Di kelas welter versi IBF tidak ada dominasi yang mendekati Felix Trinidad, dia tidak hanya lama memerintah sebagai raja tunggal tapi juga konsisten mempertahankan nya selama hampir 7 tahun dengan 16 kali pertahanan tanpa kalah.
Rekor ini menyamai Larry Holmes di kelas berat yang juga membawa gelar WBC di pinggang nya, Trinidad juga tidak kehilangan gelar ini namun melepas nya setelah memutuskan naik kelas ke menengah.
Mari kita lihat bersama sama bagaimana dia merebut takhta sekaligus menjaga dengan tangan petir nya.
1. Perebutan Gelar.
Juni 1993 Maurice Blocker sang juara bertahan untuk kedua kali nya mempertahankan gelar setelah sebelum nya dia menang angka tipis atas Glenwood Brown pada Oktober 1991.
Trinidad yang saat itu berusia 20 tahun dengan rekor 19 kali menang tanpa kalah16 kali lawan nya di babat habis lewat KO/TKO, Blocker yang jauh lebih berpengalaman dia dua kali juara dunia tak berdaya di hadapan penentang muda yang kelak di kenal dengan dulukan Tito ini.
Ronde pertama Trinidad kesulitan menembus pertahanan Blocker karena setiap kali maju dia di hadang oleh Jap andalan sang juara.
Di ronde kedua Maurice Blocker meladeni pertukaran jarak dekat di mana ini menjadi bumerang bagi nya, empat pukulan combo dari Tito menghujam keras telak membuat bloker tersungkur mencium kanvas, wasit tak punya alasan untuk lanjut.
Dia melambaikan tangan sekaligus tim medis masuk memeriksa keadaan Blocker yang masih menutup mata, kemenangan ini menandai juara dunia pertama Trinidad yang akan di jaga nya tanpa ada yang mampu melengserkan nya dari kursi kerajaan.
Baca juga:
2. Pertahanan 1-6 Agustus 1993.
Tak sampai 2 bulan Tito kembali ke ring menerima tantangan dari petinju Venezuela bernama Luis Garcia, duel ini menjadi istimewa bagi nya karena mempertahankan gelar di kampung halaman sendiri.
Luis Garcia sebetul nya bukan lawan kerupuk, sebelum ini dia sudah menantang Maurice Blocker tapi gagal merampas gelar IBF itu karena kalah lewat angka tipis.
Dia tidak menyerah untuk menjadi juara dunia namun yang terjadi harapan nya tak seindah mimpi para pemalas yang mau hidup enak tapi tak mau kerja keras, Trinidad menyelesaikan tugas nya hanya dalam satu ronde, tak sampai 2 menit Garcia sudah di buat merangkak tapi dia mampu berdiri.
Setelah itu Tito menghajar nya tiga kali lagi total empat kali jatuh Garcia tetap bangkit namun wasit akhir nya menghentikan pertarungan lewat teknikal knockout.
3. Pertahanan 2- 23 oktober 1993.
Oktober 1993 lagi lagi belum genap 2 bulan Tito sudah kembali tapi lokasi nya di Florida amerika Serikat menghadapi petinju tuan rumah bernama Anthony Stepens.
Di laga ini Trinidad adalah favorit mutlak sedangkan lawan nya yang di anggap underdog memberikan perlawanan keras walaupun ending nya tetap sama dengan lawan sebelum nya.
Dari ronde pertama mereka saling tukar pukulan menjadikan nya duel ini berjalan dengan ketat di papan skor, Tito hanya unggul sekitar 3 poin dari dua juri sementara juri terakhir memberinya 5 poin total keseluruhan dari awal hingga ke ronde 9.
Kemudian di ronde ke 10 Trinidad seolah tak kehabisan tenaga terus melancarkan serangan hingga akhir nya Stepens bersimpuh dengan cara ngos ngosan, dia tak mampu berdiri memberikan kemenangan KO pada sang juara.
