Usyk Tinggalkan Semua Gelar, Agit Kabayel Gigit Jari Meski Sudah Sepakat Bertarung

Usyk lepas semua gelar, Kabayel gigit jari

Setelah sekian lama yang di tunggu keputusan yang dinanti akhir nya datang, Oleksandr Usyk resmi melepaskan seluruh sabuk juara dunia kelas berat yang masih berada di tangan nya, keputusan itu mengakhiri berbagai spekulasi mengenai masa depan divisi heavyweight sekaligus membuka jalan bagi para penantang yang selama ini hanya bisa menunggu kepastian.

Terutama Agit Kabayel kabar ini bisa di bilang menjadi jawaban atas perjuangan panjang nya, petinju asal Jerman itu berkali kali menyatakan bahwa Usyk seharus nya segera mengambil keputusan.

Kalau memang tidak berniat mempertahankan gelar melawan penantang wajib menurut Kabayel lebih baik sabuk tersebut di kosongkan agar divisi tetap bergerak.

Ucapan itu kini menjadi kenyataan dan situasi nya berubah sangat cepat karena belum lama ini Usyk mengalahkan Rico Verhoeven di Mesir, Kabayel bahkan naik ke atas ring setelah laga, di hadapan ribuan penonton kedua nya berjabat tangan dalam momen yang sempat membuat publik yakin duel tersebut tinggal menunggu pengumuman resmi, tanpa babibu mengajak Usyk untuk bertarung.

“Mari kita lakukan pertarungan ini…Usyk menjawab No problem bro.”

Kata itu membuat fans di seluruh dunia yakin pertarungan sudah berada di depan mata namun yang terjadi amsyong, lewat  video di media sosial petinju asal Ukraina itu mengumumkan bahwa dia mengosongkan semua sabuk yang masih di miliki nya.

Menurut Usyk sudah saat nya para petinju lain mendapatkan kesempatan memperebutkan gelar tersebut tapi dia belum mau pensiun dan memastikan masih akan menjalani satu pertarungan terakhir sebelum menutup karir profesional yang sudah di penuhi prestasi, otomatis rencana duel melawan Kabayel batal terwujud setidak nya untuk saat ini.

Dulu dia pernah bilang akan pensiun setelah menjalani 3 pertarungan lagi tapi sekarang hanya satu entah siapa yang akan di pilih nya.

Padahal WBC sebelum nya telah memberikan tenggat waktu hingga 30 Juni agar kedua kubu mencapai kesepakatan sebagai bagian dari kewajiban mempertahankan gelar, dengan sabuk kini resmi di lepas proses itu pun tidak lagi di perlukan dan seluruh peta persaingan kelas berat berubah, mungkin saja Joshua vs Fury akan memperebutkan salah satu dari gelar ini mengingat mereka juga sudah lama di bicarakan untuk bentrok tapi belum juga terlaksana.

Eddie Hearn juga memastikan mereka akan bertemu asalkan Joshua menang melawan Prenga dan Fury menang dengan lawan berikut nya biarpun belum pasti jadwal resmi nya.

Kenapa Usyk suka mengosongkan gelar?

Bila melihat perjalanan karir nya, ini bukan pertama kali Usyk memilih melepas sabuk di banding terus mempertahankan nya, IBF di lepas lalu di perebutkan lagi dan Dubois sebagai juara yang berujung rematch dan dia menang KO.

Kemudian WBO juga di lepas otomatis juara interim saat itu Fabio Wardley naik menjadi juara penuh, padahal dia ingin sekali perang melawan Usyk namun tak terlaksana.

Bulan mei kemarin Dubois berkesempatan menantang Wardley, duel berakhir dramatis lewat TKO ronde ke 11 WBO berpindah tangan.

Menurut penulis keputusan ini lebih dekat ke strategi karir dari pada rasa takut menghadapi lawan, alasan nya Usyk saat ini sudah berusia 39 tahun, di masa seperti ini setiap pertarungan memiliki nilai yang jauh lebih besar di banding saat masih berusia awal 30 an.

Dari pada dia menghabiskan waktu menghadapi penantang wajib yang secara finansial mungkin tidak terlalu menguntungkan Usyk lebih memilih menyimpan tenaga untuk satu laga terakhir yang benar bersejarah.

Bicara bisnis langkah ini juga bagus, status Usyk sudah tidak lagi bergantung pada jumlah sabuk yang di pegang, warisan nya sebagai juara tak terbantahkan di kelas cruiserweight dan heavyweight sudah tercatat Hall of Fame pasti menunggu nya, itu artinya menjelang akhir karir yang di jual bukan lagi gelar tapi nama besar nya.

Apakah ini berarti Usyk takut kalah?

Susah mengatakan seorang petinju takut menghadapi lawan ketika rekor nya sudah berisi kemenangan dua kali atas Tyson Fury, Anthony Joshua dan Daniel Dubois, dia juga sudah membuktikan diri di dua divisi berbeda, bila memang ingin menghindari seharus nya dia tidak mengambil pertarungan sebesar itu sejak awal.

Yang lebih mungkin adalah Usyk ingin mengendalikan sendiri akhir karir nya, dia tidak ingin di paksa menjalani serangkaian mandatory yang bisa menguras waktu sementara target utama nya tinggal satu tarian lagi sebelum gantung sarung tinju.

#OleksandrUsyk #AgitKabayel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top