Headline

10 Duel Terhebat Versi Teddy Atlas, Nomor 1 Bikin Merinding

10 duel terhebat versi Teddy Atlas

Teddy Atlas tidak hanya melihat tinju sebagai pertarungan antara dua orang saling pukul, bagi mantan pelatih itu sebuah duel bisa menjadi besar ketika keberanian, penderitaan, drama dan kemauan untuk bertahan hidup semu nya bertemu di dalam ring.

Itulah yang menjadi dasar ketika Atlas menyusun 10 pertarungan paling dramatis yang pernah dia saksikan langsung, daftar nya tentu subjektif tetapi pilihan nya memperlihatkan dia lebih tertarik pada pertarungan yang menguji batas manusia dari pada duel antara dua nama besar.

Atlas membuka daftar dengan duel pertama Ali dan Frazier di Madison Square Garden, dua juara kelas berat tak terkalahkan bertemu dalam pertarungan yang kemudian terkenal dengan Fight of the Century.

Frazier menjatuhkan Ali pada ronde ke-15 dan memenangkan keputusan angka, menurut Atlas dampak pertarungan itu begitu besar sampai Frazier harus menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan.

Duel dua petinju favorit Atlas berikut nya adalah pertemuan Leonard dan Duran di Montreal, Sugar Ray sebenar nya punya kemampuan untuk bertarung dari jarak jauh, tetapi malah meladeni Duran dalam pertarungan jarak dekat, hasil nya menjadi kekalahan pertama Leonard sekaligus salah satu pertarungan yang membuat nya semakin di hormati.

Atlas kemudian memasukkan trilogi mereka, Wilder dua kali menjatuhkan Fury, dan Fury menjatuhkan Wilder tiga kali sebelum akhir nya menghentikannya pada ronde ke-11, bagi Atlas duel tersebut merupakan perpaduan brutal antara kekuatan, keberanian, darah dan drama.

Nama yang mungkin tidak langsung muncul di benak pembaca, Atlas memilih pertarungan Bobby Chacon melawan Boza Edwards pada tahun 1983.

Kala itu Chacon jatuh pada ronde ketiga, mengalami luka parah tetapi mampu bertahan hingga menang angka mutlak, Ring Magazine kemudian menobatkan nya sebagai Fight of the Year.

Atlas juga menyoroti harga yang harus di bayar Chacon sepanjang karir nya. Menurut nya dia adalah petarung dengan hati singa yang memberikan begitu banyak pertarungan luar biasa, tetapi mengalami kerusakan serius akibat kerasnya olahraga ini.

Tidak perlu banyak pengantar untuk duel ini, Atlas mengingat bagaimana Hagler mengenakan topi bertuliskan WAR sebelum pertarungan dan mewujudkan pesan tersebut di atas ring.

Pertarungan hanya berlangsung tiga ronde, tetapi intensitas nya luar biasa, Hagler mampu menerima pukulan kanan Hearns yang menurut Atlas bisa menjatuhkan sebagian besar petarung, sebelum akhir nya menghentikan pada ronde ke 3.

Kelak Hagler menjadi raja kelas menengah dengan pertahanan terbanyak bersanding dengan petinju lain yang tertulis dalam sejarah yang terus di kenang sepanjang zaman.

Leonard hadir lagi dalam daftar, kali ini dia menghadapi Hearns pada duel pertama mereka.

Hearns memanfaatkan keunggulan tinggi dan jangkauan untuk mengontrol pertarungan, Leonard kemudian bangkit dan melukai Hearns pada ronde ke 7 tetapi Hearns kembali menguasai pertandingan hingga memasuki ronde-ronde akhir.

Di sudut Leonard Angelo Dundee memperingatkan bahwa anak asuh nya sedang kehilangan pertarungan, Leonard kemudian keluar dan membalikkan keadaan sebelum menghentikan Hearns pada ronde ke-14,

Setelah kehilangan gelar nya ini, Hearns naik kelas ke menengah ringan menantang Wilfred Benitez, dia sukses merebut sabuk WBC dan The Ring yang kosong lewat kemenang majority decision.

Masuk empat besar, Atlas memilih pertarungan yang juga menyimpan kisah tragis, Aaron Pryor menghadapi Alexis Arguello dalam duel yang sangat keras.

Atlas sangat menghormati Arguello, tetapi pada malam itu Pryor menunjukkan keengganan mutlak untuk menyerah, kualitas Arguello membuat kemenangan Pryor menjadi semakin istimewa.

Posisi ketiga menjadi milik salah satu comeback paling dramatis yang pernah di saksikan Atlas, Corrales berada dalam situasi yang sangat buruk tetapi kemudian berhasil menarik kemenangan dari ambang kekalahan.

Atlas mengakui kontroversi ketika Corrales memuntahkan pelindung mulut nya namun menurut nya hal itu tidak menghapus apa yang harus di lewati Corrales untuk membalikkan pertarungan.

2 tahun setelah duel legendaris nya ini Corrales harus berakhir dengan tragis meninggal dunia di jalan raya setelah motor yang di kendarai mengalami kecelakaan fatal.

Semakin mendekati puncak, Atlas memilih pertarungan yang seperti membaca novel penuh ketegangan.

Pertandingan antara Gatti dan Ward berubah berkali kali, ada momen ketika salah satu terlihat akan menang lalu situasi nya berbalik dan lawan nya kembali mengambil alih.

Bagi Atlas, duel ini bukan hanya soal teknik tetapi juga tentang seberapa besar rasa sakit yang sanggup ditanggung seseorang untuk mencapai kemenangan.

Atlas tidak perlu berpikir lama untuk menentukan pertarungan teratas nya, di malam panas dan lembap di Manila, Ali dan Frazier bertarung sampai tubuh mereka seolah tidak lagi memiliki cadangan tenaga.

Setelah ronde ke-10, Ali kemudian mengatakan kepada Sports Illustrated bahwa dia merasa tidak sanggup melanjutkan, itu adalah titik paling dekat dengan kematian yang pernah dia rasakan.

Eddie Futch akhir nya mengambil keputusan berat di sudut Frazier dan menolak mengirim petinju nya kembali untuk ronde ke-15.

Bertahun tahun kemudian Ali mengungkapkan bahwa musuh bebuyutan nya ini adalah orang yang di kagumi sekaligus di takuti termasuk George Foreman, Ken Norton, Larry Holmes dan Sonny Liston.

Atlas juga menyimpan beberapa pertarungan sebagai honorable mentions, di antara nya George Foreman vs Ron Lyle, Julio Cesar Chavez vs Meldrick Taylor, Bobby Chacon vs Rafael Limon serta Marco Antonio Barrera vs Erik Morales.

Dengan hanya menyediakan 10 tempat, tentu ada banyak pertarungan besar yang harus tersingkir, tapi 10 daftar dari Atlas  sudah jelas, pertarungan paling terbaik yang dicari adalah malam ketika dua manusia memberikan sesuatu yang bahkan melebihi kemampuan mereka sendiri.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top