Peta kelas menengah super kembali berubah drastis. dalam satu keputusan singkat namun berdampak besar, WBC resmi menutup duel perebutan gelar antara Christian Mbilli dan Hamzah Sheeraz.
Pertarungan yang sempat dulu di jadikan sebagai kunci pengisian kekosongan sabuk kini tak lagi ada di meja.
pembatalan ini tidak hanya secara administratif. tai sebagai penanda bahwa opsi Sheeraz kini menyempit tajam dan arah masa depan nya semakin mudah di baca.
Presiden WBC Mauricio Sulaiman mengumumkan secara terbuka bahwa perintah laga Mbilli vs Sheeraz di cabut sepenuh nya. Sidang purse bid yang sedia nya di gelar pun otomatis di batalkan.
Tidak ada bahasa diplomatis Laga itu langsung dihapus dari kalender.
Dengan satu langkah ini, WBC mengakhiri skenario yang sebelum nya di pandang sebagai jalur untuk menentukan juara dunia baru kelas 168 pon.
Bagi Christian Mbilli, keputusan ini tidak menggoyahkan posisi nya. Petinju Kamerun-Prancis dengan rekor 29-0-1 (24 KO) itu masih berstatus juara interim WBC dan tetap menjadi penantang nomor satu untuk sabuk versi penuh.
WBC justru di yakini akan mendorong laga ulang Mbilli vs Lester Martinez. Pertemuan pertama mereka pada September lalu berakhir imbang dan langsung di cap sebagai salah satu duel terbaik tahun itu.
Cap itu tidak berlebihan karena pertarungan tersebut penuh pertukaran keras. cukup untuk membuat WBC melihat nilai jual yang belum tuntas.
Laga Mbilli vs Martinez jilid pertama berlangsung di Allegiant Stadium Las Vegas sebagai partai pendukung kemenangan bersejarah Terence Crawford atas Canelo Alvarez. namun duel pendukung itu justru meninggalkan jejak yang lebih panjang bagi divisi super middleweight.
Hasil imbang tersebut menjadi satu satu nya noda dalam rekor kedua petinju. Sejak malam itu baik Mbilli maupun Martinez belum kembali naik ring. Laga ulang kini nyaris tak terhindarkan.
Apalagi pertemuan pertama mereka kemudian di nobatkan sebagai Pertarungan Terbaik WBC 2025.
Kisruh di WBC tidak bisa dilepaskan dari keputusan Terence Crawford. Setelah menaklukkan Canelo dan menyatukan seluruh gelar kelas 168 pon Crawford memilih pensiun hanya tiga bulan kemudian.
Namun sebelum pengumuman pensiun itu, WBC sejati nya sudah bergerak lebih dulu. Crawford di copot dari status juara karena tidak memenuhi kewajiban kesepakatan biaya sanksi.
Hamzah Sheeraz sendiri sempat berada di posisi dengan memiliki tiga jalur berbeda menuju gelar dunia. WBC menghadapi Christian Mbilli. WBO melawan Diego Pacheco untuk sabuk kosong dan IBF bernegosiasi dengan Osleys Iglesias.
Namun satu per satu jalur itu semua menyempit.
Opsi IBF langsung di tutup. Tim Sheeraz menolak masuk negosiasi melawan Iglesias, petinju Kuba dengan reputasi KO berbahaya dan minim nilai kompromi.
WBC kini resmi menutup pintu yang tersisa hanyalah WBO.
Manajer Sheeraz Spencer Brown, sempat melempar kata bahwa duel melawan Mbilli masih sangat mungkin terjadi. Pernyataan itu memancing spekulasi luas, seolah WBC adalah jalur utama yang sedang di siapkan.
Namun seiring waktu, klaim tersebut tanpak lebih seperti pengalihan perhatian. Tidak ada pergerakan nyata dalam negosiasi hingga akhirnya WBC menarik colokan sepenuhnya.
Pandangan saya pribadi. arah sebenar nya sudah terlihat Sheeraz lebih condong ke sabuk WBO sejak awal.
Jalur WBO menawarkan kepastian lawan jelas, status gelar kosong dan minim drama regulasi.
Sebalik nya WBC kini ingin menyelesaikan urusan nya sendiri, menutup cerita Mbilli vs Martinez sebelum membuka babak baru.
Seperti nya WBC ini sedang dalam penataan ulang era pasca Canelo dan pasca Crawford memaksa badan tinju memilih jalur paling stabil bukan paling ramai.
Mbilli vs Martinez adalah duel yang siap di jual hari ini. Sheeraz vs Pacheco adalah duel yang siap di bangun besok.
Kedua nya berjalan dan WBC tidak melihat urgensi untuk menyatukan nya sekarang.
Dengan di batalkan nya duel Mbilli vs Sheeraz, tidak ada lagi drama lanjutan.
ini berarti fokus penuh mbilli ke laga ulang dan peluang nyata merebut sabuk WBC, untuk saat ini arah Hamzah Sheeraz akhir nya jelas terbaca.
#Christianmbilli #Hamzahsheeraz #WBC










Pingback: WBC dan Zuffa Boxing: Menjaga Petinju di Era Promotor Baru
Pingback: Teofimo Lopez Akan tumbangkan shakur stevenson??