Tidak semua sejarah di tulis oleh petinju yang sejak awal di persiapkan untuk menang, ada kalanya panggung utama berubah hanya dalam hitungan hari karena lawan mundur, prediksi bergeser dan promotor harus mencari pengganti dalam waktu yang sangat singkat.
Di tengah situasi seperti itu, muncul petinju yang datang tanpa persiapan penuh bahkan tak di perhitungkan, ketika bel berbunyi mereka yang membalikkan menciptakan salah satu kejutan terbesar.
Berikut deretan petinju pengganti yang datang dengan waktu persiapan singkat namun berhasil keluar sebagai pemenang.
1. Andy Ruiz Jr.
Pada 2019 Anthony Joshua di jadwalkan menghadapi Jarrel Miller dalam laga debut nya di Amerika Serikat, rencana besar itu berubah drastis setelah Miller gagal dalam tes doping, dengan waktu persiapan yang sangat singkat si gemoy masuk sebagai pengganti.
Banyak yang memandang Ruiz sebelah mata, postur nya tidak se indah Joshua untuk ukuran kelas berat, dia juga datang tanpa menjalani pemusatan latihan yang panjang sehingga hampir semua prediksi mengarah kepada sang juara.
Laga ini seharus nya menjadi malam perkenalan Joshua bukan pertarungan yang di penuhi ancaman.
Joshua mengontrol jalan nya pertarungan dengan memanfaatkan keunggulan tinggi badan sementara Ruiz yang memiliki lebih pendek harus terus bergerak agar bisa masuk ke jarak pukul nya.
Memasuki ronde ke 3 Joshua lebih dulu menjatuhkan Ruiz ke kanvas lewat kombinasi keras, arena langsung meloncat dan penonton mengira pertarungan akan berjalan sesuai prediksi namun keadaan berubah hanya beberapa saat kemudian.
Ruiz bangkit mendangak ke arah wasit sebelum melepaskan kombinasi cepat yang membuat Joshua ambruk, tak lama berselang sang juara kembali terjatuh, dalam hitungan menit situasi berbalik petinju yang di remehkan kini melotot dengan garang.
Pada ronde berikut nya Joshua mulai terlihat lebih berhati hati dan Ruiz terus menekan dengan akurasi tinggi, puncak nya pada ronde ke 7 serangkaian pukulan keras kembali menjatuhkan Joshua, dia berdiri tapi gagal meyakinkan wasit sehingga duel di hentikan.
Dengan kemenangan ini Andy Ruiz Jr mencatat sejarah sebagai petinju Meksiko pertama yang berhasil merebut gelar dunia kelas berat, dari seorang pengganti dadakan menjelma menjadi juara dunia.
2. Steve Robinson.
Pada 1993, petinju asal Wales Steve Robinson mendapat panggilan yang tak pernah dia duga, hanya dua hari sebelum pertarungan perebutan gelar dunia di gelar, dia diminta menggantikan petinju yang mundur, tanpa latihan khusus dan persiapan panjang Robinson langsung menerima kesempatan emas melawan John Davison dalam perbutan WBO kelas bulu yang kosong.
Ada satu masalah besar yang harus di hadapi, berat badan nya masih kelebihan enam pon, dalam waktu kurang dari 48 jam dia harus memangkas berat badan demi memenuhi batas kelas.
Dengan disiplin di luar nalar Robinson berhasil menurunkan nya dalam waktu singkat meski kondisi itu bukan sesuatu yang baik untuk menjalani pertarungan sepanjang 12 ronde terlebih lagi dia harus bertanding di kandang lawan.
Saat laga di mulai Davison maju dengan pukulan lurus berusaha mengendalikan tempo pertarungan, Robinson mengandalkan serangan balik.
Walaupun datang tanpa persiapan panjang Robinson menunjukkan kehebatan nya, setiap ronde berjalan ketat dengan jual beli pukulan yang susah di pisahkan.
Memasuki ronde akhir kelelahan mulai terlihat di kedua petinju tapi Robinson mengumpulkan poin melalui kombinasi singkat, hasil akhir di tentukan oleh mereka yang bisa melempar pukulan tepat sasaran.
Ketika keputusan juri di umumkan Robinson di nyatakan menang melalui split decision setelah dua juri memberikan kemenangan, hanya dalam waktu dua hari sejak menerima tawaran sebagai petinju pengganti dia pulang membawa sabuk dengan bangga.
