Pertarungan Victor Santillan vs Noel Reyes tidak lahir dari rencana yang langsung di sepakati.
Awal nya, duel ini di jadwalkan berlangsung jauh dari tanah kelahiran kedua petinju tepat nya di Ciudad Obregon Meksiko pada akhir Januari.
Namun promosi kembali membuktikan bahwa dalam tinju lokasi bisa berubah drastis.
Baca juga:
Masuk nya Shuan Boxing, promotor terkemuka asal Republik Dominika yang di pimpin Belgica Peña, mengubah arah cerita.
Hak promosi berhasil di amankan dan laga ini di pulangkan ke Santo Domingo dalam perebutan sabuk interim.
Arena dan penonton kini sepenuh nya berpihak pada dua petinju yang sama sama membawa identitas Dominika meski karir mereka berkembang di luar negeri.
Victor Santillan kembali bertarung di Republik Dominika selalu menghadirkan versi terbaik dari diri nys. Statistik berbicara 9 kemenangan tanpa kekalahan di tanah kelahiran.
Setiap kali Santillan tampil di depan publik sendiri, dia cenderung menyelesaikan pekerjaan lebih cepat.
Kemenangan KO ronde ke 3 yang dia raih pada Oktober lalu di San Cristobal menjadi bukti bahwa Santillan masih memiliki taji yang tajam. Meski dalam empat laga terakhir rekor keseluruhan nya terlihat biasa saja tapi Lawan yang dia hadapi berada di level elit jauh di atas rata rata penantang regional.
Santillan pergi ke Jepang menghadapi tekanan publik tuan rumah dan menerima resiko besar demi pengakuan global.
Kekalahan split decision memang menyakitkan, tetapi memperlihatkan bahwa Santillan mampu bertarung dan tidak runtuh di bawah tekanan pengalaman.
Ujian berikut nya bahkan lebih brutal secara psikologis, menghadapi Tenshin Nasukawa petarung yang saat itu belum tersentuh kekalahan di dukung penuh publik Tokyo.
Santillan kalah angka, namun berhasil memaksa Nasukawa bekerja keras sepanjang laga.
dia tidak datang sebagai korban tapi sebagai gangguan serius dalam transisi karir bintang Jepang tersebut.
Dua kekalahan ini sering di jadikan bahan kritik, tetapi bagi pengamat di situlah nilai Santillan terbentuk, dia tidak hancur oleh level tertinggi.
Karir Santillan mulai mencuri perhatian dunia saat dia secara mengejutkan menumbangkan Carlos Caraballo di New York pada Juni 2022.
Saat itu, banyak yang menganggap Santillan hanya pengganti yang datang untuk kalah tapi keputusan juri berkata lain.
Sejak saat itu, nama nya terus di kaitkan dengan laga laga sulit bukan pertarungan pelengkap.
Kini, kesempatan merebut sabuk interim WBA menjadi pengakuan resmi bahwa jalur berat yang dia pilih akhir nya berbuah posisi strategis.
Di sisi lain ring berdiri Noel Reyes, sosok yang dalam setahun terakhir tampil seperti mesin penghancur. Setelah awal karir yang tidak ideal (7 menang, 4 kalah), Reyes melakukan transformasi total.
Dua belas kemenangan beruntun, sebelas di antara nya melalui KO.
Reyes bukan petinju yang bergantung pada satu pukulan. dia membangun tekanan dan memaksa lawan mengambil keputusan buruk. KO ronde kedua atas Norbelto Jimenez pada Desember 2024 menjadi puncak performa nya sejauh ini.
Namun ada satu catatan Reyes belum bertarung selama 14 bulan. jeda panjang selalu membawa tanda tanya terutama ketika kembali langsung ke laga perebutan gelar.
Julukan Zappa Tokyo bukan cuma nama panggung. Itu adalah perjalanan karir Reyes yang berkembang jauh dari kampung halaman. Merantau ke Jepang membentuk gaya bertarung nya.
Reyes membawa mental petarung jalanan Dominika yang di padukan dengan struktur latihan ala Jepang.
Kombinasi ini membuat nya berbahaya, tetapi juga menyimpan resiko ketika menghadapi petinju yang mampu memaksa nya bertarung seperti santillan.
Pertarungan di Santo Domingo akan menjadi ujian apakah Reyes masih setajam sebelum nya atau justru terganggu oleh tekanan emosional tampil di rumah sendiri.
Secara resmi Reyes berada di peringkat 6 WBA sementara Santillan di peringkat 9.
Namun sabuk interim sering kali tidak hanya bicara angka. dia adalah tiket antrean bukan jaminan.
Di atas mereka berdiri Naoya Inoue vs Junto Nakatani, duel yang berpotensi mengubah lanskap kelas 122 lbs. Pemenang Santillan vs Reyes memang berharap menjadi penantang berikut nya, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan WBA.
Di Santo Domingo, kedua nya tidak hanya bertarung untuk sabuk. Mereka bertarung untuk posisi dalam sejarah pribadi masing masing.
Menang berarti naik kelas. Kalah berarti kembali ke antrean panjang yang penuh ketidakpastian.
#Victorsantillan #NoelReyes #Beritatinjuterbaru










Pingback: Sejarah hari ini, Marvin Hagler Kalah pada 13 Januari 1976
Pingback: Drama Duel Ortiz vs Ennis belum selesai, sampai kapan??