Headline

Robert Garcia: “Jaron Ennis Menghindari Vergil Ortiz”

Robert Garcia tuduh Ennis hindari Ortiz

Jaron Boots Ennis dan Vergil Ortiz Jr kembali bersinggungan, setelah pelatih nya Robert Garcia angkat suara mengenai duel yang sudah lama di nantikan tetapi tak kunjung terwujud, kubu Ortiz dari dulu terbuka untuk pertarungan ini sedangkan Ennis sekarang di sebut lebih memilih jalur unifikasi.

Ortiz sebelum nya di kabarkan mulai mempertimbangkan naik ke kelas menengah setelah terlalu lama menunggu pertarungan besar di kelas junior welter, nama Jermell Charlo muncul sebagai salah satu opsi lawan nya untuk pertarungan di 160 pound.

Masalah nya bukan karena Ortiz tidak menginginkan Ennis malah sebalik nya, Garcia mengklaim pihak nya sudah berkali kali mendorong pertarungan, bahkan dia mengaku berada di arena ketika Ennis menghadapi Eimantas Stanionis dan langsung menyatakan keinginan nya untuk mempertemukan mereka karena akan menjadi salah satu duel terbesar di kelas 154 pound.

“Sejak awal kami mendorong pertarungan melawan Boots, Oscar juga sudah membicarakannya dan setiap kali mereka bertanya kepada saya, saya selalu mengatakan ayo langsung hadapi Boots, Saya berada di sana ketika Boots melawan Stanionis dan saat itu juga saya bilang, ‘Ayo kita ambil pertarungan itu, tapi sepertin nya mereka berubah pikiran, mereka ingin melakukan unifikasi dan itu memang bagus, tapi kalau benar-benar ingin memberikan pertarungan terbaik kepada fans, pertarungan itu bahkan tidak harus memperebutkan gelar, menurut saya Boots versus Vergil adalah pertarungan terbesar di kelas 154 poun, jadi kalau Boots dan Eddie Hearn menggunakan alasan lebih memilih unifikasi berarti mereka berusaha menghindari pertarungan melawan Vergil, kalau Anda begitu yakin bisa mengalahkan Vergil, lawan dia pada November, kemudian setelah itu baru melakukan unifikasi, pertarungan unifikasi akan selalu ada,” ujar Garcia pada FightHype.

Ennis memang sedang membangun jalur menuju perebutan lebih banyak gelar di kelas 154 pound, setelah menjadi juara dunia merebut dari Xander Zayas, Ennis sering di bicarakan akan melawan dengan juara IBF Josh Kelly, negosiasi kedua pihak di laporkan sedang berlangsung untuk pertarungan akhir 2026.

Dari kubu Ennis, pilihan tersebut jelas mempunyai nilai tersendiri, unifikasi menghadirkan kesempatan untuk menggabungkan gelar, sekaligus membawa nya semakin dekat menuju status undisputed.

Tetapi Garcia melihat sisi lain, bila Ennis terlebih dahulu menghadapi Kelly, kemudian mengejar Sebastian Fundora, maka jalur ini bisa membuat Ortiz harus menunggu terlalu lama.

“Kalau Boots melakukan unifikasi melawan juara IBF, kemudian menang, setelah itu dia bisa mengatakan bahwa dirinya sudah sangat dekat dengan status undisputed dan memilih mengejar Fundora, sedangkan Fundora juga punya pertarungan yang akan datang, jadi itu mungkin baru terjadi sekitar musim panas tahun depan, artinya kami harus menunggu satu tahun lagi untuk mendapatkan kesempatan perebutan gelar, kami tidak akan melakukan itu, kami tidak akan menunggu, Boots juga akan naik ke 160 lebih cepat atau lebih lambat, kalau kami naik ke 160 dan menunggu mereka datang ke sana, mungkin itu justru menjadi jalan yang paling mudah, kami tidak akan menunggu Boots mengatakan dia siap melawan kalau itu berarti harus menunggu satu tahun lagi, kami tidak bisa melakukan itu kepada Vergil, kami akan move on.”

Di sinilah persoalan utama dari kubu Ortiz terlihat, petinju tak terkalahkan ini sudah lama berada dalam situasi menunggu pertarungan besar, melawan Ennis pernah menjadi salah satu duel yang paling banyak di bicarakan tetapi negosiasi dan arah karir kedua petinju membuat laga belum terealisasi.

Garcia dengan tegas menyatakan bahwa pihak nya tidak ingin menunggu satu tahun hanya untuk mengetahui apakah Ennis akhir nya bersedia menghadapi Ortiz.

Menurut sang pelatih, kalau Ennis memang yakin dapat mengalahkan Ortiz, tidak ada alasan untuk terus menunda, setelah duel itu masih bisa kembali mengejar pertarungan unifikasi.

Dia juga menilai konflik antara petinju, promotor, maupun tim tidak berarti hubungan berakhir, dia mencontohkan bagaimana sejumlah hubungan bisnis di tinju pernah mengalami perselisihan tetapi kemudian kembali bekerja sama dan dia memastikan hubungan nya dengan Golden Boy dan Oscar De La Hoya tetap berjalan baik meskipun kerap di penuhi tarik menarik kepentingan.

Tak berhenti di situ Garcia juga membahas rencana petinju nya lain yaitu Jesse Bam Rodriguez yang terus di gadang gadang akan melawan superstar Jepang Naoya Inoue.

Jelas pihak nya tidak menolak pertarungan tersebut tapi dia ingin Bam menjalani satu pertarungan lagi sebelum menghadapi nya, laga tambahan melawan Medina dapat menjadi ujian yang tepat sebelum memasuki pertarungan terbesar berikut nya.

Garcia juga membantah bahwa Bam sedang terburu buru mengejar Inoue justru belum ada tawaran resmi yang diterima, dia mengatakan bahwa jika Inoue memang ingin menunggu Bam, pihaknya hanya meminta agar rencana di sampaikan secara jelas.

Naoya Inoue beberapa waktu yang lalu memposting di akun X milik nya bahwa sudah sparring persiapan untuk pertarungan entah tetap di bantam super atau segera naik kelas ke bulu memburu sabuk dan ingin menjadi juara dunia 5 divisi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top