Sang juara WBO kelas bantam christian medina sukses pertahankan gelar nya setelah duel 12 ronde yang melelahkan melawan Adrian Curiel di Guadalajara.
Namun kalau harus jujur ini bukan jenis kemenangan yang membuat divisi lain gemetar, sbuah kemenangan yang relatif aman bukan mengintimidasi.
Medina memulai laga dengan cara yang di harapkan dari seorang juara kandang, dia datang dengan cepat dan terlihat lebih siap secara mental.
Pukulan ke badan jadi senjata utama dan itu efektif di ronde awal, dua sampai tiga ronde pertama bisa di bilang milik Medina.
Tetapi yang terjadi keunggulan awal itu tidak berkembang, dia tidak menekan lebih jauh atau mencoba mematahkan Curiel sejak dini.
Baca juga:
di level kejuaraan dunia, terutama di kelas bantamweight yang padat bakat, keunggulan yang di biarkan menggantung sering berubah menjadi boomerang.
Adrian Curiel datang tanpa status bintang, tanpa rekor KO yang menakutkan Tapi dia hadir dengan kemampuan membaca pertarungan.
Mulai ronde ke 4, Curiel mulai mengambil alih ruang, dia menaikkan volume, lebih aktif dan memaksa Medina bekerja lebih keras, ini bukan dominasi satu arah, tapi cukup untuk menghapus keunggulan awal sang juara.
Pukulan overhand kanan di ronde ke 8 adalah dari kebangkitan Curiel, seolah mengatakan Medina tidak sedang mengendalikan laga sepenuh nya.
Terlihat pertarungan berubah dari juara mempertahankan sabuk menjadi dua petinju yang saling berebut.
setelah di umumkan skor para juri memenangkan medina dengan 120-108, 116-112, dan 115-113.
Pandangan saya soal skor 120-108, ini kurang waras, bukan hanya karena ketat nya laga tapi karena secara visual, Curiel jelas memenangkan beberapa ronde tengah. Memberikan kartu sempurna untuk Medina justru merusak kredibilitas kemenangan itu sendiri.
Medina tidak butuh kartu seperti itu untuk menang. Skor 116-112 atau bahkan 115-113 masih bisa diterima, api 120-108 membuat orang bertanya…
apakah ini penilaian objektif atau efek juara kandang???
Persepsi seperti sering kali sama penting nya dengan hasil dan skor seperti itu justru memperkeruh bukan memperkuat status sang juara.
Christian Medina adalah juara yang solid tapi dia belum terlihat seperti penguasa divisi, tidak mengendalikan selama 12 ronde penuh juga tidak mematahkan penantang.
itu sah sah saja Tapi untuk seorang juara dunia terutama yang ingin melangkah ke level lebih besar ini bukan iklan terbaik.
Seandai nya jika ke depan nya menghadapi penantang dengan stamina lebih gil dan tenaga lebih tajam apakah pendekatan seperti ini cukup??? Tentu nya tidak kan?
Christian Medina masih juara tidak ada yang bisa membantah itu namun pertarungan ini seperti cermin dari pada panggung kemenangan.
#Christianmedina #Adriancuriel










Pingback: Foster Tantang Shakur Stevenson, Duel Nyata atau Wacana?
Pingback: Figueroa Bungkam Liverpool, Nick Ball Tumbang KO Brutal