Agit Kabayel Tantang Semua Juara Kelas Berat, Siap Satukan Sabuk Dunia

Agit Kabayel tantang para juara dunia

Belum genap 1 bulan di angkat sebagai juara dunia kelas berat WBC, Agit Kabayel sudah menebar tantangan kepada seluruh rival di divisi, petinju asal Jerman itu tidak sibuk memilih calon lawan atau menyusun daftar pertandingan impian, dia membuka pintu bagi siapa pun yang ingin merebut sabuk dari nya.

Gelar yang kini berada di pinggang Kabayel memang bukan dari hasil perebutan karena Oleksandr Usyk memilih mengosongkan semua gelar nya tapi tetap memiliki arti besar bagi sejarah tinju Jerman, dia mengingatkan bahwa negara nya sudah sangat lama tidak memiliki penguasa kelas berat dan mencatat sejarah sebagai petinju berdarah Kurdi pertama yang berhasil mengangkat gelar.

Dua pencapaian itu merupakan kebanggaan yang tak bisa di gambarkan dengan kata kata, sejak masih kecil impian nya memang hanya satu menjadi juara dunia, mimpi itu telah menjadi kenyataan tetapi perjalanan belum berhenti sampai di dan mulai memikirkan langkah ke depan, target nya mempertahankan sabuk juga menghadapi nama terbesar.

Dia tidak ingin terjebak dalam negosiasi panjang atau memilih lawan yang mudah, siapa pun yang memiliki sabuk dan siap bertarung di persilakan maju.

Kabayel memang tidak menyebut satu nama tertentu tapi kepada seluruh pemegang gelar memiliki kesempatan yang sama untuk bertemu di atas ring, yang di cari hanyalah persaingan olahraga terbaik demi menyatukan sabuk juara.

Keinginan itu juga berkaitan dengan menghidupkan kembali kejayaan tinju khusus nya kelas berat di Jerman, Kabayel yakin negara nya mampu menggelar pertarungan berskala besar di stadion seperti era emas yang pernah di nikmati para penggemar beberapa dekade silam.

Dengan status juara dunia dia percaya pertandingan melawan nama elite akan menarik puluhan ribu penonton bahkan akan menyamai rekor lebih dari 100 ribu penonton yang pernah tercipta pada era Max Schmeling dan berharap nama nya bisa di kenang sebagai sosok yang mengembalikan pamor tinju di negara nya.

Saat ini Kabayel masih menunggu pemenang duel remacth Dubois melawan Wardley, kalau di antara mereka nanti nya akan bersedia melakukan unifikasi maka di pastikan tidak ada penolakan dan siap tanda tangan kontrak, selain itu juga juara WBA Murat Gassiev akan menjalani duel melawan Peter Kadiru, bila berhasil tidak menutup kemungkinan mereka akan bertemu asal kedua organisasi saling merestui.

Dulu dia adalah pemburu gelar sekarang diri nya yang menjadi target utama seluruh penantang, dengan perubahan posisi itu sama sekali tidak membuat nya ciut apalagi menghindari lawan.

Menurut penulis, kalau Kabayel hanya ingin bertarung di jerman saja tanpa keluar kandang, ini akan mengulang sejarah yang dulu pernah di jalani oleh Dariusz Michalczewski juara WBO di kelas berat ringan, dia menghabiskan seluruh karir nya di sana sampai 23 kali pertahanan, selain Dariusz ada lagi Sven Ottke juara IBF menengah super bahkan sampai pensiun sama sekali tidak meginjakkan kaki di negeri orang.

Inti nya bukan masalah Kabayel takut atau tidak, sebab dia sudah lebih dulu berkeliling untuk bertarung, yang di khawatirkan adalah para juri di sana dulu terkenal memihak para juara lokal, maka nya Roy Jones jr waktu itu tidak mau ke datang jerman untuk melawan Dariusz karena sudah tau kelakuan mereka.

Jalan satu satu nya dia harus tetap menerima bila ada tawaran yang berlangsung di Amerika atau Inggris, dengan begitu raja body shot ini memang pantas di sebut juara pilih tanding.

#AgitKabayel #WBC #KelasBerat

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top