Zuffa Boxing akhir nya resmi memasuki tinju profesional, yang di pertaruhkan bukan hanya angka penonton atau kualitas produksi siaran, tetapi kepercayaan publik tinju yang sudah lama skeptis pada janji era baru.
cara terbaik untuk menilai keseriusan Zuffa bukan dari slogan atau nama besar di balik nya, tapi dari kartu pertandingan perdana yang mereka susun. jika kita membaca kartu ini dengan cermat kayak nya Zuffa tidak datang untuk coba coba.
Acara yang berlangsung pada Jumat 23 Januari dan di siarkan melalui Paramount+, tidak hanya menampilkan satu laga utama, tetapi sebuah rangkaian duel yang mempertemukan prospek, mantan penantang gelar dunia, inilah kekuatan bagi sebuah promotor baru.
Baca juga:
1. Lorenzo Powell vs Alejandro Medina de la Rosa (Lightweight).
laga Lorenzo Powell vs Alejandro Medina de la Rosa tanpak seperti pengisi kartu biasa. Namun laga seperti inilah yang sering kali memberikan kejutan.
Powell datang dengan rekor 5-0 (2 KO) seorang petinju muda yang masih di bentuk. Lawan nya Medina de la Rosa (3-7, 3 KO), jelas bukan ancaman besar secara statistik tapi jika powell lengah kelar hidup nya.
Zuffa seperti promotor lain, paham bahwa debut mereka harus memberi ruang bagi petinju untuk terlihat dominan tanpa harus mengambil resiko berlebihan.
2.Jose Tito Sanchez vs Jesus Ramirez Rubio (Junior Featherweight).
Beranjak naik kita menemukan duel Jose Tito Sanchez vs Jesus Ramirez Rubio sebuah pertarungan yang lebih berbahaya dari yang terlihat.
Sanchez 14-0, 8 KO adalah prospek yang sempat tertahan cidera. dia belum terlalu di kenal luas tetapi gaya bertarung nya cukup mapan. Ramirez Rubio 23-4-3, 17 KO meski datang dengan catatan naik turun, tapi dia lebih berpengalaman yang tidak mudah roboh karena 1 pukulan.
Menurut saya, jika Sanchez mampu mengontrol tanpa terbawa adu keras, nama nya bisa mulai di perhitungkan sebagai prospek serius.
3.julian Rodriguez vs Cain Sandoval (Welterweight).
Di sinilah kartu mulai serius. Julian Rodriguez 24-1, 15 KO vs Cain Sandoval 17-0, 15 KO. Rodriguez adalah petinju teknis dengan fondasi amatir yang kuat.
Sementara Sandoval membawa aura petarung agresif dengan rasio KO tinggi. laga ini bisa mencuri perhatian karena kedua petinju sama-sama berada di waktu sekarang atau terlambat.
Zuffa tanpak nya sadar bahwa duel semacam ini menciptakan ketegangan nyata bukan hasil yang bisa dit ebak sejak timbang badan. Untuk debut promotor, ini adalah keputusan berani dan tepat.
4.Misael Rodriguez vs Austin Deanda (Middleweight).
Pertarungan Misael Rodriguez 15-0, 7 KO melawan Austin Deanda (17-0, 11 KO) adalah contoh matchmaking modern yang sehat.
Rodriguez adalah mantan peraih medali Olimpiade, petinju dengan IQ tinggi. Deanda sebalik nya adalah tipe pressure fighter yang berkembang melalui jalur profesional murni.
5.Israil Madrimov vs Luis David Salazar (Junior Middleweight).
Kehadiran Israil Madrimov (10-2-1) di kartu ini sangat signifikan. Mantan juara dunia ini baru saja melalui dua kekalahan berat dari Terence Crawford dan Vergil Ortiz Jr.
Laga melawan Luis David Salazar (20-1) tidak hanya comeback ini adalah penilaian ulang posisi Madrimov di peta dunia.
Pengamatan saya, Zuffa cerdas menempatkan Madrimov di sini. Jika dia masih garang kelas nya akan terlihat jelas. Jika tidak publik akan tahu bahwa penurunan nya nyata.
6.Khalil Coe vs Jesse Hart (Light Heavyweight).
Khalil Coe vs Jesse Hart adalah salah satu laga paling menarik di kartu ini.
Jesse Hart (31-3, 25 KO) bukan nama baru, dia pernah menantang gelar dunia di kelas super middleweight dan di kenal sebagai petarung daya tahan tubuh yang kuat. sedangkan Coe (10-1-1) adalah petinju yang sedang membangun ulang setelah mengalami kekalahan.
Ini adalah laga yang siapa pun pemenang nya ada cerita lanjutan yang bisa di jual.
7.Raymond Muratalla vs Andy Cruz (Lightweight – IBF).
Sebagai puncak acara Raymond Muratalla vs Andy Cruz bukan hanya pertarungan gelar. Ini adalah panggung terbesar Zuffa Boxing.
Muratalla 23-0, 17 KO adalah juara IBF yang berkembang melalui Top Rank.
Muratalla tidak bertarung lagi sepanjang sisa 2025, yang bisa jadi berkaitan dengan berakhir nya kontrak Top Rank dengan ESPN. Namun IBF kemudian memerintahkan nya untuk mempertahankan gelar melawan Andy Cruz petinju milik Matchroom Boxing yang rutin menggelar pertarungan di DAZN.
Matchroom memenangi lelang purse dan tentu berharap menambah satu lagi juara dunia di bawah naungan mereka.
Cruz saat ini memiliki rekor 6-0, 3 KO mungkin minim pengalaman profesional, tetapi latar belakang amati rnya termasuk emas Olimpiade membuat nya tak di ragukan di level elite.
Petinju berusia 30 tahun ini bermukim di Miami Florida, sejak bergabung dengan Matchroom Boxing serta menjadi profesional pada 2023, dia hanya bertarung di Amerika Serikat.
Dengan usia dan kemampuan yang sudah di atas rata rata, Cruz tidak di hadapkan dengan lawan lawan lemah, tapi langsung di uji melalui pertarungan melawan petinju berpengalaman.
#Zuffaboxing #Jadwaltinju #Beritatinju










Pingback: Rolly Romero Jadi Kandidat Terkuat Lawan Manny Pacquiao