Comeback Gila! Guillermo Rigondeaux Balik Bertarung di Usia 45, Nekat atau Masih Layak?

Guilermo Rigondeaux comeback di usia 45 tahun

Guillermo Rigondeaux mantan juara dunia 2 divisi kembali ke ring di usia 45 tahun melawan petinju cile Jose Velasquez di james knight convention center miami 2 mei 2026.

Petinju berjuluk el chacal ini terakhir bertarung pada november 2024 dengan kemenangan KO brutal ronde 1 menghancurkan Dannis Arias sekaligus membawa pulang sabuk WBC internasional yang kosong.

Bagi sebagian orang ini terdengar seperti cerita lama yang di paksakan hidup lagi tapi bagi penggemar tinju sejati nama Rigondeaux bukan nostalgia dia adalah teknik murni yang di miliki Kuba

Sebelum dunia mengenal nya sebagai juara dunia, Rigondeaux sudah menaklukkan hampir semua panggung terbesar tinju amatir, 2x kali emas olimpiade, 2x juara dunia amatir, 3x juara world cup dan 7x juara nasional kuba.

Kemampuan defensif nya hampir mustahil di tembus banyak yang bahkan menyebut nya salah satu petinju paling tidak menyenangkan untuk di lawan bukan karena kotor tapi karena terlalu pintar.

Setelah masuk ke pro Rigondeaux meraih gelar interim WBA bantam super di duel ke 7x nya mengalahkan Ricardo Cordoba pada tahun 2010.

2 tahun kemudian dia meraih juara penuh ketika meng KO petinju amerika Rico Ramos, kesuksesan nya berlanjut setelah merampas WBO dan The Ring Dari Nonito Donaire lewat angka mutlak pada april 2013, gelar terakhir yang dia pegang adalah WBA reguler kelas bantam tahun 2020.

Saat berada di puncak Rigondeaux mampu membuat lawan terlihat biasa saja, refleks cepat membuat nya seperti bermain catur di dalam ring sementara lawan nya masih bermain checkers.

Gelar juara dunia di dua divisi jadi bukti bahwa skill nya tidak main main, tapi seperti banyak petinju dengan gaya defensif tinggi karir nya juga terhambat karena kurang menjual di mata promotor di anggap terlalu teknis dan minim aksi yang di sukai penonton 1 ronde KO.

Comeback saat ini di usia 45 tahun, di olahraga lain mungkin masih bisa di toleransi tapi di tinju ini wilayah yang sangat berbahaya.

Sudah pasti refleks menurun, daya tahan berkurang dan yang paling dalam kemampuan menerima pukulan tidak sudah beda jauh.

Rigondeaux mungkin masih punya IQ tinju yang tinggi tapi tubuh nya tidak lagi berada di level yang sama seperti satu dekade lalu, ini bukan asumsi tapi hukum alam dalam olahraga combat.

Bahkan petinju dengan gaya defensif seperti diri nya tetap membutuhkan kecepatan kaki untuk menghindar dan timing untuk counter semua itu adalah hal pertama yang biasa nya menurun seiring usia.

Kembali nya Rigondeaux bisa di lihat dari dua sudut.

Pertama ambisi, masih ada dorongan untuk membuktikan bahwa dia mau berhenti total karena petinju besar sulit menerima bahwa masa mereka sudah lewat, ring memberi identitas dan meninggalkan nya bukan hal mudah.

Kedua pembuktian diri, Rigondeaux sepanjang karir nya sering merasa tidak mendapatkan pengakuan yang layak, skill luar biasa tapi popularitas tidak sebanding comeback ini bisa jadi upaya terakhir untuk mengubah itu atau mungkin kombinasi kedua nya.

Masalah lain yang tidak kalah penting divisi tempat dia bertarung sekarang jauh lebih cepat dan liar.

Gaya defensif seperti Rigondeaux masih bisa efektif tapi hanya jika di dukung kondisi fisik yang prima tanpa itu strategi bertahan bisa berubah jadi tekanan bertubi tubi dari lawan apalagi menghadapi petinju yang 10 atau 15 tahun lebih muda bukan hanya tantangan itu pertaruhan besar.

Memang jika di lihat Rigondeaux masih bisa membuat banyak petinju terlihat bodoh di ring, pengalaman dan kecerdasan nya tapi di level elite itu mungkin tidak cukup.

Bila comeback ini berjalan sukses lagi mungkin dia akan menutup karir nya dengan manis sebalik nya jika kalah bisa jadi dia akan kembali lagi sampai meraih kemenengan dan tak ingin di hantui rasa bersalah karena menyesal.

Di tempat yang sama juga ada Nikita Ababiy yang saat ini memiliki rekor 14-0-[8 KO] melawan Daneil Sostre petinju tua dari kuba 42 tahun 13-31-3-[5 KO] seringmenjadi latihan untuk kenaikan kelas.

Ababiy dulu sempat ramai di perbincangkan dan di gadang gadang akan menjadi wajah baru di kelas menengah, namun karir nya kurang mulus karena akhir akhir ini jarang naik ring hanya di tahun 2019 dia melakoni 6 pertarungan, selebih nya sekali dalam setahun.

Di usia ke 27 tahun white chocolate julukan Ababiy seharus nya sedang gencar mencari pertarungan untuk mengasah kemampuan agar dekat dengan perebutan gelar dunia.

Namun tanpak nya dia tidak di rekrut oleh promotor besar seperti Top Rank atau Golden Boy, penyebab inilah yang membuat karir nya mandek padahal jika di lihat dari usia sepantaran nya di divisi ini seperti Austin williams, Troy isley atau Francis Hogan dia masih bisa bersaing karena gaya bertarung nya juga lumayan bagus.

#Guillermorigondeaux #Nikitaababiy

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top