Khalil coe keluar sebagai pemenang lewat majority decision atas Jesse Hart, catatan rekor nya membaik menjadi 11-1-1 tapi di balik angka itu pertarungan ini menyisakan luka yang tidak bisa di tutupi hanya dengan kemenangan di kertas skor.
Tangan nya memang di angkat namun cara dia sampai ke sana membuat kemenangan itu seperti jalan keluar darurat.
Semua sudah berjalan salah bahkan sebelum bel pertama di bunyikan, pada sesi timbang badan Khalil Coe mencatatkan berat 7,8 pon di atas batas light heavyweight angka yang tidak bisa di toleransi di level profesional.
Ini bukan selisih kecil tapi kegagalan serius dalam disiplin, akibat nya Coe harus membayar denda sebesar 30.000 dolar AS kepada Jesse Hart, dia juga langsung kehilangan simpati publik dan rasa hormat lawan.
Dia secara terbuka menyebut Coe sebagai petinju yang tidak profesional dan ini membentuk suasana panas sebelum laga di mulai, sejak titik itu pertarungan ini lebih kepada siapa yang lebih pantas menang.
Jesse Hart dengan pengalaman panjang nya di level elite, memilih bertarung dengan memukul lalu menghilang membiarkan mengejar bayangan nya, sebalik nya Coe mengandalkan pukulan berat dan momentum fisik, dia tidak berusaha menang indah dengan pukulan berat yang terlihat meyakinkan di mata juri.
Selama beberapa ronde awal, Hart tanpak lebih berani tapi tidak selalu berarti unggul di kartu skor, ketegangan memuncak di ronde ke 3 ketika momen yang tidak seharus nya terjadi malah menjadi pusat perhatian.
Dalam posisi clinch, Khalil Coe mengangkat tubuh Jesse Hart dan membanting nya ke kanvas, aksi ini membuat penonton terkejut, Hart marah dan wasit Thomas Taylor tidak punya pilihan selain mengurangi satu poin.
Emosi mulai menguasai Coe dia tidak lagi bertarung dengan kepala dingin, meski kehilangan satu poin dia tetap terlihat sebagai petinju yang lebih berbahaya di mata juri terutama karena setiap pukulan yang dia lepaskan terlihat lebih berdampak di banding serangan Hart.
Saat Coe mulai mendaratkan pukulan keras di ronde ke enam Jesse Hart justru terkena pengurangan satu poin akibat pelanggaran berulang terlalu sering menahan dan mengunci lawan meski sudah di peringatkan.
Skor pertandingan menjadi semakin rumit, kedua petinju sama sama kehilangan poin karena melakukan kesalahan.
Memasuki ronde ke 8, usia mulai terlihat pada Jesse Hart, pernafasan nya berat, dia lebih sering mundur dan bersandar pada pengalaman untuk bertahan, Coe memanfaatkan momen ini dengan menekan ke tali ring, namun Hart masih memiliki momen kecemerlangan kombinasi keras ke tubuh di akhir ronde membuat lawan nya mundur.
Di ronde ke 9 Hart bahkan tampil lebih hidup memukul ke body dan ke kepala, ini adalah ronde di mana dia seperti petinju yang ingin mencuri kemenangan di detik detik akhir.
Sayang nya ronde ke 10 berjalan datar, Coe tidak menunjukkan urgensi untuk mengamankan kemenangan dengan jelas sedangkan Hart terlalu berhati hati, ketika bel akhir berbunyi Hart bahkan sempat mengangkat tangan lebih dulu keyakinan yang ternyata keliru.
Satu juri melihat hasil imbang, dua lain nya memberi kemenangan tipis untuk Coe, dia hanya menyelinap keluar ring merunduk di bawah tali dan pergi.
Dia menang tapi tidak meninggalkan kesan sebagai pemenang dominan seperti merugikan dari pada menguntungkan dalam jangka panjang.
Khalil Coe berhak atas itu, dia memukul lebih keras, dalam sistem penilaian tinju profesional itu sering cukup, namun secara reputasi dia kalah telak, gagal timbang badan sebesar itu adalah noda besar di tambah perilaku di ring yang emosional dan minim kontrol, sedsangkan Jesse Hart meski dalam kekalahan dia mungkin kehilangan angka tapi tidak kehilangan harga diri.
#Khalilcoe #Jesseheart









