Headline

Prospek 20 Tahun Marco Romero Hentikan Kahlil Mitchell 1 Ronde

Marco Romero hajar Mitchell 1 ronde

Belum sempat pertarungan berjalan menegangkan, Marco Romero sudah memastikan semua nya berakhir, prospek kelas menengah berusia 20 tahun itu bertarung ganas saat menghadapi Kahlil Mitchell menjadi partai tambahan Rolando Romero melawan Teofimo Lopez.

Romero tidak membutuhkan delapan ronde seperti yang di jadwalkan, setelah terus maju tanpa basa basi membuat sang pengadil di dalam ring menghentikan pertarungan di ronde pertama.

1 menit berjalan Romero membiarkan lawan nya untuk melepas pukulan ke arah ulu hati, tapi dia memperlihatkan perbedaan kualitas mampu memangkas jarak dengan cepat dan menemukan sasaran melalui pukulan kejutan saat duel hampir berjalan 2 menit.

Ketika Mitchell mulai terdesak ke tali ring karena pukulan tunggal yang membuat nya sedikit sempoyongan Romero semakin aktif, kombinasi nya di lepaskan dengan kecepatan tinggi hingga lawan tidak lagi mampu memberikan respons yang cukup untuk melanjutkan pertarungan.

Saat wasit melangkah masuk Mitchell tak tanda tanda protes karena memang sudah tau diri nya dalam bahaya, kemenangan nya ini memang belum bisa di jadikan patokan untuk menilai kemampuan Romero menghadapi petinju papan atas tapi cara menyelesaikan pertarungan tetap harus di berikan 2 jempol.

Marco Romero kini memiliki rekor 15-0 dengan 13 kemenangan KO, dia juga baru bergabung dengan Premier Boxing Champions yang berarti perjalanan karir nya kemungkinan akan segera memasuki tahap yang lebih serius.

Selain kemenangan cepat Marco Romero atas Kahlil Mitchell, sejumlah petinju lain nya juga mencatat hasil bagus dalam rangkaian partai tambahan di T-Mobile Arena Las Vegas.

Salah satu nya adalah remaja Joseph Brown yang berhasil melewati ujian enam ronde melawan Alton Wiggins dalam duel kelas super welter untuk sabuk putih.

Brown menghadapi perlawanan cukup tangguh dari Wiggins, petinju kidal berusia 30 tahun tersebut mampu bertahan hingga bel akhir meskipun Brown tetap mengendalikan jalan nya pertarungan.

Memasuki dua ronde terakhir, Brown mulai lebih banyak melakukan aksi showboating tapi gaya itu tidak mendapat sambutan meriah dari penonton, beberapa suara sumbang terdengar ketika bel akhir berbunyi.

Para juri tidak melihat ada nya ketimpangan mengenai siapa yang lebih unggul, mereka emberikan skor 60-54 untuk Brown.

Kemenangan ini membuat rekor Brown menjadi 8-0 dengan lima KO sedangkan Wiggins kini memiliki catatan 3-3-1.

Di partai lain nya, petinju kelas junior welter Aldo Blancas juga berhasil mempertahankan rekor tak terkalahkan nya setelah menghadapi tantangan dari petarung MMA Ricky Mamone.

Blancas harus aktif selama empat ronde untuk meredam perlawanan Mamone, ketiga juri memberikan kemenangan kepada Blancas dengan skor 39-36, 39-36, dan 40-35.

Hasil itu membawa Blancas menjadi 3-0 dengan dua KO dan Mamone mengawali karier tinjunya dengan rekor 0-1-1.

Carlos Utria tetap mempertahankan rekor tak terkalahkan nya, petinju asal Kolombia itu 22 tahun itu harus melewati pertarungan ketat melawan Israel Mercado dalam duel kelas super ringan.

Mercado mampu membuat Utria menjalani salah satu pertarungan paling sulit dalam karir nya sejauh ini.

Utria yang tahun lalu menjadi pemenang WBC Grand Prix, tampil dalam laga pertama nya di Amerika Serikat, sebagai petinju yang belum terkalahkan dia di prediksi bisa dengan lancar mengendalikan pertandingan tetapi Mercado berhasil membuat orang yang meragukan nya terdiam.

Strategi mereka terlihat sangat berbeda sejak awal, Utria lebih aktif menekan dan berusaha memaksa pertarungan berlangsung tak jauh dari jangkauan, Mercado yang lebih taktikal dengan bergerak dan mengandalkan kemampuan boxing nya.

Rencana Mercado memang ingin membawa lawan nya memasuki wilayah yang belum pernah di jalani nya yaitu 8 ronde ke atas.

Setelah delapan ronde itu tidak ada petinju yang mampu melepaskan diri dari kejaran lawan nya, pertarungan masih terlihat seimbang, memasuki dua ronde terakhir, Mercado meningkatkan serangan nya dengan mengambil serangan cepat membuat peluang kemenangan Utria semakin terancam.

Ternyata keunggulan itu belum cukup untuk membalikkan keputusan, ketiga juri memberikan skor 96-94 untuk Utria, 96-94 untuk Mercado dan 97-93 hasil itu membuat Utria keluar sebagai pemenang melalui split decision.

Rekor Utria menjadi 15-0 dengan 11 kemenangan KO, bagi Mercado hasil ini mungkin mengecewakan yang kini memiliki rekor 13-2-2 dengan 7 KO.

Utria boleh pulang membawa kemenangan, tetapi Mercado berhasil membuktikan bahwa status tak terkalahkan tidak selalu menjamin sebuah pertarungan akan berjalan sesuai prediksi.

#MarcoRomero #CarlosUtria

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top