Pertarungan Lester Martinez vs Luka Plantic belum di mulai tetapi sudah di sepakati oleh kedua kubu jangan biarkan kemenangan di tentukan oleh juri.
Pelatih Martinez Brian BoMac McIntyre, melihat penghentian adalah cara untuk memberikan peringatan kepada dua nama besar yang berada di jalur Martinez dan Joel Diaz pelatih Plantic menganggap KO sebagai satu satu nya jalan bagi petinju nya untuk merebut gelar interim WBC.
Duel ini akan berlangsung di Galen Center Los Angeles juga memiliki nuansa khusus karena Martinez tampil pada akhir pekan perayaan hari nasional Guatemala.
Bagi petinju tuan rumah secara emosional itu, kemenangan akan menjadi momentum besar namun bagi Plantic suasana tersebut menjadi sesuatu yang harus di rusak.
Martinez tidak hanya bertarung untuk mempertahankan gelar nya, di belakang pertarungan melawan Plantic ada target lebih besar yaitu Cristian Mbilli dan Saul Canelo Alvarez.
McIntyre ingin anak asuh nya tampil sedemikian meyakinkan sehingga para petinju di atas nya tidak punya alasan untuk terus menghindari nya, pelatih Martinez ini secara terbuka mengatakan menginginkan penghentian, menurut nya KO terhadap Plantic akan menjadi pesan kepada mereka yang akan bertarung pada 31 Oktober.
Pesan ini punya latar belakang, Martinez sebelum nya sudah berhadapan dengan Mbilli dan pertarungan mereka berakhir imbang pada September menjadi partai pendukung Crawford vs Canelo, kemudian tidak memilih pertarungan ulang dan perwakilan nya menyebut pertarungan keras kedua secara beruntun bukan pilihan terbaik bagi petinju ini.
Martinez memiliki kesempatan lain untuk memperkuat posisi nya, dia bisa menghentikan Plantic dengan penampilan dominan McIntyre berharap tekanan terhadap nama besar di kelas 168 pound akan semakin besar.
“Ini yang saya inginkan, apa pun yang datang berikut nya kita lihat saja tapi sekarang, saya ingin mengirim pesan kalian tidak bisa terus menghindar terlalu lama,’” kata McIntyre.
Joel Diaz melihat pertarungan ini sebagai laga yang tidak bisa di menangkan lewat keputusan angka, pelatih asal Amerika Serikat itu menganggap situasi sudah tidak menguntungkan Plantic sejak awal.
Martinez bertarung pada akhir pekan nasional Guatemala, mendapat dukungan besar dari negara nya dan secara teknis di nilai lebih lengkap, Diaz tidak ingin nasib Plantic di serahkan kepada juri.
Solusi nya tekan Martinez sejak bel pertama dan cari KO, Diaz berencana membuat Plantic aktif sejak awal, tetapi tidak dengan tekanan membabi buta, dia menginginkan terus mencari kelemahan untuk melepaskan pukulan yang dapat mengakhiri pertandingan.
Menurut Diaz bila pertarungan berlangsung sampai 12 ronde, Martinez memiliki keunggulan dari kecerdasan bertarung juga pergerakan yang cukup untuk membuat Plantic sulit memenangkan keputusan.
“Kalau kami sampai bertarung penuh, Lester teknis, pintar, bergerak sangat baik, dan merupakan petarung teknis yang bagus, jadi jika pertarungan berlangsung ronde akhir kami tidak akan pulang membawa kemenangan melalui keputusan,” ujar Diaz.
Sudut Plantic sudah mengetahui resiko nya, mereka tidak ingin bermain dalam permainan Martinez.
Biasa nya salah satu kubu akan berbicara tentang menghindari kesalahan, mengumpulkan ronde atau membawa pertarungan sampai bel terakhir, dalam kasus ini kedua pelatih malah melihat penghentian sebagai hasil yang paling di tuju.
Martinez membutuhkan kemenangan meyakinkan untuk memperbesar tekanan terhadap Mbilli dan Canelo, Plantic ingin kemenangan sebelum juri mengambil keputusan karena Diaz sendiri tidak yakin kartu skor akan berpihak kepada penantang jika pertarungan berlangsung 12 ronde.
Itu berarti tempo pertarungan berpotensi meningkat sejak awal, Plantic tidak punya banyak waktu untuk bermain lemas harus memaksa Martinez bergerak, tetapi dia harus waspada karena peluang Martinez memanfaatkan ruang yang terbuka.
Martinez memiliki rekor 20-0-1 dengan 16 kemenangan melalui KO, pertarungan imbang melawan Mbilli menjadi bukti bahwa dia mampu berada di level tinggi selama 12 ronde, dia tidak hanya mencari satu pukulan tetapi juga mampu menyesuaikan diri dalam pertarungan yang berlangsung ketat.
Meski baru menangani Plantic belum lama Joel Diaz mengaku sudah mendapatkan kesan kuat, dia menggambarkan sebagai petarung yang keras, sejak hari pertama latihan menunjukkan sikap yang membuat nya yakin bahwa anak asuh nua mampu menghadapi pertarungan besar.
“Dia seorang warrior, dia petarung yang akan memberikan apa yang ingin dilihat penggemar tinju di ring, sebuah pertarungan penuh aksi,” kata Diaz.
Dengan dua kubu membawa ambisi penghentian yang sama, pertarungan di Los Angeles ini di pastikan menjadi duel brutal tanpa ampun.