Setelah kemenangan ini duel berikut nya menjadi paling berat untuk Trinidad karena harus melawan raja tua yang ingin kembali ke puncak.
4. Pertahanan 3-29 januari 1994.
Pertempuran sesama Puerto Rico akhir nya di gelar pada 29 Januari 1994 di MGM Grand Garden Arena, Hector Macho Camacho, mantan juara dunia 3 divisi berdafsu ingin melengkapi status nya sekaligus mau memporak porandakan tahta Tito yang kalah itu masih berusia 21 tahun.
Sedangkan Macho sendiri usianya di bilang tua juga tidak karena baru 31 tahun tapi untuk ukuran seorang petinju ini sudah lewat masa keemasan nya.
Sejak awal ronde berjalan dengan sangat hati hati, Tito tidak ceroboh masuk karena dia tahu siapa yang di hadapi nya, Macho juga tidak menganggap remeh sang juara selain pukulan nya yang sangat presisi dan insting pembunuh Tito masih tajam tajam nya Macho sempat bilang di wawawancara sudah mempelajari gaya bertarung Tito sebelum duel ini terjadi.
Di ronde pertengahan Camacho mulai terlambat mengantisipasi serangan hingga di ronde ke 12 berakhir mereka tetap berdiri tak ada knockdown namun jelas Tito menguasai laga.
Begitu pengumuman di bacakan Trinidad sukses mempertahankan gelar nya lewat angka mutlak, kekalahan ini mencoreng rekor Camacho untuk ketiga kali yang sebelum nya di kalahkan oleh Julio Cesar Chavez juga lewat angka.
5. Pertahanan 4- 17 sepetember 1994.
Tantangan berikut nya datang dari petinju Meksiko pada 17 September 1994, Luis Rayond Campas atau yang lebih di kenal Yuri Boy Campas berusia 23 tahun datang dengan rekor tak terkalahkan 56 kali menang dan 50 kali di antara nya diraih lewat KO.
Jika dilihat dari angka Tito jauh bagai bumi dan awan, banyak pengamat waktu itu bilang Campas adalah ujian paling berat karena pengalaman nya di dalam ring seperti Algojo, pernah bertarung 11 kali dalam setahun paling sedikit delapan kali.
Namun Tito tidak gentar dengan angka angka tersebut, bel di tabuh Campas terus maju tanpa henti seperti Banteng yang ingin menyeruduk Matador menggunakan kain merah memaksa Tito mundur.
Usaha nya berhasil memukul jatuh di ronde kedua lewat pukuan kiri tepat mengenai Rahang Tito namun dia segera bangkit, pembalasan tiba di ronde ke 4 rentetan pukulan menghantam telak membuat Campas terdesak ke tali dengan cepat wasit masuk menyelamatkan nya dari amukan yang lebih parah.
Trinidad tidak hanya merusak rekor Campas tapi juga menggagalkan cita cita nya untuk menjadi juara dunia, dia baru menjadi juara IBF 3 tahun kemudian di kelas menengah ringan saat itu dia menghajar Raul Marquez di ronde ke 8.
6. Pertahanan 5- 10 Desember 1994.
3 bulan berikut nya Tito kembali mendapat tantangan dari petinju tak terkalahkan pada bernama Oba Carr yang berlangsung di Monterrey Mexico.
Di duel ini kembali menunjukkan bahwa Tito masih ada kelemahan dalam pertahanan, double cover nya terlalu terbuka sehingga di tembus oleh straight kanan Oba Carr membuat nya jatuh.
Dia bangkit melompat lompat memberitahu wasit bahwa baik baik saja dan siap untuk lanjut, seperti sinetron di TV sang bintang film biasa nya menang di akhir kecuali Steven seagal yang tak pernah kalah, Tito baru mampu membalas nya di ronde ke 8 setelah perang penuh dengan keringat.
Uppercut kanan nya membuat Carr oleng dan pukulan susulan menganvaskan nya, dia segera berdiri tapi hanya untuk di jatuhkan kembali, beberapa detik kemudian Tito menyerang dengan beringas membuat Wasit segera memeluk menghentikan pertarungan.
