Nostalgia Brutal di Las Vegas, Manny Pacquiao Melawan Ruslan Provodnikov Laga Ekshibisi

Ekshibisi pacquiao vs provodnikov

Tinju selalu punya cara memanggil para legenda kembali ke panggung, entah karena adrenalin yang tak padam atau urusan bisnis yang terlalu menggiurkan untuk di tolak, kali ini nama besar itu adalah Manny Pacquiao.

Di usia yang sudah jauh dari masa kejayaan, Pacquiao kembali mengikat sarung tinju melawan bukan petinju muda yang sedang naik daun atau juara aktif.

Di sudut seberang nanti berdiri sosok yang juga tak kalah keras, ruslan Provodnikov mantan juara dunia yang dulu di kenal sebagai The Siberian Rocky.

Pertarungan ini dijadwalkan berlangsung di Thomas & Mack Center Las Vegas, status nya ekshibisi 10 ronde kelas welter tidak ada sabuk di pertaruhkan atau ranking yang berubah, tapi jangan salah duel ini tetap memancing rasa penasaran.

Sebagian orang mengira kisah Pacquiao selesai ketika dia resmi masuk Hall of Fame, dia sudah menuntaskan semua nya, delapan divisi, duel epik dan status ikon global, apa lagi yang tersisa??? ternyata masih ada ring.

Pacquiao bukan tipe petinju bisa melepaskan dunia yang sudah membesarkan bahkan setelah karir politik dan berbagai proyek di luar ring dia tetap kembali berlatih.

Tubuh nya mungkin tak lagi secepat era 2009–2011 tapi insting nya masih hidup.

Laga terakhir nya melawan Mario Barrios yang berakhir imbang membuktikan refleks nya belum sepenuh nya tumpul, bahkan banyak merasa dia layak menang malam itu.

Sekarang melawan Provodnikov, ini membuktikan bahwa nama besar itu masih mampu menghibur dan sanggup berdiri 10 ronde tanpa terlihat renta.

Kalau Pacquiao identik dengan kombinasi cepat dan sudut pukulan tak terduga, Provodnikov adalah kebalikan nya, dia bukan teknisi halus dia petarung yang suka maju tekan dan hantam.

Dalam masa jaya nya Provodnikov adalah mimpi buruk siapa pun yang lengah satu detik, dia tidak peduli wajah nya berdarah atau peduli skor ronde.

Duel legendaris nya melawan Tim Bradley pada 2013 masih di kenang sebagai salah satu pertarungan paling brutal dekade itu, pertukaran pukulan tanpa rem tidak ada rasa takut hanya dua pria yang menolak mundur.

Melihat dua gaya ini bertemu sekalipun ekshibisi tetap layak di tonton, pacquiao dengan kecepatan dan footwork, Provodnikov dengan tekanan dan hook keras.

Saat ini istilah ekshibisi sering jadi selimut tipis, ini laga santai tapi ketika dua mantan juara bertemu ego pasti tetap ada.

Apalagi Provodnikov di kenal bukan petinju yang setengah hati, dia seperti tidak punya tombol mode santai.

Pacquiao pun bukan aktor yang hanya ingin tampil dan tersenyum, dia selalu ingin menang, itu sudah tertanam sejak dia masih remaja miskin di General Santos.

Jadi biarpun tidak ada sabuk jangan berharap ini jadi sesi sparring panjang yang membosankan.

Meski kedua nya bukan lagi petinju muda, Refleks melambat dan cidera lebih tinggi, Inilah sisi yang membuat sebagian penggemar khawatir.

Tetapi karena usia itulah duel ini punya nilai dramatis, kita tidak sedang menyaksikan dua pemuda membangun karir tapi melihat dua veteran yang pernah mengguncang dunia di masa lalu.

Las Vegas pernah jadi saksi malam terbesar Pacquiao, kota itu panggung rumah nya menggelar laga ini seperti nostalgia yang di kemas ulang.

Antara Warisan dan Uang.

Tidak perlu munafik faktor finansial selalu berperan, nama Pacquiao masih menjual Provodnikov pun punya basis penggemar setia yang rindu gaya bertarung nya.

Pertarungan ini akan laku, tiket akan terjual Siaran global akan menarik angka.

Tapi menyederhanakan nya sebagai uang semata seperti nya terlalu dangkal, ada sisi emosional di sini, banyak penggemar lama yang tak pernah melihat duel ini terjadi saat kedua nya di puncak, sekarang meski terlambat kesempatan itu datang.

Analisis Gaya: Siapa Di untungkan?

Pacquiao punya keuntungan dalam kecepatan tangan dan pengalaman menghadapi petinju dengan gaya tekanan, dia pernah menghadapi tipe agresif sebelum nya.

Namun Provodnikov punya satu senjata yang belum hilang meski usia bertambah kekuatan pukulan dan mental baja..

Pacquiao harus bergerak, memutar, memukul lalu keluar, tapi jika dia terjebak di tengah ring terlalu lama Provodnikov akan mencoba mengubah nya jadi perang jarak dekat.

Menurut saya pribadi, ini bukan pertarungan yang perlu di benci atau di puja berlebihan, ini adalah hiburan sebuah perayaan karir dua nama besar.

Apakah ini akan mengubah sejarah? Tidak.
Apakah ini berisiko? Tentu.
Apakah ini menarik? Sangat.

Yang membuat saya penasaran bukan hasil akhir nya tapi bagaimana kedua nya hadir di dalam ring, Bila pacquiao terlihat tajam, spekulasi tentang duel serius lain bisa muncul, namun dia terlihat lambat dan mudah di tekan mungkin inilah penutup yang wajar.

Provodnikov punya kesempatan langka untuk berbagi ring dengan legenda dan karakter seperti dia biasa nya tak ingin jadi figuran.

Nostalgia yang Punya Nilai.

Tinju hidup dari cerita, emosi, kenangan dan duel ini menggabungkan semua nya.

Pacquiao membawa sejarah delapan divisi, Provodnikov membawa reputasi petarung tanpa kompromi, Las Vegas membawa kenangan.

#Pacquiao #Provodnikov

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top