3. Manny Pacquiao.
Jauh sebelum Manny Pacquiao di kenal luas di panggung dunia melawan Floyd Mayweather jr dan sederet petinju top lain nya, saat itu dia hanyalah petinju muda asal Filipina yang baru menjadi juara WBC kelas terbang lalu naik kelas ke bantam super.
Setelah memegang sabuk internasional di kelas yang baru kesempatan besar nya datang secara tiba tiba, hanya dua minggu sebelum pertarungan, Pacquiao menerima tawaran untuk menghadapi juara bertahan IBF kelas super bantam Lehlo Ledwaba.
Dengan waktu persiapan yang sangat singkat dan menjalani debut nya di Amerika Serikat, Pacquiao datang sebagai underdog besar, Ledwaba saat itu juara yang memiliki kemampuan teknis sangat baik, pengamat banyak yang memprediksi sang juara akan melumat pemuda kurus itu.
Di dalam ring Pacquiao melepas pukulan cepat seperti T-rex berkali kali meluncur membuat Ledwaba mundur kewalahan.
Kemudian di ronde ke 6 pukulan nya mendarat telak hingga menjatuhkan Ledwaba, setelah bangkit dengan hidung berdarah dia kembali di hujani pukulan sampai jatuh telentang menutupi wajah nya Joe Cortes akhir nya menghentikan pertarungan.
Dalam satu malam petinju yang sebelum nya di pandang remeh berhasil merebut gelar dunia di 2 kelas sekaligus mencuri perhatian publik tinju internasional.
Kemenangan ini menjadi awal perjalanan Manny Pacquiao menuju status legenda yang kelak sukses menjadi juara dunia di 8 divisi berbeda.
4. Steve Cruz.
Pada 1986 juara dunia kelas bulu asal Irlandia Barry McGuigan bersiap mempertahankan gelar nya dalam sebuah laga besar di Caesars Palace Las Vegas, rencana itu berubah ketika lawan yang semula di jadwalkan bertanding terpaksa mundur karena masalah medis, sebagai pengganti masuk petinju asal Texas bernama Steve Cruz.
Kehadiran Cruz tidak terlalu menarik perhatian, banyak yang menganggap nya sebagai pelengkap datang tanpa peluang besar untuk mengalahkan McGuigan yang saat itu sedang berada di puncak popularitas.
Selain lawan yang berubah cuaca juga menjadi tantangan tersendiri, pertarungan di gelar di ruang terbuka dengan suhu yang sangat panas sehingga menguras tenaga kedua petinju.
McGuigan berhasil menguasai jalan nya pertarungan melalui tekanan sedangkan Cruz memilih terus bergerak melepaskan pukulan lurus dengan akurasi yang baik.
Memasuki ronde tengah pertarungan berubah menjadi adu daya tahan, keringat terus bercucuran karena cuaca yang tak bersahabat, Cruz perlahan mulai berani bertukar pukulan dan tidak lagi hanya bertahan, setiap ronde berlangsung ketat sehingga hasil di skor sangat tipis.
Ketegangan terjadi pada ronde ke-15, dalam kondisi fisik yang sudah terkuras Cruz mampu menjatuhkan McGuigan sebanyak dua kali menjadi momen yang sangat menentukan dan memengaruhi penilaian juri.
Setelah bel akhir berbunyi Steve Cruz di nyatakan menang melalui keputusan angka tipis.
Di bawah panas nya Caesars Palace petinju pengganti yang tidak di unggulkan itu sukses menciptakan kejutan besar dengan merebut gelar dunia dari sang juara dalam pertarungan yang di kenang karena ketangguhan dan drama nya hingga ronde terakhir.
5. James Bonecrusher Smith.
Masih di tahun 1986, juara WBA kelas berat Tim Witherspoon berada dalam situasi yang tidak sepenuh nya dia rencanakan, lawan nya mengundurkan diri dan pengganti nya kembali hadir James Smith yang sebelum nya pernah setahun yang lalu.
Banyak yang mengira hasil pertandingan kali ini tidak akan jauh berbeda, Witherspoon memiliki pengalaman untuk kembali mengatasi Smith.
Sejak bel pertama berbunyi jalan nya pertarungan berubah dari semua prediksi, James Smith dengan bringas tak memberi kesempatan kepada sang juara untuk membalas, pukulan kanan Smith meluncur keras membuat Witherspoon kelimpungan.