2 kali Trinidad di jatuhkan oleh petinju tak terkalahkan namun dua kali juga dia membalikkan keadaan dengan tanpa ada perdebatan.
Baca juga:
7. Pertahanan 6- 8 april 1995.
Sore hari di Caesar palace Tito berhadapan dengan Roger Turner salah satu petinju yang mengalahkan Floyd Mayweather senior sekaligus mempensiunkan nya.
Ronde pertama Turner bergerak lincah melepas jab kiri lalu menghindari perang jarak dekat, Turner selamat dari amukan Tito tapi tidak di ronde kedua, dia yang hendak menipu lewat tangan kanan tapi sudah terbaca dan Tito melepas hook kiri membuat nya terkapar.
Roger Turner berdiri di hitungan ke 10 tak lama berselang Tito menerobos tanpa perlawanan yang memaksa wasit melangkah maju duel telah selesai.
Ini menjadi kekalahan paling menyakitkan sepanjang karir Turner namun dia tetap di kenang sebagai penantang trinidad biarpun gagal merampas gelar.
8. Pertahanan 7- 18 November 1995.
November 1995 Tito menikmati istirahat panjang selama 8 bulan, kali ini tantangan baru dari Larry Barnes petinju defensif berasal dari Amerika yang saat itu memiliki 39 kali menang sekali kalah dan 15 kali di raih dengan KO.
Dia datang tanpa dengan senyuman membawa bendera kebanggaan di kedua tangan nya.
Ronde pertama Barnes sangat bernafsu menyerang sampai terseok seok merangkul Tito, sesuai julukan nya NO FEAR alias tidak kenal takut dia terus menekan biarpun tubuh nya lebih pendek pukulan tangan kiri nya beberapa kali membuat Tio tersentak ke belakang.
Di ronde ke 4 tersisa 20 detik body shot dengan telak masuk ke ulu hati nya membuat dia sesak nafas, Barnes tak menghiraukan hitungan wasit karena kesakitan dia baru berdiri saat wasit sudah melambaikan tangan nya.
Tujuh lawan sudah dia singkirkan tersisa hanya 9 penantang lagi yang siap dia pulangkan dengan hati galau.
9. Pertahanan 8- 10 Februari 1996.
3 bulan kemudian Rodney moore mantan penantang IBF kelas ringan super mengejar Tito yang berlangsung di MGM Grand Garden Arena.
Petinju berjeluk Rockin ini sebelum nya menghancurkan lawan di ronde pertama, dia seperti ingin mengulang kemenangan itu.
Namun di hadapan Tito duel ini malah berjalan satu arah, Rodney Moore banyak sekali mundur setelah melepas pukulan, Tito menjadikan nya seperti samsak hidup biarpun tidak sampai babak belur.
Di ronde ke 4 sang juara menjatuhkannya dua kali tapi dia berdiri sampai turun minum, di ronde ke 5 akan di mulai pelatih Moore memutuskan mundur dengan alasan cidera lutut akibat knockdown kedua, lewat hasil ini Tito Trinidad di nyatakan menang lewat Refere Technical Decision.
10. Pertahanan 9- 18 Mei 1996.
Mei 1998 seorang mantan juara IBF kelas ringan Freddie Pendleton yang baru naik kelas di beri kesempatan untuk menjadi juara dunia dua divisi.
Freddie yang terkenal sering memprovokasi lawan lewat ejekan akhir nya mendapatkan karma atas sikap tengil nya, body shot kiri Tito kembali menemukan sasaran membuat Freddie jatuh miring mangap mangap.
Tidak ada respon saat wasit menghitung akhir nya duel di hentikan, dia mendapat hukuman yang setimpal, ejekannya berbuah pahit karena ulah nya sendiri.
