Tim Tszyu Menang Mudah Atas Denis Nurja Siap Hadapi Spence?

Tim tszyu menang mudah atas Nurja

Kalau cuma lihat hasil akhir pertarungan ini kelihatan simpel, menang telak lawan jatuh sekali skor 100-88 dari semua juri.

Tim Tszyu melawan Denis Nurja bertarung di australia pada 5 april 2026 bertempat di WIN entretainmen centre, tszyu datang ke laga ini tidak dalam posisi puncak.

Tahun 2024-2025 menjadi masa paling berat dalam karir nya, kekalahan dari Sebastian Fundora dan Bakhram Murtazaliev masih membekas, di rematch melawan Fundora pun dia kurang kompetitif di jatuhkan ronde 1 dan di nyatakan kalah RTD ronde ke 7.

Maka nya ketika dia masuk ring melawan petinju yang secara nama belum terlalu besar, arah permainan nya langsung beda.

Ini bukan Tszyu yang dulu yang selalu cari penyelesaian cepat, sekarang lebih berhati hati agar tidak malu untuk ke 4 kali nya di depan publik sendiri.

Ronde pertama langsung menunjukkan itu, tidak ada tekanan liar atau serangan membabi buta, dia main dari jab membaca pergerakan lawan, denis Nurja sendiri juga tidak gegabah dia tahu kekuatan Tszyu jadi dia pilih masuk pelan.

Dari situ saja sudah kelihatan Nurja aktif tapi tidak mengancam, pukulan nya masuk tapi tidak punya dampak,

Masuk ronde ke 2 Tszyu mulai sedikit membuka permainan, uppercut kiri mulai keluar di susul hook ke body, kombinasi nya mulai lebih keras dua pukulan membuat Nurja mundur sambil menutup wajah nya.

Tszyu tidak langsung frontal di situ dia bisa saja menabrak habis habisan tapi dia tidak melakukan itu lebih kepada penjajakan untuk mengukur seberapa kuat nurja menahan serangan.

Ronde ke 3 Tszyu masuk ke jarak tempur tapi konsekuensi nya dia juga kena beberapa pukulan balik.

Salah satu nya uppercut dari Nurja yang cukup keras, namun terlihat pukulan itu tidak punya efek Tszyu tidak goyang parah, kemudian dia mulai melepas kombinasi lalu hook kiri ke kepala serangan mulai lebih variatif Nurja mulai kesulitan mengimbangi.

Lalu masuk ronde ke 4 gangguan sedikit terjaadi, benturan kepala yang tidak di sengaja membuka luka di bawah mata kiri Tszyu, cukup lebar tapi tidak separah yang pernah dia alami sebelum nya.

Kalau ini terjadi di masa lalu mungkin ini bisa jadi masalah besar, di ronde ini akhir nya knockdown terjadi.

Hook kiri keras masuk, sebelum menyentuh kanvas Tszyu sudah menambahkan dua pukulan kanan ini sebenar nya pertarungan bisa selesai, Nurja bangkit Tszyu tidak langsung menutup.

Dia tetap menyerang tapi tidak dengan kekuatan penuh dia seperti ingin melihat seberapa jauh dia bisa mengontrol tanpa harus mengambil resiko.

Setelah ronde itu selesai banyak yang mungkin berharap ronde berikut nya jadi yang terakhir tapi itu tidak terjadi.

Ronde ke 5 Tszyu kembali ke mode aman, Nurja yang sempat jatuh malah sedikit lebih stabil, dia sempat mencoba melawan tapi tetap saja tidak ada ancaman nyata.

Ronde ke 6 jadi bukti lain, Nurja mendaratkan salah satu pukulan terbaik nya hook kiri yang telak namun hasil nya tidak ada.

Tszyu menyerap nya tanpa masalah bahkan di akhir ronde dia membalas dengan pukulan kanan yang kembali melukai, Tszyu tidak tergesa gesa untuk menghancurkan lawan secara brutal , padahal penonton di arena histeris seakan berharap ini akan berakhir KO.

Ronde ke 7 situasi makin berat untuk Nurja, dia mulai sering memegang bertahan dengan cara apa pun akhir nya satu poin di kurangi oleh wasit supaya bermain lebih sportif.

Ronde ke 8 berjalan seperti sebelum nya, Tszyu tetap dominan pukulan ke badan masuk, hook kiri kembali jadi senjata, di akhir ronde ke 9 satu pukulan kanan mendarat ke kepala Nurja.

Masuk ronde terakhir Nurja tidak punya pilihan, dia maju lebih agresif tapi itu membuka peluang lebih besar, Tszyu melepas satu pukulan kanan keras membuat pelindung gigi Nurja terlempar keluar.

Tidak ada knockdown tambahan tapi arah pertarungan sudah jelas, bel akhir berbunyi skor 100-88 dari semua juri.

Statistik juga bicara sama Tszyu jauh lebih unggul dalam jumlah pukulan masuk, namun kita pasti bertanya tanya kenapa tidak di selesaikan cepat saat ada peluang?

Mungkin jawaban nya saat ini Tszyu tidak lagi bertarung hanya untuk menang tapi untuk bertahan membangun ulang juga memperbaiki kesalahan lama.

Dia sudah pernah terlalu terbuka hasil nya kita sudah tahu di awal pembahasan tadi.

Kemenangan ini juga membuka jalan ke laga yang jauh lebih berat, nama Errol Spence Jr sudah di sebut sebut sebagai lawan berikut nya.

Posisi spence sekarang ini bukan Nurja, dia petinju yang pernah menyatukan tiga gelar dunia, punya teknik dan pengalaman di level tertinggi, namun Tszyu di atas angin karena spence sudah lama tidak naik ring sejak di hancurkan oleh Terence Crawford.

Menurut saya pribadi pertarungan Tim Tszyu vs Errol Spence Jr benar terjadi ini bukan duel yang gampang di tebak tapi dengan kondisi sekarang peluang sediki ke Tszyu, bukan karena dia lebih berbakat tapi aktif.

Tszyu memang sempat jatuh tapi dia sudah kembali, secara mental dia sedang di tempa, sementara Spence datang dari kekalahan yang sangat berat dan belum terlihat bagaimana kondisi nya sekarang.

Dari gaya bertarung Spence biasa nya kuat di tekanan, main rapat, body shot keras.

Tapi saat ini masuk ke zona Tszyu yang sekarang lebih sabar dan siap menghadapi tekanan di banding sebelum nya.

Kalau Spence masih seperti versi terbaik nya dulu dia bisa menang angka, tapi kalau ada sedikit saja penurunan entah dari kecepatan atau daya tahan Tszyu punya peluang besar untuk mengambil alih di ronde tengah sampai akhir.

Prediksi penulis pertarungan ketat di awal tapi Tszyu mulai mengambil alih seiring waktu, bisa menang angka mutlak atau bahkan stoppage di ronde akhir kalau Spence tidak kembali ke bentuk asli nya.

Tapi ini tinju satu pukulan bisa mengoyak prediksi.

Yang pasti kemenangan atas Nurja ini bukan klimaks tapi baru fondasi, kalau Tszyu ingin kembali ke level elite lawan Spence lah orang nya

#Timtszyu #Denisnurja #Tinjudunia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top