Tak butuh waktu lama knockdown pertama pun terjadi, Witherspoon sempat bangkit mencoba menenangkan diri, sayang nya serangan susulan kembali menjatuhkan sang juara membuat suasana arena melongo terpana.
Ketika knockdown ketiga terjadi aturan three knockdown rule langsung di berlakukan wasit pun stop tanpa harus menunggu ronde berikut nya.
Hanya dalam hitungan menit sabuk juara dunia berpindah, James Smith membuktikan bahwa satu ronde saja sudah cukup untuk mengubah jalan nya sejarah dalam ajang pembalasan dendam.
6. Josesito Lopez.
Victor Ortiz sebenar nya sudah menyiapkan langkah besar dalam untuk duel ulang pada 2012 melawan Andre Berto tapi batal terlaksana sehingga sebagai pengganti nya dia menghadapi petinju yang naik kelas Josesito Lopez.
Secara ukuran tubuh maupun reputasi Ortiz tetap menjadi favorit, pertarungan ini hanya menjadi jembatan sebelum dia menghadapi Canelo Alvarez dalam laga yang lebih besar.
Ortiz memang lebih unggul secara fisik, Lopez di paksa mundur tetapi tidak menunjukkan rasa gentar, meski baru naik kelas dia tetap berdiri di tengah ring membalas setiap kesempatan yang di dapat.
Lopez mulai menemukan kelemahan setiap kali Ortiz selesai menyerang, dia amati dan adu pukul jarak dekat semakin sering terjadi juga intensitas laga terus meningkat, sampailah di ronde ke 9, pukulan kiri Lopez menghunus keras membuat rahang Ortiz patah.
Meski bel ronde berbunyi kondisi Ortiz sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan pertandingan, di sudut ring dia akhir nya memutuskan tidak meneruskan pertarungan.
Seluruh rencana besar yang telah di susun Ortiz berantakan, Lopez yang masuk menggagalkan langkah sang favorit menuju pertarungan impian nya.
Setelah pensiun dari tinju, Ortiz mencoba ke tantangan baru masuk ke ring duel tanpa sarung tangan atau BKFC mengikuti jejak Austin Trout dan juga Jammel Herring yang sudah menjadi juara di sana.
7. Hassan Mwakinyo.
Pada Agustus 2018 Sam Eggington tengah mempersiapkan diri menghadapi Brandon Rios dalam laga eliminator gelar dunia.
Sebelum pertarungan besar tersebut Eggington lebih dulu menjalani satu laga pemanasan di hadapan publik sendiri melawan Hassan Mwakinyo yang hanya memiliki waktu persiapan sekitar sepekan.
Waktu itu pertarungan ini di anggap hanyalah formalitas bagi Eggington, dengan pengalaman yang lebih banyak, bertarung di kandang sendiri serta target besar yang sudah menanti dia akan melewati laga ini tanpa kesulitan berarti.
Yang terjadi Mwakinyo menunjukkan jiwa ksatria pilih tanding walaupun bertandang ke negeri orang.
Dia bergerak cepat tidak ragu meladeni adu pukul, Eggington dengan sekuat tenaga nya menahan pukulan yang datang, namun sang penantang berhasil mencuri lewat serangan beruntun yang membuat tuan rumah goyang mundur ke tali ring.
Serangan selanjut nya kembali menghantam wasit tak punya pilihan lain segera melangkah masuk duel terpaksa di hentikan.
Di hadapan pendukung Eggington Hassan Mwakinyo sukses mencetak kemenangan besar dan merusak rencana petinju berjuluk The Savage menuju laga eliminator gelar dunia berubah arah.
8. Yordenis Ugas.
Kabar mengejutkan dengan pengumuman bahwa legenda Filipina Manny Pacquiao akan menghadapi juara dunia tak terkalahkan WBC dan IBF Errol Spence Jr pada 21 Agustus di Las Vegas.
Pertarungan ini di pandang sebagai ujian terbesar bagi Pacquiao yang kembali naik ring di usia 42 tahun, namun 11 hari sebelum laga berlangsung rencana besar itu berubah, Spence di diagnosis mengalami robekan retina dan harus menjalani operasi sehingga terpaksa mengundurkan diri.