11. Pertahanan 10- 7 September 1996.
Tito kembali ke MGM Grand Garden Arena menerima tantangan dari Ray Lovato petinju yang pernah membantai KO paman dari Mayweather Junior 2 tahun sebelum nya.
Anak asuh dari Jacob Duran ini cukup menyulitkan Tito lewat pukulan panjang dari tangan kanan nya, dia juga bergerak lincah saat mendapat serangan balik.
Seiring berjalan nya waktu tidak ada dari mereka yang mencium kanvas lalu sebuah momen serangan telak dari Tito membuat Lovato terhuyung ke tali lalu dengan sigap wasit maju menghentikan pertarungan, setelah laga ini kubu dari Lovato protes karena keputusan wasit di anggap kurang teliti dan terburu buru.
Mereka bilang wasit berat sebelah padahal kalau di lihat padahal itu demi kebaikan petinju nya sendiri.
12. Pertahanan 11- 11 Januari 1997.
Kevin Lueshing sang juara sabuk IBO dari Inggris datang ke Nashville Arena demi merebut gelar milik Trinidad, sebelum duel ini terjadi Kevin berbicara lantang di depan awak media dengan yakin akan membawa pulang sabuk merah itu ke Inggris.
Di dalam ring dia sempat membuat penonton berjingkrak jingkrak setelah sukses memukul jatuh Tito sampai bersandar di tali ring.
Seperti biasa nya dia segera berlari ke pojok siap untuk lanjut, di sinilah kesalahan Kevin memberi kesempatan lawan pulih yang seharus nya dia lakukan menyerang dengan brutal malah terlihat ragu ragu.
Di ronde ketiga pembalasan tiba Tito menyeretnya ke pojok lalu hook kiri nya membuat Kevin jatuh dan berdiri sambil berbicara ke arah pelatih nya.
Insting pemburu sang juara keluar dan menjatuhkan nya dua kali lagi sang wasit langsung angkat tangan Game over, dari sini kita bisa belajar kesempatan itu tidak datang dua kali, sekali lawan lengah buru mereka sampai lutut tak mampu menopang tubuh nya.
13. Pertahanan 12- 23 Agustus 1997.
7 bulan berlalu tantangan datang dari negeri Kanguru Australia, Troy Waters kembali ke Amerika untuk ke 4 kali nya sekaligus yang terakhir.
12 ronde yang di rencanakan berakhir cepat hanya di satu putaran, 51 detik akan berakhir tangan kanan Tito mendarat dengan keras membuat petinju Australia itu tersungkur, dia memang berdiri namun hanya jadi sasaran empuk tanpa perlawanan dan kembali di jatuhkan.
Sang wasit akhir nya menghentikan duel biarpun Waters berdiri tapi itu tidak memberikan tanda akan mampu lanjut di ronde berikut nya.
Setelah kekalahan ini Troy Waters hanya kembali ke ring hanya sekali dan pensiun pada Mei tahun 1998.
14. Pertahanan 13- 3 April 1998.
April 1998 Tito kembali pulang ke Puerto Rico, di masa istirahat nya itu petinju dari Italia kelahiran Kongo bernama Mahenge Zulu ranking 2 versi IBF menantang untuk perang, stadion penuh dengan kibaran bendera ingin menyaksikan putra kebanggaan mereka.
Ronde pertama dan kedua tidak ada momen besar yang membuat penonton riuh, mereka seperti dalam penjajakan membaca satu sama lain.
Ronde ke 4 sesuatu yang di tunggu tiba, Zulu belum sempat menghindar rahang kanan nya di hantam Hook kiri Tito hingga terkapar, tak ada hitungan lanjutan yang ada tim medis segera masuk memeriksa keadaan Zulu yang terlihat kaku.
Setelah kemenangan ini Tito libur panjang selama 10 bulan sebelum akhir nya bertemu dengan salah satu petinju defensif terbaik di dunia bernama Pernell Whitaker.
15. Pertahanan 14- 20 Februari 1999.
Mantan juara dunia 4 divisi Whitaker yang sudah berusia 35 tahun ingin menutup karir nya menjadi juara 5 divisi, ini seperti bintang muda melawan maestro yang mulai menurun.
