Kasus hukum gervonta davis masih menggantung, hasil imbang kontroversial melawan Lamont Roach Jr belum selesai di kepala publik, ini membuat aura tak tersentuh yang dulu melekat pada nya mulai sirna.
Dalam situasi seperti ini, biasa nya seorang bintang akan mencari pertarungan yang aman tapi tetap menjual, di situlah nama Isaac Pitbull Cruz kembali muncul.
Bukan hanya penantang atau opsi tapi mereka berdua masih ada urusan yang belum selesai sejak 2021.
Baca juga:
Beberapa tahun lalu Davis berada di posisi emas, dia bisa memilih lawan, menentukan lokasi bahkan menentukan bobot pertandingan. Siapa pun yang ingin melawan nya harus mengikuti syarat nya, sekarang situasi nya sudah sangat berbeda.
Masalah hukum membuat jadwal nya tak pasti, dia di kabarkan bebas dengan jaminan di Florida atas tuduhan serius yang bisa berdampak besar pada citra nya.
Promotor tentu ingin tetap menjaga nilai komersial nya tapi sponsor dan jaringan TV melihat resiko.
Dalam kondisi seperti itu, pilihan lawan bukan lagi soal gengsi namun stabilitas.
Rematch dengan Lamont Roach Jr memang logis secara olahraga mengingat hasil imbang mereka menuai kontroversi, tapi secara bisnis tidak terlalu panas kurang menjual untuk menjadi event besar yang bisa mengalihkan perhatian publik dari drama di luar ring.
Seandai nya melawan Shakur Stevenson itu terlalu beresiko, shakur adalah teknisi elit yang bisa membuat Davis terlihat bukan siapa siapa, Jika Tank kalah di tengah masalah hukum yang menimpa nya maka kejatuhan nya akan lengkap sudah.
Lalu siapa yang tersisa??? hanya Pitbull Cruz.
Cruz bukan petinju yang cerewet di media atau ahli promosi diri, tapi dia selalu datang untuk bertarung.
Pertemuan pertama mereka pada 2021 berakhir dengan keputusan angka tipis untuk Davis, banyak orang yang menganggap itu malam sulit, tangan Davis cidera karena Cruz terus menekan tanpa takut.
Itu bukan kemenangan dominan tapi menyisakan ruang untuk cerita ulang, di sinilah cerita yang belum selesai selalu punya nilai jual.
Tim Cruz tahu ini, mereka tidak berbicara tentang ranking tapi berbicara tentang unfinished business.
Davis tetap nama besar namun setiap nama besar hidup dari momentum.
Momentum Tank sekarang tidak sedang naik. Dia tidak datang dari KO spektakuler melainkan datang dari hasil imbang dan headline hukum.
Dalam kondisi seperti ini, pertarungan melawan Cruz bisa memenuhi dua kebutuhan sekaligus
1.Uang.
Cruz adalah petarung aksi. Gaya menekannya selalu menghasilkan tontonan seru, itu arti nya pay-per-view yang lebih mudah dijual.
2.Validasi.
Jika Tank menang lebih meyakinkan kali ini, dia bisa menutup cerita liar bahwa kemenangan pertama hanyalah keberuntungan atau hasil tipis karena cidera.
Isaac Cruz bukan nama paling glamor di divisi tapi dia punya reputasi sebagai petarung yang tidak bisa di intimidasi.
dia pernah menghentikan Rolando Rolly Romero dengan brutal, dan Romero kemudian mengalahkan Ryan Garcia. Rantai itu sering di pakai tim Cruz untuk menyatakan bahwa mereka bisa mencabik cabik Garcia juga.
Apakah itu klaim berlebihan?? Mungkin.
Tapi gaya Cruz memang tidak menyenangkan untuk siapa pun yang suka ruang dan tempo.
Bagi Tank, Cruz adalah tipe lawan yang memaksa bekerja 12 ronde penuh. Tidak ada momen santai. Tidak ada kesempatan pamer highlight tanpa tekanan balik.
untuk davis yang sedang mencoba menata ulang karir nya ini bukan ujian ringan.
Sean Gibbons secara blak blakan mengatakan sesuatu yang sebenar nya semua orang tahu tapi jarang di ucapkan tentang tiket dan pay-per-view.
Rematch dengan Roach mungkin adil secara olahraga tapi tidak ada teriakan publik yang masif untuk itu, melawan Shakur mungkin penting untuk legacy namun terlalu beresiko saat ini.
Dalam kalkulasi saat ini Cruz adalah kombinasi risiko yang masih bisa di kontrol dan keuntungan finansial yang nyata.
Ketika seorang petinju tidak mau melawan nama tertentu dan justru di arahkan ke lawan yang pernah memberi nya malam sulit, itu bisa di baca dua cara, Dia memilih jalur yang lebih aman secara teknis Atau dia tidak lagi punya banyak opsi.
Dengan situasi hukum dan tekanan reputasi, Tank tidak bisa terlalu lama menghilang, dia butuh kemenangan.
Dia butuh malam di mana yang di bicarakan orang adalah pukulan nya bukan ruang sidang dan cuz memberi peluang itu.
Namun cerita ini bukan sepihak, cruz juga tahu bahwa melawan Davis adalah tiket emas. Pertarungan besar, bayaran gede dan Eksposur global.
Dia sudah sabar menunggu, sementara Ryan Garcia dan Shakur Stevenson sibuk dengan agenda masing masing, Cruz berdiri di pinggir, menunggu momen yang tepat.
Bagi Cruz, ini kesempatan untuk mengubah status nya dari petarung keras menjadi juara yang di akui.
Secara pribadi, saya melihat pertarungan ini bukan sebagai pilihan berani dari Tank, tapi pilihan yang paling pas di tengah keterbatasan.
Jika duel ini benar terjadi di 2026, jangan lihat hanya sebagai rematch, lihatlah sebagai tes apakah Gervonta Davis masih mengendalikan karir nya… atau hanya sedang mencoba bertahan dari arus yang mulai menyeret nya.
#Gervontadavis #Isaaccruz









