Persaingan kelas berat ringan seperti nya akan mengalami perubahan besar dalam waktu dekat, World Boxing Organization/WBO tengah menunggu kepastian soal pertahanan gelar wajib Dmitry Bivol, tapi sang juara memilih mengalihkan fokus nya ke pertarungan trilogi melawan rival lama nya Artur Beterbiev.
Isyarat itu datang dari promotor Matchroom Boxing Eddie Hearn yang mengungkapkan bahwa Bivol telah meminta tim nya untuk memprioritaskan pembicaraan mengenai duel ketiga.
Jika rencana itu benar terealisasi, peluang mempertahankan gelar WBO menghadapi Callum Smith berarti semakin kecil.
Sebelumn ya WBO telah menetapkan Callum Smith sebagai penantang wajib, organisasi memberi kesempatan kepada kedua kubu untuk mencapai kesepakatan tapi sampai detik ini belum ada tanda tanda bahwa negosiasi berjalan menuju titik temu.
Menurut Hearn, perhatian Bivol sekarang tertuju pada penyelesaian rivalitas nya dengan Beterbiev, pertarungan tersebut dinilai memiliki nilai olahraga yang jauh lebih besar di bandingkan duel mempertahankan gelar melawan penantang wajib.
Apabila Bivol betul memilih jalur itu WBO dapat kehilangan juara dunia dan membuka jalan bagi perebutan sabuk yang lowong, nama Callum Smith tetap berada di posisi terdepan sementara Joshua Buatsi di sebut sebagai kandidat yang berpeluang menjadi lawan dalam perebutan gelar apabila skenario tersebut benar terjadi.
Sampai artikel ini ditulis belum ada pengumuman resmi dari WBO yang menyatakan Dmitry Bivol telah mengosongkan sabuk, pernyataan yang beredar masih berasal dari Eddie Hearn pada Ring Magazine, dia sebagai promotor sehingga perkembangan berikut nya masih layak untuk ditunggu.
Hearn juga membantah kabar yang menyebut Bivol telah menolak tawaran fantastis senilai sekitar 14 juta dolar AS untuk menghadapi Beterbiev, informasi itu tidak benar dan dia mengatakan apabila tawaran sebesar itu benar diajukan tim Bivol siap menerima tanpa perlu berpikir panjang.
Keinginan Bivol untuk mengejar trilogi ini untuk membuktikan siapa yang paling terbaik di antara mereka, dalam dua pertemuan sebelum nya, kedua petinju sama sama pernah merasakan kemenangan setelah menjalani pertarungan yang berlangsung sangat ketat.
Beterbiev lebih dulu keluar sebagai pemenang pada pertemuan pertama dan menyandang status juara dunia tak terbantahkan, beberapa bulan berselang Bivol membalas kekalahan tersebut sekaligus merebut kembali gelar nya, hasil itu membuat rivalitas mereka kini imbang dan memunculkan tuntutan publik agar duel penentuan segera di gelar.
Trilogi ini juga memiliki daya tarik yang jauh lebih besar di bandingkan pertahanan wajib menghadapi Callum Smith, tidak mengherankan apabila berbagai pihak mulai mendorong agar pertarungan segera di wujudkan, terlebih dua pertemuan sebelum nya mendapat respons positif dari penggemar tinju.
Perkembangan ini terjadi ketika WBO sedang menunjukkan sikap tegas terhadap para pemegang gelar, belum lama ini organisasi juga memerintahkan purse bid untuk pertarungan Devin Haney melawan Keyshawn Davis setelah proses negosiasi kedua kubu gagal mencapai kesepakatan, langkah ini juga menunjukkan bahwa organisasi ingin setiap status gelar memiliki kepastian, baik melalui pertarungan wajib maupun mekanisme lelang hak promosi.
Dari sudut pandang penulis, pilihan yang di hadapi Bivol sebenar nya sama sama mengandung resiko, mempertahankan gelar WBO berarti memenuhi kewajiban sebagai juara dunia, tetapi mengejar trilogi melawan Beterbiev menawarkan nilai sejarah yang jauh lebih besar, pada mei lalu Bivol sudah menjalani pertahanan wajib versi IBF melawan Michael Eifert menang lewat angka.
Bila akhir nya Bivol melepas sabuk, kelas berat ringan akan memasuki babak baru dengan lahir nya juara WBO yang berbeda dan rivalitas Bivol vs Beterbiev berpotensi melahirkan salah satu trilogi terbaik di era sekarang.
Baca juga:
#DmitryBivol #ArthurBeterbiev #WBO









