Baru Januari 2026 kemarin Teofimo Lopez kehilangan gelar WBO ringan super di rebut oleh Shakur Stevenson, kini kesempatan emas terbuka kembali untuk mengukir sejarah.
Mantan juara dunia di dua divisi itu di pastikan akan menantang pemegang sabuk WBA Rolly Romero yang di jadwalkan berlangsung pada 22 Agustus di T-Mobile Arena Las Vegas, duel tersebut akan menjadi langkah pertama Lopez di panggung perebutan gelar dunia kelas welter sekaligus peluang mewujudkan ambis inya menjadi juara dunia di tiga kelas berbeda.
Jalan menuju target itu di pastikan tidak mudah, karena Rolly Romero petinju yang sedang menikmati momentum terbaik setelah mengejutkan dunia dengan mengalahkan Ryan Garcia pada Mei tahun lalu.
Saat itu Romero tidak di jagokan tetapi mampu menjatuhkan Garcia di ronde kedua sebelum mendominasi pertarungan hingga menang mutlak dan merebut WBA reguler, tak lama setelah Jaron Ennis naik kelas dan melepas gelar nya otomatis Romero naik status menjadi dunia penuh.
Pertemuan mereka di perkirakan menghadirkan pertarungan yang bagus dan sayang untuk kita lewatkan, Romero mengandalkan tenaga pukulan dan Lopez lebih mengutamakan kecepatan tangan, kelincahan bergerak juga kemampuan memanfaatkan kesalahan lawan melalui serangan balasan.
Di luar kemampuan di atas ring kedua petinju ini juga memiliki kepribadian yang vokal, adu komentar pedas lasti akan menjadi bagian dari promosi menuju hari pertandingan sehingga atmosfer persaingan semakin memanas.
Pertarungan ini sama sama membawa taruhan besar bagi kedua kubu, Romero akan membuktikan bahwa keberhasilan nya menggenggam gelar ini bukanlah hasil hadiah tapi awal dari dominasi nya di kelas welter dan Teofimo Lopez hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk menorehkan prestasi baru.
Laga perebutan gelar dunia ini akan di siarkan melalui PPV hasil kolaborasi Prime Video dan DAZN sehingga dapat di saksikan penggemar tinju melalui dua platform streaming besar secara bersamaan.
Menurut penulis Lopez ini termasuk anak emas yang selalu di dorong juga di manjakan, bagaimana mungkin petinju yang baru naik kelas lalu mendapat kesempatan perebutan gelar?? apakah tidak ada mandatory?? pasti nya ada, situasi seperti ini mengingatkan kita pada Ryan Garcia yang tiba tiba mendapat title shot melawan Mario Barrios yang memegang gelar WBC, padahal waktu itu dia baru kalah melawan Romero sewaktu masih pegang status reguler.
Saat ini yang berhak menjadi lawan Romero adalah Jack Catterall karena sudah memegang WBA reguler mengalahkan Shakhram Giyasov lewat angka mutlak pada mei lalu yang menjadi partai tambahan Usyk vs Verhoeven di Mesir.
WBA sekarang agak kacau sering mendapat kritikan karena mengabaikan mandatory, dulu Giyasov menjadi penantang wajib tapi tak kunjung datang karena Romero meminta kelonggaran pada organisasi untuk melakukan duel lain yang sebelum nya di wacanakan melawan Manny Pacquiao tapi tak terjadi.
Kemudian muncul lagi unifikasi Romero vs Devin Haney membuat luka Giyasov semakin parah sampai tim nya mengirim surat langsung ke WBA agar di tegakkan keadilan untuk kewajiban mandatory.
Sekarang terulang lagi tapi korban nya bukan Giyasov tapi Catterall, dia harus menunggu lagi untuk menjadi juara penuh dan mudah mudahan nasib nya baik sehingga akan segera melawan pemenang dari Romero dan Lopez ini.
#RolandoRomero #TeofimoLopez #JackCatterall









