Gypsy King memberi komentar menjelang duel pemanasan nya melawan petinju Polandia Mariusz Wach di Pattaya Thailand mengenai rencana pertarungan melawan Anthony Joshua yang selama ini terus menjadi penantian bagi para penggemar.
Dalam sesi wawancara dengan Seconds out usai konferensi pers, Fury mengaku belum yakin pertarungan impian itu akan terlaksana, ini cukup mengejutkan mengingat duel sesama mantan juara dunia kelas berat Inggris tersebut sedang di persiapkan untuk di gelar setelah kedua nya menyelesaikan laga masing masing.
Fury mengatakan sejarah tinju telah berkali kali mengingatkan kita bahwa pertarungan besar tidak selalu berakhir di atas ring.
“Saya hanya merasa banyak pertarungan yang di tunggu orang tidak pernah terjadi sepanjang sejarah seperti Lennox Lewis dan Riddick Bowe tak pernah bertarung dan Mike Tyson vs Riddick Bowe juga sama, mudah mudahan kali ini terjadi tetapi saya belum yakin pertarungan itu akan terlaksana,” kata Fury.
Pengalaman sejarah itulah yang membuat nya enggan terlalu cepat percaya sebelum semua benar benar resmi, kita pasti belum lupa atas sikap Fury usai mengalahkan Arslanbek Makhmudov dalam laga comeback yang secara terbuka menantang Anthony Joshua untuk naik ring bersama nya.
Momen itu bahkan berlangsung di hadapan Joshua yang hadir langsung di arena dan menyaksikan kemenangan Fury dari tepi ring.
Tantangan tersebut memicu antusiasme besar di kalangan penggemar, banyak yang meyakini duel dua ikon kelas berat Inggris akhir nya berada di jalur yang tepat setelah bertahun tahun hanya menjadi bahan obrolan tapi tidak ada hasil yang pasti.
Kini Fury memilih meredam ekspektasi itu karena keinginan penggemar dan pembicaraan publik belum tentu berujung pada kesepakatan, dia mengaku baru akan mempercayai pertarungan ketika semua proses sudah selesai.
“Saya tidak pernah membayangkan AJ duduk berhadapan dengan saya untuk menyelesaikan semua nya. Mudah-mudahan itu terjadi, tetapi saya belum bisa menganggapnya pasti,” ujar Fury.
Menurut penulis, pernyataan ini bukan berarti Fury menolak menghadapi Joshua, dia hanya tidak ingin terlalu larut dalam spekulasi sebelum semua pihak benar mencapai kata sepakat dan jadwal juga lokasi pertarungan sudah ada, petinju berusia 38 tahun itu menyebut hanya ingin tetap aktif bertanding dan menjaga kondisi terbaik dengan menjalani pemusatan latihan, menyelesaikan pertarungan 12 ronde dan mempertahankan ritme bertanding jauh lebih penting dari pada terus memikirkan lawan berikut nya.
Sekarang Fury sudah berada di masa akhir karir di mana tidak lagi merasa harus membuktikan sesuatu kepada siapa pun.
“Saya akan memilih pertarungan yang ingin saya jalani, saya tidak peduli siapa yang menurut orang harus saya lawan, itu bukan urusan mereka, melainkan keputusan saya,” kata Fury.
Fury juga mengaku sabuk juara bukan lagi faktor utama dalam menentukan langkah nya, bila kesempatan menjadi juara dunia kembali datang tentu akan menerima nya tapi tidak lagi mengejar pengakuan dengan cara memaksakan diri menghadapi siapa pun hanya demi memenuhi keinginan publik.
Mengenai alasan pertarungan melawan Mariusz Wach ini, tujuan utama nya adalah ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial yang menjadi bagian dari penyelenggaraan acara, hasil nya akan memberikan manfaat bagi anak anak dan masyarakat lokal di Thailand.
“Saya tidak akan duduk di sini dan mengatakan saya orang paling baik di dunia, tetapi bisa membantu anak-anak adalah sebuah nilai tambah, yang paling penting bagi saya adalah tetap aktif bertanding dan pada saat yang sama bisa memberikan sesuatu kepada mereka,” ucap Fury.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap misi sosial yang di usung dalam acara tersebut, World Boxing Council (WBC) juga telah menyiapkan sabuk edisi khusus bertajuk Humanitarian Belt.

Sabuk ini bukan merupakan gelar juara duni tapi penghargaan simbolis yang diberikan kepada pemenang duel Tyson Fury melawan Mariusz Wach atas partisipasi mereka dalam acara yang menggabungkan olahraga dan kegiatan kemanusiaan.
Dalam postingan di media sosial resmi WBC via X mengatakan sabuk spesial yang merayakan kasih sayang di luar ring.
” Sabuk kemanusian perdana WBC akan di berikan kepada pemenang Tyson Fury vs Mariusz Wach di Thailand, menghormati mereka yang tindakan nya menciptakan dampak positif melalui pelayanan, kebaikan dan kary kemanusiaan”.
Fury mengaku menyambut baik, penghargaan seperti ini memiliki makna tersendiri karena tidak hanya berbicara menang, kalah atau uang tetapi juga dapat memberikan sesuatu yang berharga pada masyarakat setempat.
Baca juga:
#TysonFury #MariuszWach #WBC









