Jamel Herring Bertarung Di Usia 40 Tahun Hadapi Nate Maness Eks UFC, Apakah Akan Berakhir KO?

Herring melawan Maness di BKFC 89

Jamel Herring akan kembali naik ring di ajang BKFC 89 pada 22 Mei 2026 untuk menghadapi Nate Maness dalam perebutan gelar bantamweight kosong, ini menjadi pertarungan kedua Herring di Bare Knuckle Fighting Championship setelah sukses menjalani debut nya pada Januari 2026, sang lawan Maness datang di BKFC sebagai petarung yang selalu menang KO.

Pertarungan ini sangat di tunggu karena mempertemukan mantan juara dunia tinju melawan petarung MMA yang sedang dalam performa terbaik.

Jamel Herring bukan nama sembarangan di dunia tinju. Ia pernah menjadi juara dunia WBO kelas super featherweight dan mempertahankan gelar nya 3 kali sebelum akhir nya kehilangan sabuk di rampas oleh Shakur Stevenson pada oktober 2021, karier profesional nya di tinju Herring mencatatkan rekor 24 kemenangan dan 5 kekalahan.

Menjelang akhir karir performa Herring mulai menurun, hanya menang sekali saat menghajar Nicholas Molina lewat TKO ronde 1 lalu kalah angka tipis melawan petinju tak terkenal Jackson Jon England lalu dia pensiun pada tahun 2024.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa dia memilih mencoba jalur baru di BKFC.

Debut Herring di BKFC berlangsung pada 17 Januari 2026 menghadapi Matt Guymon dan berhasil menang angka mutlak, meski tidak menang KO penampilan nya di nilai masih bagus menunjukkan bahwa teknik kelas dunia yang sangat efektif di arena tinju tanpa sarung tanga.

Kemenangan tersebut menjadi tanda bahwa Herring menolak tua dan masih memiliki kemampuan untuk bersaing terutama dengan pengalaman dan teknik yang di miliki nya.

Berbeda dengan Herring Nate Maness berasal dari dunia MMA pernah bertarung di level tertinggi dan memiliki rekor 16 kali menang 3 klah, setelah beralih ke BKFC performa nya semakin menanjak.

Maness menjalani debut BKFC pada tahun 2024 langsung menang TKO, tidak berhenti di situ dia kembali mencetak kemenangan KO di pertarungan berikut nya pada tahun 2025 hancurkan Tyler Randall, dengan dua kemenangan tersebut dia memiliki rekor 2-0 di BKFC dengan semua kemenangan di raih lewat KO/TKO.

Gaya bertarung Maness sangat berbeda dari petinju murni, da lebih liar tidak ragu untuk bertukar pukulan, dalam format bare knuckle yang brutal gaya seperti ini seringkali menjadi keuntungan besar.

Pertarungan antara Herring dan Maness tidak hanya siapa yang lebih kuat tetapi juga gaya bertarung.

Herring mengandalkan teknik juga footwork dan engalaman bertarung di level elite, sementara Maness mengandalkan power pukulan juga tekanan khas MMA.

Di BKFC pertarungan seringkali berlangsung cepat dan brutal, di sinilah teknik Herring di uji mampukah dia menahan tekanan dari Maness, salah satu faktor yang jauh lebih penting dari segi usia Jamel Herring 40 tahun sedangkan Nate Maness 34 tahun.

Perbedaan usia enam tahun mungkin terlihat kecil tetapi dalam olahraga tarung itu sangat signifikan, petarung yang lebih muda biasanya memiliki refleks cepat, daya tahan lebih baik, recovery di atas angin.

Namun usia juga membawa pengalaman, Herring telah menghadapi berbagai tipe petinju sepanjang karir nya, dia pernah berada di puncak dan memahami tekanan dalam pertarungan besar.

Maness mungkin lebih kuat secara fisik tapi belum tentu memiliki pengalaman sebesar Herring dalam menghadapi situasi paling sulit.

Pertarungan ini akan memperebutkan gelar bantamweight BKFC yang sedang kosong, pemenang akan langsung menjadi juara ini adalah kesempatan besar bagi kedua nya.

Bagi Herring ini adalah peluang untuk membuktikan bahwa dia masih bisa bersaing di level tertinggi meski sudah meninggalkan tinju, sementara Maness kesempatan untuk mengukuhkan diri nya sebagai kekuatan baru di BKFC.

Kenapa banyak petinju pindah ke BKFC?

Herring bukanlah yang pertama, beberapa tahun terakhir semakin banyak petinju yang mencoba peruntungan di sini,

Beberapa alasan utama nya karir di tinju yang mulai menurun, peluang finansial yang lumayan besar, format pertarungan yang lebih simpel dan kesempatan untuk kembali menjadi bahan perbincangan setelah pindah ring.

Bagi petinju yang sudah pensiun ini kesempatan kedua tapi tetap ada tantangan nya yang harus di waspadai yait gaya bertarung Maness yang tidak konvensional.

Jika Herring terlalu berhati hati dia bisa kalah agresivitas, terlalu terbuka resiko terkena KO juga besar, kunci bagi Herring harus mengontrol dan menghindari pertukaran liar memanfaatkan teknik dan pengalaman nya.

Maness memiliki beberapa keunggulan lebih muda, mampu memaksakan gaya bertarung nya sejak bel di tabuh dan peluang menang nya sangat besar.

Namun dia juga jangan lengah, menghadapi mantan juara dunia bukan hal mudah kesalahan kecil bisa di manfaatkan dengan bijak oleh Herring.

Apakah pengalaman dan teknik Herring cukup untuk mengalahkan agresivitas atau Maness yang akan melanjutkan KO nya, jawaban nya akan terungkap pada 22 Mei 2026.

Apa prediksi kalian??

#Jamelherring #Natemaness

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top