Perbedaan usia memang tak bisa di pungkiri, Whitaker yang terkenal sulit di sentuh akhir nya roboh juga di ronde ke 2, seperti biasa dia berdiri dengan senyum khas nya.
Di ronde selanjut nya Trinidad banyak melepaskan pukulan telak yang membuat bengkak di mata kanan Whitaker.
Di akhir pertarungan Whitaker bertahan total banyak menghindar dan Trinidad terus menekan sampai bel berdentang, hasil nya Tito Trinidad mempertahankan gelar nya lewat angka mutlak.
16. Pertahanan 15- 29 Mei 1999.
3 bulan kemudian Hugo Pineda mantan penantang IBF Ringan Super datang ke San juan untuk mengadu nasib di tanah kelahiran Tito.
Di hadapan ribuan pendukung tuan rumah kita bisa melihat tulisan kecil dari fans fanatik Tito bahwa akan mengalahkan Dela Hoya setelah pertarungan ini selesai, pineda yang memiliki tubuh lebih besar dan jangkauan panjang tak mudah di tembus oleh serangan Tito.
Di ronde ke tiga hanya satu pukan telak yang mendarat namun tak sampai menjatuhkan Pineda, kemudian Tito menyelesaikan pekerjaann ya kurang dari 11 detik tersisa.
Tangan kiri nya menghujam keras ke ulu hati membuat Pineda bersimpuh kesakitan sampai pelindung gigi nya lepas, dia tetap santai duduk tidak menghiraukan hitungan, KO ronde ini menjadi yang terakhir di kelas welter, setelah ini Tito akan berhadapan dengan si anak emas yang memegang gelar WBC.
17. Pertahanan 16- 18 September 1999.
18 September 1999 duel bertajuk Fight of the Millenium seperti panggung yang terlalu besar untuk hanya sebuah pertarungan.
Oscar De la Hoya masuk sebagai bintang utama sementara Felix Trinidad datang dengan aura petarung yang tidak peduli seberapa sulit jalan yang harus dia tempuh.
Sejak ronde awal De la Hoya langsung menunjukkan kelas nya, langkah kaki ringan dan kombinasi yang di lepas selalu tepat sasaran, Trinidad terlihat terus mengejar tapi sering datang terlambat.
Di duel berikut nya pola pertarungan sebenar nya tidak banyak berubah, De la hoya masih lebih aktif tapi Tito tidak pernah berhenti maju, dia tetap menekan meski berkali kali di patahkan oleh Jab dan gerakan lawan nya.
Di sinilah perlahan suasana mulai bergeser, Trinidad mungkin kalah dalam jumlah pukulan tapi dia mulai mengambil ruang membuat De la hoya tidak lagi santai sebelum nya.
Tidak ada momen ledakan besar tapi tekanan terus ada, Lalu datang tiga ronde terakhir bagian yang sampai hari ini masih jadi bahan perdebatan, De la hoya tiba tiba berubah lebih banyak bergerak menjauh berputar mengelilingi ring hampir tidak melepaskan serangan berarti.
Trinidad langsung membaca itu sebagai peluang, dia maju tanpa henti memotong dan mulai mengambil alih perhatian.
Saat bel akhir berbunyi cerita nya tidak lagi siapa yang lebih unggul sepanjang laga tapi siapa yang meninggalkan kesan terakhir, ketika keputusan d iberikan kepada Trinidad sebagian orang mengangguk yang lain tidak percaya.
Karena malam itu De la Hoya seperti sudah menggenggam kemenangan tapi membiarkan nya lepas begitu saja.
Kemenangan ini jadi penutup manis bagi Felix Tridat di kelas welter sebuah pencapaian bahwa dia bukan hanya puncher tapi juara sejati yang mampu menang di panggung terbesar.
Baca juga:
#Felixtrinidad #Oscardelahoya









