Headline

Mata Terluka, Teofimo Lopez Rebut WBA Dari Rolando Romero

Toefimo Lopez rebut gelar WBA dari Rolando Romero

Pertarungan Teofimo Lopez melawan Rolly Romero berakhir dengan hasil yang sulit dicerna, The Takeover memang keluar sebagai pemenang dan merebut gelar WBA tetapi skor juri justru membuat arena kebingungan.

Dua dari tiga juri memberikan kemenangan kepada Lopez dengan skor 115-113 dan 116-112 sementara satu juri menilai laga berakhir imbang 114-114, hasil akhir nya adalah majority decision untuk Lopez.

Romero sendiri terlihat terkejut ketika keputusan di umumkan, reaksi penonton pun tidak kalah seru, banyak yang tampak sulit memahami mengapa pertarungan yang menurut mereka cukup jelas untuk di menangkan Lopez malah menghasilkan skor yang begitu ketat.

Sejak awal, kedua petinju memang tampil dengan cara yang relatif berhati hati, tapi Lopez terlihat lebih aktif dalam mengambil inisiatif secara bertahap memaksakan pertarungan sesuai rencana nya sedangkan Romero lebih sering mengandalkan pukulan tunggal seperti straight right dan left hook.

Romero melakukan banyak serangan tapi tidak menemukan sasaran, sang juara sempat memberikan peringatan serius pada ronde ke 4, check left hook milik nya mengenai Lopez dengan telak hingga tubuh Lopez berputar ke samping dan memancing reaksi keras dari penonton.

Tetapi momen paling berbahaya terjadi pada ronde berikut nya, pukulan kiri Romero membuka luka cukup parah di atas alis kanan Lopez, tidak lama kemudian Romero kembali menemukan sasaran dengan pukulan kanan melengkung yang membuat sang penantang kehilangan keseimbangan.

Melihat lawan nya berada dalam kondisi buruk, Romero berniat menyelesaikan pertarungan, opez yang terdesak bahkan sempat jatuh ke kanvas ketika berusaha bertahan tapi wasit Harvey Dock mengambil keputusan yang tepat dengan tidak mengangga pnya sebagai knockdown.

Setelah mendapatkan momentum sebesar itu, Romero tidak melanjutkan tekanan nya.

Lopez mampu bangkit dan merebut ronde ke 6, dia juga tampil cukup baik pada ronde ketujuh meskipun hook kiri Romero tepat mengenai sasaran ketika bel berbunyi dan membuat Lopez sedikit oleng 

Penampilan Romero semakin susah di pahami karena minim nya urgensi setelah beberapa momen terbaik nya, bahkan ketika berada di sudut ring, Romero terlihat kurang terlibat saat pelatih legendaris Ismael Salas memberikan instruksi. 

Di ronde ke 10 dia lebih banyak bergerak mengelilingi ring dari pada berusaha mengambil kendali pertarungan.

Ronde ke 11 kembali memanaskan suasana, dengan hanya beberapa detik tersisa, kedua petinju terlibat pertukaran pukulan liar dan masing masing terkena pukulan keras, momen itu membuat penonton kembali bergairah.

Bila Romero memang membutuhkan kemenangan, ronde terakhir menjadi kesempatan yang terbuang, harus nya dia tampil habis habisan untuk membalikkan keadaan dia malah terus bergerak seperti seseorang yang sedang mempertahankan keunggulan besar hanya sekali dia melepaskan pukulan tetapi sebagian besar tidak mendekati sasaran.

Pada akhir nya Lopez yang membawa pulang kemenangan dan gelar WBA, hasil tersebut sekaligus menjadi cerita lain dalam karir Lopez, setelah kembali dari kekalahan dari Stevenson dia sekali lagi berhasil merebut gelar dunia di kelas berbeda, ke depan nya Jack Catterall sudah menunggu untuk perang sebagai lawan wajib.

Dengan kemenangan ini, rekor Lopez menjadi 23-2 dengan 13 KO sementara Romero turun menjadi 17-3 dengan 13 KO.

Setelah pertarungan tidak hanya pertanyaan tentang siapa yang lebih layak menang namun juga kenapa Romero tidak memanfaatkan momentum terbesar yang sempat berada di tangan nya, sebab jika melihat jalan nya pertarungan kemenangan Lopez mungkin tidak terlalu mengejutkan, yang sulit di pahami kenapa pertarungan ini sampai berakhir dengan skor yang begitu dekat.

Dengan ini prediksi Timothy Bradley tepat sasaran yaang mengatakan Rolly tak akan menang, sebalik nya Antonio Tarver memberikan pandangan Lopez bisa hancur bila lengah, ucapan nya tidak salah seandai nya sang juara itu betul betul menggunakan kesempatan nya saat lawan nya mulai terluka.

Dari partai tambahan mereka berdua jug tak kalah seru, salah satu nya prospek muda Marco Romero berhasil melumat Mitchell hanya di ronde pertama sedangkan Carlos Utria di paksa bertarung selama 10 ronde untuk pertama kali nya oleh Mercado menang lewat angka tipis, sedangkan Antonio Russell dan Yoenli Hernandez di uji habis habisan sampai batas akhir, beruntung mereka keluar dengan kemenangan.

#TeofimoLopez #RolandoRomero #WBA

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top