Juara dunia IBF kelas ringan Raymond Muratalla di jadwalkan kembali naik ring untuk mempertahankan sabuk nya menghadapi Robson Conceicao yang berlangsung di Las Vegas pada 1 Agustus 2026 menjadi partai pendamping Lamont Roach vs William Zepeda untuk memperebutkan gelar WBC yang kosong.
Status nya sebagai juara dunia, Muratalla lebih di unggulkan tapi dia tidak membicarakan duel besar yang sebelum nya di ada kabar melawan Shakur Stevenson ketika berkunjung ke sasana Robert Garcia saat berbincang memberikan prediksi nya untuk duel Xander Zayas melawan Jaron Ennis.
Tujuan pertama yang harus di lewati adalah menaklukkan Conceicao sebelum mengalihkan perhatian ke pertarungan penyatuan gelar.
Robson Conceicao adalah mantan juara WBC kelas bulu super, selain pernah meraih medali emas Olimpiade petinju Brasil itu sudah melawan para petinju papan atas dan selalu memberikan perlawanan sulit di atas ring, dari 3 kekalahan hanya berakhir di tangan juri termasuk rematch dengan Foster.
Muratalla menyadari tantangan itu dan memilih mencurahkan seluruh fokus nya untuk menghadapi pertandingan ini.
Di balik sikap ke hati hatian nya, Muratalla tetap mau mengejar pertarungan yang lebih besar setelah laga selesai, dia mengakui bahwa sejak awal tujuan utama nya adalah membangun karir melalui duel elite yang bisa mengangkat posisi nya sebagai salah satu petinju terbaik di divisi ini.
“Saya benar benar percaya pada kemampuan saya sendiri, tahu apa yang mampu saya lakukan, bisa melihat apa yang terjadi di atas ring dan memproses nya dengan sangat cepat, otak saya terus bekerja selama pertandingan, menghitung setiap situasi yang terjadi, saya naik ring untuk menang dan tidak melihat diri saya kalah dari siapa pun di divisi ini, mereka tidak punya peluang mengalahkan saya kata Muratalla.”
Nama Muratalla hampir selalu masuk dalam pembahasan ketika muncul wacana mengenai pertarungan unifikasi maupun perebutan status raja kelas ringan, awal 2026 lalu dia mempertahankan gelar nya menaklukkan Andy Cruz lewat majoriti decision.
Proses kemampuan nya tidak lepas dari lingkungan latihan yang di jalaninya bersama pelatih Robert Garcia, di sasana Muratalla rutin berlatih bersama petinju dari berbagai negara dengan gaya bertarung yang beragam membuat nya terbiasa menghadapi berbagai tipe lawan sebelum memasuki arena pertandingan.
Selain mengasah melalui latihan, Muratalla juga mengaku banyak belajar dengan mempelajari rekaman pertandingan sejumlah petinju elite dunia, nama seperti Juan Manuel Marquez, Canelo Alvarez, Andre Ward, Roy Jones Jr Manny Pacquiao, Floyd Mayweather Jr sampai Oscar De La Hoya menjadi referensi yang sering dia pelajari.
Kebiasaan itu membantu memahami bagaimana petinju hebat mengendalikan tempo pertandingan, memilih jarak ideal sampai mengambil keputusan ketika mengalami kesulitan, semua pelajaran itu dia terapkan dalam gaya bertarung nya sendiri.
Saat ini Muratalla menyadari bahwa perjalanan menuju status penguasa mutlak kelas ringan masih cukup panjang, sehingga setiap kemenangan memiliki arti besar terhadap arah karir seorang petinju.
Setelah misi ini selesai, dia mengincar sabuk lain seperti WBO yang saat ini di pegang oleh Abdullah Mason sejak November 2025 dan baru saja mempertahankan gelar perdana nya melawan Albert Bell, dari WBA masih belum jelas karena sang juara Gervonta Davis tidak naik ring lagi sejak di tahan imbang oleh Roach dan tersandung kasus hukum, posisi nya sekarang Champion in recess dan organisasi juga tidak menunjuk para petarung lain untuk memperebutkan nya.
Baca juga:
#RaymondMuratalla #RobsonConceicao #IBF









