Di usia 40 tahun Jamel Herring melakukan sesuatu yang lebih gila lagi, dia datang langsung merebut sabuk juara dan resmi masuk ke daftar langka petarung yang sukses menjadi juara di dua dunia berbeda.
Di BKFC 89 Herring bertarung sangat tenang saat menghadapi Michael Larrimore lawan pengganti Nate Maness dan menang mutlak setelah lima ronde yang nyaris sepenuhnya berjalan sesuai kendali nya.
Tidak ada perang liar tanpa arah seperti yang biasa di cari sebagian fans bare-knuckle, Herring tetap dengan gaya lama yang sudah membesarkan nama nya di tinju, jab lurus, footwork disiplin lalu masuk dengan pukulan saat lawan mulai lengah.
Larrimore terus berusaha masuk tapi semakin keras dia memaksa malah sering terkena pukulan balasan, Herring terlihat santai memainkan jarak dan sejak awal arah pertarungan sudah berada di tangan nya.
Penonton BKFC yang hadir sebenar nya berharap duel ini berubah jadi baku hantam brutal penuh darah namun Herring tidak melayani itu, dia bertarung seperti veteran yang tahu persis apa yang harus di lakukan untuk menang tanpa membuang energi sia-sia, hasil nya cukup telak ke 3 juri memberi semua ronde untuk Herring bahkan ronde ke3 di beri skor 10-8 setelah dia menjatuhkan Larrimore lewat check left hook yang masuk saat lawan nya menyerbu terlalu agresif.
Statistik pukulan juga menunjukkan seberapa jauh perbedaan level mereka, Herring mendaratkan lebih dari 100 pukulan sedangkan Larrimore tidak mencapai 60.
Mungkin belum ada yang tau Herring sebetul nya baru 4 bulan masuk ke dunia BKFC, debut nya terjadi Januari lalu saat mengalahkan Matt Guymon dengan dominanasi mutlak, saat itu masih menganggap keberhasilan nya cuma efek pengalaman tinju profesional yang di bawa ke lawan level menengah, tapi setelah menang lagi dan langsung membawa pulang sabuk juara yang meragukan bungkam.
Sekarang Herring bukan lagi mantan petinju yang mencoba peruntungan baru dia sudah resmi jadi juara dunia BKFC dan in bukan pencapaian kecil karena transisi dari tinju ke bare-knuckle biasa nya tidak sesuai harapan.
Banyak petinju lain kesulitan beradaptasi saat sarung tangan di hilangkan sebab tempo pertarungan berbeda dan yang paling ngeri kesalahan saat melepas pukulan bisa langsung merusak tangan atau membuka luka besar di wajah.
Tapi Herring seperti menemukan tempat yang cocok, dia tidak bertarung liar atau berubah jadi slugger mendadak, mantan juara WBO itu tetap memakai identitas lama nya sebagai petinju teknikal dan ternyata sangat efektif di BKFC, jab yang dia lepaskan mengganggu lawan juga body shot nya pelan pelan menguras tenaga Larrimore sampai akhirnya pertarungan berubah sepihak.
Di akhir laga wajah Larrimore terlihat kesal karena hampir sepanjang duel dia gagal memaksa Herring bertarung dengan jalur yang di inginkan nya.
Kemenangan ini juga membuat Herring mengikuti jejak sahabat dekat nya Austin Trout yang juga mantan petinju yang sukses menjadi juara BKFC, sekarang situasi nya mulai berubah, bila sebelum nya Herring datang dengan nama besar yang menarik perhatian sekarang dia datang sebagai juara yang membawa target di punggung nya.
“Kalau ada yang merasa bisa memecahkan permainan saya, ayo ambil sabuk ini,” kata Herring setelah laga.
Kata ini seperti undangan terbuka untuk seluruh divisi bantamweight, beberapa nama langsung mulai di bicarakan setelah kemenangan tersebut termasuk Justin Ibarrola masih di anggap contender utama meski sekarang terlibat dengan Misfits Boxing.
Lalu ada Keith Richardson yang juga sempat di call out oleh Herring, selain itu nama seperti Ryan Reber sampai Nate Maness juga mulai masuk perbincangan.
Untuk ke depan nya kira kira gaya seperti apa yang bisa merepotkan Herring karena sejauh ini dia belum terlihat kesulitan mungkin itu yang paling mengejutkan, biasa nya petinju veteran yang pindah ke olahraga brutal datang untuk pertarungan nostalgia sebelum akhir nya menghilang, namun Herring di sini seperti nya masih ingin lebih lama di banding perkirakan banyak orang sebelum nya.
Baca juga:
#JamelHerring #BKFC









