Laga yang di jual sebagai grudge match antara Nikita Tszyu vs Michael Zerafa duel penuh tensi dan emosi berakhir menjadi salah satu malam paling mengecewakan dalam kalender tinju australia tahun ini.
Ini seharus nya menjadi panggung pembuktian, sang putra legenda Kostya Tszyu datang dengan rekor yang terus menanjak sedangkan lawan nya membawa pengalaman, jam terbang dan tekad untuk menolak di anggap batu loncatan.
Pertarungan catchweight 157 pon ini baru memasuki awal ketika sebuah benturan kepala tak di sengaja terjadi di ronde pertama, tidak ada kombinasi mematikan, dua kepala yang saling bertemu di momen yang salah akibat nya fatal luka robek di kelopak mata kiri Zerafa.
Awal nya pertarungan masih berlanjut namun saat jeda ronde kedua dokter ring mulai memperhatikan luka tersebut dengan serius, pemeriksaan berlanjut hingga sebelum ronde ketiga dan keputusan pun di ambil.
Wasit Chris Condon menghentikan laga pada detik ke-2 tidak ada pemenang hanya No Contest, reaksi penonton bersorak kecewa membanjiri arena, sebagian mengarahkan amarah pada Zerafa yang lain pada dokter ring yang mengubah nasib buruk merusak sebuah laga besar.
Michael Zerafa tidak tinggal diam usai laga emosi nya tumpah, dia merasa di jadikan kambing hitam atas keputusan yang bukan di tangan nya.
“Saya tidak tahu kenapa semua orang mencemooh, saya tidak meminta pertarungan ini berakhir tapi dokter yang menghentikan nya.”
Zerafa mengakui bahwa penglihatan nya sempat terganggu tetapi dia masih ingin bertarung.
“Saya bilang penglihatan saya buram tapi saya siap lanjut, ayo kita bertarung.”
Namun kata itu membuka babak baru kontroversi, dalam rekaman suara Zerafa terdengar beberapa kali mengatakan kepada dokter saya tidak bisa melihat, perbedaan antara buram dan tidak bisa melihat menjadi pusat perdebatan.
Di sudut lain ring Nikita Tszyu tanpak terpukul seacara emosional, 6 bulan persiapan, kamp latihan panjang berakhir dalam hitungan menit.
“Maaf untuk semua yang datang dan berharap melihat perang 10 ronde, ini sangat antiklimaks saya benar benar minta maaf ucap Tszyu”.
Tidak ada selebrasi hanya rasa kecewa karena kesempatan yang hilang untuk membuktikan diri nya di panggung besar, berakhir nya laga ini ada satu komentar dari mantan juara dunia itu menyebut Zerafa mencari jalan keluar.
“Zerafa menyerah, ini petarung yang sudah di masa akhir karir, banyak petinju bertarung bukan untuk menang tapi untuk tidak kalah, malam ini dia menemukan cara nya, kata Malignagi.”
Kritik ini seperti pisau yang menusuk lebih dalam, tuduhan quit adalah stigma paling berat sekali di lekatkan sulit di lepaskan namun zerafa membalas tuduhan itu.
“Saya tidak pernah menyerah itu pertarungan yang bagus kami baru mulai memanas, tegas Zerafa.”
Tapi kata kata saja tidak cukup, publik mengingat gambar dan momen malam ini meninggalkan kesan yang rumit antara cidera nyata dan keputusan medis, situasi semakin panas ketika Tim Tszyu kakak Nikita ikut bersuara dia mengejek Zerafa dengan kata yang langsung viral di media sosial.
“Saya tidak bisa melihat! Saya tidak bisa melihat!”
Tim kemudian menunjuk dahi nya sendiri merujuk pada duel brutal melawan Sebastian Fundora, di mana wajah nya koyak parah sejak ronde ke 2, darah menutup mata dan penglihatan nyaris hilang tapi Tim tetap bertarung hingga ronde ke 12.
Namun tinju bukan matematika, setiap luka berbeda dan keputusan medis berdiri di atas tanggung jawab besar, saat laga di hentikan ketiga juri mencatat skor 19-19 berarti pertarungan seimbang.
#nikitatszyu #michaelzerafa