Waktu yang tersisa sangat sempit dan banyak pihak meragukan apakah pertarungan masih bisa di selenggarakan, Pacquiao memilih tetap bertanding, dalam hitungan jam juara WBA asal Kuba Yordenis Ugas menyatakan kesediaan nya menggantikan Spence.
Meski bukan nama yang sejak awal di promosikan sebagai lawan utama Ugas tetap berstatus juara dunia aktif.
Pada paruh awal pertarungan, Pacquiao tampil cukup tajam. Dia bergerak lincah melepaskan kombinasi cepat dan beberapa kali mampu menembus pertahanan Ugas.
Kecepatan tangan serta volume pukulan Pacquiao membuat ronde awal berlangsung ketat, namun memasuki akhir, arah pertarungan mulai bergeser, Ugas berhasil melayangkan jab kiri yang terus di lepaskan nya mampu menghentikan langkah Pacquiao membuat sang legenda itu kesulitan mengantisipasi.
Setelah 12 ronde berakhir para juri memberikan kemenangan angka mutlak kepada Yordenis Ugas.
Kemenangan nya ini menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karir nya, sementara itu comeback yang di harapkan menjadi panggung kebangkitan Pacquiao berubah menjadi malam yang berakhir dengan kekalahan dari petinju pengganti.
9. Jesse Bam Rodriguez.
Awal 2022 panggung utama sebenar nya di siapkan untuk duel ulang antara Carlos Cuadras dan Srisaket Sor Rungvisai demi memperebutkan gelar WBC kelas super flyweight yang kosong.
Di partai tambahan Jesse Rodriguez di jadwalkan untuk menambah pengalaman di level elite.
6 hari sebelum pertandingan semua nya kacau, Rungvisai mengundurkan diri karena sakit sehingga partai utama terancam batal, dalam situasi tersebut Rodriguez yang baru berusia 22 tahun mengambil keputusan besar naik dua divisi untuk menggantikan Rungvisai dan langsung menantang Carlos Cuadras demi gelar dunia pertama nya.
Keputusan itu sangat berani, selain menghadapi mantan juara dunia yang sudah kenyang dia juga harus bertarung di kelas yang lebih tinggi dari biasa nya.
Semua meragukan apakah fisik nya mampu menghadapi tekanan di divisi lebih berat, namun pada ronde ke 3 Rodriguez membungkam semua nya, pukulan kanan melesat keras dan menjatuhkan Cuadras, momen itu menjadi bukti bahwa dia tidak hanya pengganti dadakan.
Sepanjang ronde berjalan Rodriguez mampu menghindari serangan lawan dengan disiplin tinggi, setelah 12 ronde penuh dia di nyatakan menang mutlak melalui keputusan juri.
Rodriguez resmi menjadi juara dunia termuda saat itu sekaligus petinju kelahiran era 2000 an pertama yang berhasil merebut gelar juara dunia.
10. Jaime Munguia.
Pada Desember 2017 Sadam Ali mengejutkan dunia setelah mengalahkan Miguel Cotto dan merebut gelar WBO kelas menengah ringan, kemudian di jadwalkan mempertahankan sabuk nya melawan Liam Smith pada Mei 2018.
Dua minggu sebelum pertandingan Smith mengundurkan diri karena mengalami infeksi kulit, demi menyelamatkan acara di Verona New York, Ali menerima Jaime Munguia sebagai lawan nya.
Keputusan ini ternyata menjadi awal dari kejutan besar, meski Ali lebih di unggulkan, secara alami dia merupakan petinju kelas welter yang naik divisi saat mengalahkan Cotto, sementara Munguia walaupun turun bertarung di kelas 154 pon dia sudah beberapa kali tampil di kelas menengah.
Pada ronde pertama Munguia dua kali menjatuhkan Ali dengan kekuatan pukulan dan ukuran tubuh yang lebih unggul.
Ali berdiri tetapi kembali di jatuhkan oleh kombinasi pukulan keras pada ronde kedua, akhir nya pukulan kiri keras Munguia pada ronde ke 4 mengakhiri perlawanan nya, petinju pengganti itu sukses merebut gelar dunia sekaligus mengubah persaingan di divisi ini.
Inilah hanya daftar 10 yang penulis ulas, barangkali ada tambahan lain mungkin terlewat jangan sungkan untuk berkomentar dengan menambahkan siapa saja mereka yang layak di masukkan.
Baca juga:
#AndyRuiz #JesseRodriguez #JaimeMunguia









