Sabuk WBA Di Pertaruhkan, Gassiev dan Yoka Penentuan Nasib Di Ujung Usia

Gassiev melawan Yoka penentuan di ujung usia

11 Juli di VTB Arena Moskow bakal jadi panggung yang cukup panas, Murat Gassiev turun untuk pertama kali nya mempertahankan sabuk WBA regular melawan Tony Yoka juara Olimpiade yang sejak masuk pro karir nya naik turun tanpa arah yang stabil.

Gassiev datang dengan cerita yang masih setengah jadi di kelas berat, di cruiserweight dia sempat di takuti dengan 2 gelar di pinggang nya sebelum di rampas oleh Usyk, begitu naik kelas semua nya suram, dia hanya bertarung sekali dalam setahun mulai dari 2020 sampai 2023 yang kemudian kalah angka tipis atas Otto wallin sekaligus kehilangan sabuk WBA intercontinental nya.

Baru belakangan ini dia mulai terlihat lagi punya taring setelah menghentikan Kubrat Pulev lewat KO ronde ke 6 pada Desember 2025 di Dubai yang akhir nya membawa nya ke gelar yang di pegang nya saat ini namun status tertinggi divisi ini masih di pegang oleh rival lama nya Oleksandr Usyk.

Di kubu seberang Yoka datang dengan beban yang lebih berat, dari juara Rio 2016 dia di gadang gadang akan menjadi wajah baru kelas berat Prancis tapi kenyataan nya jauh lebih berliku. 

Beberapa hasil mengecewakan membuat nama nya turun dari radar elite termasuk 3 kekalahan beruntun, tahun 2022 kalah mayoritas melawan Martin Bakole, kemudian naik ring 2 kali pada 2023 melawan Carlos tajam dan Ryad Merhy semua nya lewat angka tipis.

Sampai akhir nya dia mencoba mereset karir dengan perubahan tim nya, saat ini dia bekerja bersama Don Charles pelatih yang baru saja mengantar Daniel Dubois ke level juara dunia. 

Ini seperti kesempatan terakhir untuk membuktikan bahwa potensi nya masih ada dan layak naik lagi setelah sebelum nya sempat mengarah ke duel eliminator melawan Lawrence Okolie versi WBC, tapi rencana itu gagal setelah sang juara itu bermasalah di tes doping, sejak itu Yoka seperti kehilangan momentum dan baru sekarang kembali mendapat panggung besar.

Prediksi penulis Murat Gassiev masih punya keunggulan yang cukup bagus di sisi power dan pengalaman duel level dunia, dia sudah terbiasa dengan pertarungan keras sejak era cruiserweight dan 3 kemenangan KO beruntun termasuk Kubrat Pulev menunjukkan kalau dia masih punya insting pembunuh di kelas berat. 

Kalau fight ini masuk ke ronde tengah ke atas Gassiev biasa nya mulai lebih senang karena dia bisa menutup jarak dan menghajar lawan yang mulai melambat.

Tapi Tony Yoka bukan tanpa peluang, dari fisik dia panjang, lebih teknis dan jika dia disiplin memakai jab dari awal bisa membuat Gassiev aktif dari luar dan menguras tenaga nya. 

Masalah Yoka di sini hanya konsistensi, begitu di tekan atau terkena satu kombinasi keras ritme nya sering hilang, Jadi duel akan ini lebih berat ke Gassiev dengan kemenangan lewat tekanan bertahap atau TKO late rounds kecuali Yoka bisa menjaga atau memblok serangan dan menang poin di ronde awal tanpa kehilangan fokus saat mulai kena pressure balik.

Bagaimana menurut kalian? 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top