai pertarungan nya lebih banyak berasal dari nama besar dari pada prestasi yang sedang di perebutkan.

“Satu-satunya alasan mengapa kita semua begitu mengejar pertarungan yang seharus nya sudah terjadi bertahun-tahun lalu dan sejujur nya saya tidak terlalu peduli apakah saya melihat nya atau tidak, ini lebih seperti rasa penasaran yang agak suram dari pada ketertarikan mendalam, karena kedua petarung ini sudah terkuras, mereka sudah melewati masa puncak dan tidak bertarung untuk gelar dunia, jadi kita membayar mahal untuk menyaksikan sebuah tribute act, kita semua harus duduk di sana dan menerima kenyataan bahwa mereka seharus nya di bayar 75 juta pound, satu satunya alasan mereka bisa mendapatkan uang sebanyak itu adalah karena pihak Saudi cukup gila untuk mau membayar nya.”

Istilah tribute act itulah yang membuat komentar Jordan semakin menusuk, dia tidak melihat Joshua vs Fury pertarungan perebutan supremasi kelas berat seperti yang mungkin di bayangkan publik satu dekade lalu, duel ini lebih menyerupai pertunjukan besar yang menjual nama dan warisan dua mantan juara dunia.

Jordan memperkirakan nilai komersial real pertarungan lebih rendah di bandingkan angka yang bisa di bayarkan Saudi, tapi karena ada pihak dengan kemampuan finansial sangat besar yang bersedia membiayai nya, dul bisa tetap di kemas menjadi salah satu pertunjukan tinju terbesar.

Setelah menyerang patriotisme yang di bangun di sekitar Wembley, Jordan memberikan prediksi nya sendiri yakni pertarungan akan berakhir di Amerika sebab kepentingan finansial akan lebih kuat dari dorongan untuk mempertahankan di Inggris.

Tak berhenti disitu Jordan juga menyentil Eddie Hearn karena menyebut permainan (suap) di balik pertarungan sebagai sesuatu yang kotor, dia sendiri masih berada di dalam bisnis semacam itu.

Ketika semua kepentingan dihitung, Jordan melihat satu alasan utama kenapa lokasi Amerika memiliki peluang besar untuk menang, tak ada lain adalah uang, dia berpendapat bahwa jika Joshua dan Fury menginginkan bayaran sebesar yang di bicarakan maka membutuhkan dukungan finansial dari pihak yang mampu menanggung skala nya, tidak cukup hanya mengatakan bahwa Inggris adalah rumah bagi kedua petarung.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top