Tak Takut Hadapi Siapa Pun! Bruce Carrington Merasa Menjadi Petinju No 1 Kelas Bulu

Bruce Carrington ingin menjadi nomer 1 di kelas bulu

Pergantian generasi kadang terjadi tanpa di sadari, nama besar yang sudah lama mendominasi pemberitaan perlahan mulai menghilang dari panggung utama, lalu di gantikanwajah baru yang siap mengambil tempat mereka.

Bruce Carrington merasa momen itu sedang terjadi sekarang, petinju asal Brooklyn yang di kenal dengan julukan Shu Shu tersebut melihat olahraga ini sedang memasuki babak baru, generasi yang selama ini menjadi wajah utama mulai mendekati garis akhir karir mereka sementara kelompok petinju muda mulai berdatangan dengan ambisi besar bahwa giliran mereka telah tiba.

Dia ingin menjadi bagian dari perubahan tersebut dan berada di barisan paling depan, tanggal 4 Juli nanti menjadi salah satu panggung yang menurut nya bisa memperlihatkan perubahan itu kepada publik yang lebih luas. 

Saat TNT Sports meluncurkan program tinju baru nya Carrington menjadi salah satu nama yang di pilih untuk tampil dalam acara tersebut, kesempatan ini jauh lebih besar dari pada hanya mempertahankan sabuk dunia.

“Banyak orang baru mulai muncul sekarang, menurut saya memang sudah waktu nya,”

Tinju saat ini sedang mencari bintang bintang baru, nama seperti Abdullah Mason dan sejumlah petinju muda lain nya mulai mendapatkan perhatian yang sebelum nya dinkuasai generasi lama.

Di mata nya situasi itu tidak harus di tunggu beberapa tahun lagi karena perubahan sudah berlangsung, perjalanan Carrington menuju posisi sekarang tidak datang dengan keajaiban, tumbuh besar di Brooklyn yang juga di kenal sebagai tempat lahir banyak petinju elite seperti Mike Tyson, Teofimo Lopez hingga Richardson Hitchins.

Carrington percaya lingkungan seperti itu membentuk karakter seseorang jauh sebelum mereka masuk ke atas ring, di sana orang belajar menghadapi tekanan sejak usia muda, mental untuk bertahan hidup menjadi bagian dari keseharian, tidak ada ruang untuk mengeluh karena semua sedang berjuang dengan cara nya masing masing.

Pengalaman itu yang kemudian dia bawa ke dunia profesional, awal tahun ini Carrington berhasil merebut sabuk WBC kelas bulu setelah menghentikan Carlos Castro dalam duel yang berlangsung di Madison Square Garden menjadi pencapaian terbesar dalam karir nya.

Berbeda dengan banyak petinju yang memilih menikmati status juara Carrington melihat gelar itu adalah awal, dia tidak tertarik menjadi juara yang hanya mempertahankan sabuk selama mungkin karena memiliki target yang lebih besar ingin menguasai seluruh divisi.

Saat ini kelas bulu masih memiliki beberapa juara dunia dari organisasi berbeda seperti Rafael Espinoza, Angelo Leo, dan Brandon Figueroa berada dalam bidikan Carrington.

Meski menghormati kemampuan mereka Carrington tidak ragu menempatkan diri nya di posisi teratas, dia sadar sebagian penggemar mungkin menganggap pernyataan itu terlalu meninggi namun menurut nya seorang petinju tidak mungkin mengejar status tak terbantahkan jika sejak awal tidak yakin terhadap kemampuan nya sendiri.

Sebelum berbicara soal penyatuan gelar, Carrington masih memiliki pekerjaan yang harus di selesaikan, pada 4 Juli mendatang dia akan menghadapi petinju Meksiko Rene Palacios yang belum terkalahkan membuat sebagian pengamat menilai laga tersebut tidak boleh di anggap enteng.

Carrington mengakui lawan nya memiliki kualitas yang membuat nya layak berada di peringkat dunia, akan tetapi dia juga merasa memiliki keunggulan yang cukup untuk mengendalikan jalan nya pertarungan.

Mungkin tak banyak yang tahu dalam perjalanan Carrington adalah aktivitas nya di luar ring, sebelum menjadi juara dunia dia bekerja sebagai analis pertandingan untuk siaran tinju.

Pengalaman itu ternyata memberikan dampak yang tidak ria duga, saat harus membahas pertarungan petinju lain Carrington mempelajari rekaman pertandingan secara utuh, memahami pola serangan, kebiasaan bertahan sampai kesalahan kecil yang sering tidak terlihat oleh penonton biasa.

Di antara semua target yang di miliki Carrington satu nama yang selalu di sebut adalah Naoya Inoue, petinju Jepang yang di juluki Monster itu masih juara tak terbantahkan di kelas junior bulu dan di anggap sebagai salah satu petinju terbaik dunia tanpa memandang divisi.

Carrington tidak menutup kemungkinan pertarungan tersebut terjadi suatu hari nanti, jika Inoue memutuskan naik ke kelas bulu untuk memburu gelar dunia di divisi baru maka diri nya siap menyambut tantangan tersebut.

Dia memberikan penghormatan penuh terhadap pencapaian Inoue termasuk kemenangan nya atas Junto Nakatani yang di anggap duel paling di tunggu, Carrington juga mengakui reputasi dan prestasi sang juara Jepang berada di level yang sangat tinggi namun rasa hormat itu tidak mengubah keinginan nya untuk menjadi petinju nomor satu di kelas bulu.

#BruceCarrington #AbdullahMason #NaoyaInoue

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top